My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
part 134 #2



"Mbak rin, minta tolong beliin mi instan yang kuah rasa ayam bawang dong. Beliin satu aja ya... " pinta nana setelah asisten rumah tangganya selesai membersihkan rumah.


"Mi instan aja bu? " tanya mbak rin yang tetap memanggil nana bu meskipun nana jauh lebih muda darinya.


"Iya itu aja, nanti jangan bilang bapak ya... " ucap nana lalu menunggu pesanannya datang sambil memasak makan siang untuk alif dan aji nanti.


Nama membuatkan oseng-oseng tempe dan buncis kesukaan alif dengan banyak kecap agar manis. Juga membuat adonan untuk ayam kremes kesukaan suaminya.


Tak lama mbak rin datang membawa pesanan nana. Sementara nana masih menyelesaikan masakannya di bantu mbak rin.


"Ibuk istirahat aja, nonton TV santai-santai biar saya kerjain... " ucap mbak rin.


Nana hanya mengangguk lalu menyerahkan semua pada mbak rin. "Nanti taruh di meja ya mbak... " ucap nana.


"Di bikinin minya sekarang apa gimana bu? "


"Nanti aja habis masaknya selesai... " ucap nana sambil menyalakan TV dan mulai bersantai.


Nana terus menunggu sambil menonton acara talkshow pagi selesai. Barulah acara masak memasak di dapur rumahnya selesai. Setelah itu barulah nana bisa menikmati mi instan yang sudah di tunggunya.


"Sudah selesai semua bu... " pamit mbak rin pada nana.


"Iya mbak, makasih ya... " ucap nana lalu mengantar mbak rin kedepan.


Setelah menutup pintu gerbang nana kembali masuk dan menikmati mi instan yang sudah begitu lama tak di nikmatinya. Nana benar-benar menikmati tiap suapnya.


"Emmm...! " gumam nana begitu senang menikmati mi instan nya.


"Enak ya? " tanya Aji sambil bersandar di tembok memperhatikan nana.


"Astaghfirullah! Mas! Sejak kapan dirumah! " pekik nana kaget.


"Sejak tadi... Sejak mbak rin balik kamu buru-buru masuk rumah mobilku dah mau sampe depan gerbang... Kamu dah buru-buru masuk... Ku kira kenapa-napa ternyata ada mi instan... " ucap aji lalu duduk di samping nana.


Aji hanya menaikkan sebelah alisnya menunggu alasan pembelaan dari istrinya.


"Iya, aku makan mi instan... Aku dah pengen banget mas, aku ga tahan... Dah lama banget aku ga makan mi instan... " aku nana sambil menatap aji pasrah bila di omeli.


Aji hanya menahan tawanya mendengar istrinya yang mengaku dengan begitu pasrah. "Oke oke gapapa... " ucap aji lalu mengelus perut nana. "Lanjutin aja... Tapi besok jangan lagi ya... "


Nana langsung mengangguk. "Tapi ini juga udah sehat kok mas, ada sawinya, sosis, telur... Cabe... Dikit... " ucap nana sambil memelankan suaranya.


Aji hanya geleng-geleng kepala mendengar pembelaan istrinya.


"Mas sendiri kenapa dah pulang? " tanya nana sambil melanjutkan makan mi instan nya.


"Ya gapapa, aku kangen istriku ya aku pulang aja... Mumpung kak alifnya lagi sekolah... " jawab aji lalu mengambil kerupuk di samping mangkuk nana.


"Mau minta jatah? " tanya nana lalu duduk bersandar.


"Enggak, tapi kalo kamu minta aku ga pernah nolak... " jawab Aji yang terjeda karena ada panggilan masuk ke ponselnya. "Sebentar ya sayang... " ucap Aji sambil mengecup kening istrinya.


"Siapa? " tanya nana.


"Sekolah... " jawab aji lalu menjauh dari nana, tapi belum lama aji bercakap di telefon ia langsung pergi dari rumah tanpa pamit pada nana dengan terburu-buru.


.


.


.



aku nulis cerita baru di wp