My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
Part 117 #2



Alif tampak senang bisa ikut menjemput dan ini juga kali pertamanya pergi ke bandara. Alif tak berani berlarian kemana-mana. Apa lagi ia tadi sempat melepas gandengannya dengan omanya dan langsung panik karena tak bisa melihat dimana omanya saat banyak orang berlalu lalang.


Alif tetap senang bisa menunggu di bandara meskipun ia hanya duduk dan bergerak hanya di sekitar oma opanya saja. Broto yang tau Alif perlu banyak eksplorasi juga memilih duduk menunggu dekat landasan pacu bandara agar alif bisa melihat pesawat.


Tak selang lama setelah melihat beberapa pesawat mendarat, Aji datang bersama Alice dan bayinya. Alif langsung menyambut dengan senang hati, Aji juga langsung memeluk dan menggendong Alif.


"Papa kangen sama anak papa... " ucap Aji sambil mencium pipi Alif dengan gemas.


"Adek kecil... " ucap Alif takjub melihat bayi laki-laki yang terlelap di trolinya. "Siapa namanya? " tanya Alif.


"Ken... " jawab Alice menanggapi pertanyaan Alif.


Alif dan keluarga langsung beranjak dari bandara, Aji ingin cepat pulang karena sudah terlalu merindukan Nana. Apa lagi Nana tidak ikut menjemputnya.


Tapi saat Alif akan masuk mobil tiba-tiba matanya tertuju pada seorang office boy yang sedang berjalan membuang sampah.


"Ayah! Itu ayah! " pekik Alif yakin sambil menunjuk office boy yang di lihatnya.


Aji memicingkan matanya menatap office boy yang di tunjuk Alif. "Sudah biarin... " ucap Aji begitu tau itu Arif.


Arif yang sadar di tunjuk Alif langsung pura-pura tak melihat dan berusaha cuek.


"Bukan Ayah.... Adek salah lihat... " ucap Siwi lalu mengajak Alif masuk.


"Oh salah ya? " tanya alif ragu tapi tetap nurut untuk masuk mobil.


Sepanjang perjalanan pulang Aji terus memangku Alif sambil bercerita pengalamannya keluar negeri yang sangat menarik bagi Alif. Sekaligus agar Alif tak lagi mengingat Arif. Alif juga asik bermain cilukba dengan Ken, adik barunya. Alif terus memperhatikan Ken yang mulai cerewet berbicara celometan tak jelas yang mengundang tawa Alif juga yang lainnya.


Sesampainya di rumah Aji langsung turun dan mencari Nana. Sementara Alif masih asik bersama Ken. Alif tampak makin senang bersama ken apa lagi Alice memintanya mengawasi ken. Makin senanglah Alif yang merasa sudah dewasa.


Aji langsung memojokkan Nana di dapur lalu menggendongnya dan mulai nencumbu bibir yang sudah dua hari begitu di nantinya. "Kangen... " bisik Aji yang langsung menggendong Nana ke kamar tanpa peduli yang lain.


"Mas sabar! " pekik Nana geli saat aji mulai menandainya di leher.


"Aku nyaris 48 jam full ga ketemu istriku loh, ga bisa sabar... " rengek Aji manja.


"Ya tapi kan ini masih rame, alif juga belum tidur... Alice baru dateng... Sabar ya sayang... Nanti pulang ya... " rayu Nana yang di angguki Aji dengan tidak ikhlas.


"Aku beli lingerie buat kamu... Harus di pakek nanti... " ucap Aji lalu mengecup kening Nana.


Nana hanya tersenyum malu mendengar permintaan suaminya. "Mas... Ku pikir-pikir gapapa kita punya anak lagi... " ucap Nana tiba-tiba membahas anak.


"What?! " Aji terperanjat. "Aku ga salah denger? Kamu mau hamil lagi? Na kalo kamu masih trauma, ga punya anak lagi juga gapapa. Alif aja cukup... " ucap Aji agar Nana tak memaksakan diri.


"Enggak mas, aku dah ngobrol sama mama juga... Menurutku gapapa aku hamil lagi... Tapi ga usah program dokter, aku pengen... " nana mulai menundukkan pandangannya. "Di hamilin mas lagi... " sambungnya malu-malu.


"Ya allah cobaan apa ini... Dah siap gini malah ga bisa gas langsung... " ucap Aji senang dan frustasi. "Aku atur bulan madu... " putusnya saat itu juga lalu keluar mendahului Nana.


.


.


.


aku bikin cerita, judulnya My Sweet CEO. ada di sini ga lolos sensor jadi up di aplikasi sebelah. mampir juga ya. btw itu udh end tapi aku up ulang. mampir ya 💕