My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
part 123 #2



"Dari mana mas? " tanya Nana sambil mengambilkan piring untuk Aji yang baru pulang.


Aji menatap Nana sejenak lalu menggelengkan kepalanya. "Besok kita pulang ya, lanjut yang renovasi... " ucap Aji.


Nana hanya mengangguk. "Nasinya seberapa? " tanya Nana sambil mengambilkan nasi untuk Aji.


"Dikit aja... " jawab Aji.


Tak banyak pembicaraan selama makan malam. Usai makan malam juga pak Janto langsung merampungkan beberapa potong jahitan baju sebelum besok tutup untuk menemani Nana di rumah saat renovasi. Itupun di bantu Nana untuk mengobras, sementara Aji menemani Alif tidur lebih awal.


"Mas... " panggil Nana usai semua jahitan selesai.


"Em... " seham Aji. "Na... " panggil Aji lalu bangun dan mendapati Nana sedang membersihkan wajahnya sebelum tidur.


"Tadi waktu aku solat maghrib ketemu sama Arif... " ucap Aji lirih agar tidak membangunkan Alif.


Nana membelalakkan matanya lalu menatap Aji. "Kok bisa?! " tanya Nana tak percaya.


"Ga tau, dia yang kesini... Aku ga suka... Aku takut kamu ketemu dia lagi... Aku takut kamu nanti suka sama dia lagi... " jawab Aji sekaligus memaparkan kekhawatirannya lalu memeluk pinggang Nana yang duduk bersimpuh di lantai.


"Gak lah mas, aku ga suka dia! Jijik! Najis!! " kesal Nana.


"Dulu kita ada hubungan, aku bikin salah, kita balik lagi. Aku beneran takut kalo kamu berpaling... " cicit Aji.


Nana menghela nafas lalu menatap suaminya yang tampak bersungguh-sungguh atas ucapannya. "Kita kan mau punya anak lagi... Masak masih mikir gitu mas, lagian hubungan kita beda jauh sama hubunganku sama si Arif... " ucap Nana meyakinkan Aji lalu mengecup keningnya lembut.


"Na... Aku gak tau kenapa aku gini... Tapi aku beneran ga mau kehilangan kamu... " ucap Aji dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Nana hanya mengangguk lalu melebarkan tangannya untuk memeluk Aji yang sedang tidak tenang. Aji langsung bangun untuk memeluk Nana erat-erat.


"Aku cuma punya kamu sama Alif... Aku ga mau kehilangan lagi... " bisik Aji. Nana langsung mengangguk sambil mengelus-elus punggung suaminya dengan lembut.


"Mas, aku ini kan jauh sekali lebih muda dari pada kamu. Keluargaku juga ga sepantaran sama keluargamu... "


"Gak ada kayak gitu Na. Yang penting itu aku Cinta kamu, kamu Cinta aku. Dah ga ada masalah lainnya... " ucap Aji lalu menatap Alif yang terlelap dengan begitu tenang.


"Gak gitu mas maksudku... Kamu kan bisa milih banyak perempuan. Sedangkan aku ada yang mau nerima aja dah Bagus. Kok bisa kamu malah mikir aku yang ninggalin kamu ini loh... Padahal yang harusnya mikir gitu kan aku... " jelas Nana melanjutkan ucapannya yang terpotong aji.


"Ya aku sukanya cuma sama kamu, nyaman sama kamu, kamu doang yang memuaskan aku... Fetishku juga kamu... Ngapain repot cari cewek lain... Ah udah deh na nanti kamu cemburu lagi... " jawab Aji lalu menarik nana agar tidur di antara dirinya dan Alif.


Nana hanya tersenyum mendengar ucapan Aji, tak menyangka suaminya bisa seposesif ini padanya setelah semua yang di laluinya.


"Na, dulu watu kamu ngelahirin alif gimana? " tanya Aji.


"Di jahit? "


"Em.. Enggak... Kenapa? " tanya nana heran Aji tiba-tiba bertanya soal yang begitu random.


"Kok jadi lebih sempit gitu loh padahal dah ngelahirin anakku... Hamil juga... " jawab Aji.


"Ga tau ih mas ngapain dibahas?! " ucap Nana salah tingkah.


"Apa gara-gara jarang di pakek ya... Ah kamu kan sempet punya suami juga... Apa gara-gara kecil ya jadi ga ngevek... " Aji makin menjadi-jadi membahas organ intim istrinya.


"Emang ga enak ya?" tanya Nana khawatir.


"Enak! Enak banget kok. Ya heran aja gitu, kan katanya kalo abis ngelahirin ga kenceng lagi. Kok ini malah kayak perawan lagi... " jelas Aji.


"Tapi dulu kata Arif punyaku longgar... "


"Halah punyanya aja yang kecil. Kamu yang di salahin. Kamu waktu pertama main sama aku juga segitu. Malah kaget aku waktu main sama kamu lagi waktu abis nikah, kok balik perawan lagi kamu ini... "


"Dah tidur di bahas mulu... " ucap nana yang makin salah tingkah.


"Na, habis renovnya jadi kita main tiap malem... " bisik Aji yang langsung di tepok nana.


●●●


Pagi-pagi nana sudah menyiapkan sarapan dan teh manis hangat. Nana memasak nasi semalam menjadi nasi goreng dan membuat telur dadar. Alif juga sudah rapi siap sekolah setelah sarapan Aji yang masih mengantuk juga sudah mandi dan siap mengantarkan alif sekolah.


"Adek nanti sekolah yang benar loh... Jangan bercanda terus... " pesan Nana sambil memasukkan bekal makan siang untuk alif.


"Iya aku kan anak baik... " jawab Alif.


"Makannya nanti di makan... " ucap Nana lagi.


"Iya aku kan makan terus ma... " jawab Alif lagi. "Pa ayo sekolah!" ajak Alif sambil menarik tangan Aji.


"Iya ayo... " jawab Aji sambil menguap. "Bapak nanti kerumahku ya, temenin renov... " ucap Aji pasa pak Janto.


"Bapak nyusul aja, nunggu jahitannya di ambil semua baru bapak nanti ke sana... " ucap pak Janto.


Baru Aji membuka mulut ingin protes alif sudah menarik-narik bajunya. Mau tidak mau akhirnya Aji terpaksa menerima keputusan pak Janto.


"Pergi bentar ya Na... " pamit Aji sambil mengecup kening istrinya di ikuti Alif yang menyalimi mamanya. "Anget badanmu... Nanti ke klinik ya... " ucap Aji lalu berangkat ke sekolah Alif.