
Siwi yang awalnya berniat datang menemui Nana saat pulang kerja suaminya nanti. Tapi karena ia sudah tidak sabar untuk bertemu nana jadilah siwi datang ke rumah nana lebih awal. Membawakan sup ikan buatannya juga ayam tepung kesukaan alif.
Tapi begitu sampai di rumah tampak aji tengah mengawasi pekerja renovasi rumahnya. Sementara nana tak tampak sama sekali. Siwi langsung masuk dan menyajikan masakan yang di bawanya.
"Nana mana? " tanya siwi.
"Di kamar ma, istirahat... " jawab aji lalu mengikuti mamanya yang masuk ke kamarnya. "Nananya baru bobo abis begadang... " ucap aji lirih.
"Apa iya? " tanya siwi tak percaya. "Kok bisa? Istrimu hamil masih baru malah begadang... " omel siwi sambil menepuk bahu aji.
"Nananya cemburu... Jadi ya mama kan tau orang hamil sensitif... " jawab aji sambil menggiring mamanya agar keluar kamar.
"Cemburu kenapa? " tanya siwi.
"Mas... " panggil nana pelan yang terbangun karena ada keributan di kamarnya.
"Nana, mama bawain sop na... " ucap Siwi ceria lalu menghampiri nana.
"Loh ada mama... Udah lama ma?" ucap nana lalu bangun dan memeluk siwi.
"Kalo mau istirahat gapapa na... Mama cuma mampir bentar kok... " ucap siwi lalu duduk di tempat tidur.
Nana hanya tersenyum lalu mengangguk pelan. Sementara aji memperhatikan nana dari pintu.
"Na, kamu kalo ada apa-apa bilang mama ya, mama di kabarin... Kalo mas aji nakal juga bilang aja sama mama biar mama yang ngomelin... " ucap Siwi sembari menatap nana dan aji bergantian.
Nana hanya tersenyum sambil mengangguk pelan senang dengan dukungan yang di berikan siwi padanya.
"Tuh bumil ga usah cemburu-cemburu lagi ya... " ucap aji lalu ikut bergabung duduk di tempat tidurnya bersama nana dan ibunya.
Siwi langsung menepuk paha aji mendengar ucapan aji barusan. "Gapapa cemburu, kalo ga cemburu berarti nana dah ga suka kamu... " ucap siwi mengingatkan aji.
"Ya jadi bapaknya anak-anak lah... " jawab siwi.
"Ih mama ga tau sih. Kalo nana dah marah anak-anak dia bawa semua dia kuat. Nanti aku sendirian lagi. Ga mau... " ucap aji yang tampak begitu takut di tinggal nana.
"Yaudah kamu jangan iseng bikin cemburu kalo gitu... " ucap siwi sambil membuka tasnya. "Ini buat nana, kado dari mama... Yang pilih eyang... " sambung siwi sambil memberikan kotak perhiasan berisi kalung pada nana.
"Ya allah mama... Ga usah.... "
"Gapapa na, emang gitu tradisinya di keluarga. Terima aja... " potong aji sebelum istrinya menolak pemberian keluarganya.
Nana kembali mengangguk lalu menerima kalung yang di berikan mertuanya.
"Mama mau langsung pulang ya, nana kalo mau nitipin alif ke rumah mama gapapa loh... " pamit siwi sebelum keluar dari kamar di ikuti nana dan aji.
"Siap nanti bakal sering nitip kok ma... " jawab aji semangat.
●●●
Alif duduk manis sambil membuka bekal makan siangnya. Alif makan siang bersama temannya Ria sambil saling mencicipi bekal satu sama lain.
"Aku mau punya adek... " ucap alif memberitahu Ria.
"Oh ya? " saut Ria.
"Iya, mamaku lagi hamil. Nanti aku jadi kakak terus aku tidurnya di kamarku sendiri... " alif lanjut bercerita.
"Aku pengen juga punya adik, tapi kakakku sudah ada tiga jadi kata mama ga usah punya adek... " Ria ikut bercerita.
"Aku juga pengen punya kakak.... " ucap Alif. "Nanti aku bilang mamaku buat di bikinin kakak juga... " sambung alif yang di angguki ria lalu lanjut makan bersama.