My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
part 127 #2



"Mas, udah kabarin keluargamu kalo aku hamil? " tanya nana setelah alif terlelap.


"Sudah, aku bilang mama. Dah bilang bapak juga... " jawab Aji sambil merapikan meja kerjanya. "Mama bilang mau main ke sini besok habis pulang kerja papa... " sambung Aji lalu duduk di samping nana sambil mengelus perutnya lembut.


"Mas besok acaranya apa? " tanya Nana sambil menatap aji sejenak.


"Renov doang... Ke kantor bentar... Udah nemenin kamu... " jawab aji lalu mengecup perut nana yang di elusnya.


Nana hanya diam lalu mengangguk pelan. "Istirahat mas... " ucap nana lalu tiduran dan memunggungi aji yang masih duduk di sebelahnya.


"Iya... " jawab aji lalu mengecup kening nana. "Aku seneng kita mau punya anak lagi... " bisik aji yang hanya di angguki nana.


Nana hanya diam lalu menggenggam tangan aji. "Mas pengen di peluk... " lirih nana.


Bukannya memeluk nana, aji malah mengangkat tubuh nana lalu menggendongnya keluar kamar untuk pindah ke kamar yang akan di renovasi.


"Aku cuma pengen di peluk mas... " ucap nana sambil tertawa kecil.


"Iya paham... Peluknya di sini aja... " jawab aji lalu menurunkan nana dan memeluknya dengan manja.


"Mas berat... " ucap nana sambil mengelus-elus punggung aji dengan lembut.


Aji langsung membalik posisinya agar nana berada di atasnya. "Moodmu berantakan? " tanya aji sambil mengelus-elus punggung nana dengan lembut.


Nana hanya mengangguk pelan lalu mengecup pipi suaminya dan kembali menempelkan kepalanya di dada aji untuk mendengarkan detak jantungnya. "Kangen... " bisik nana dengan suara bergetar.


Aji langsung tersenyum mendengar ucapan nana. "Aku banyak baca buku soal kehamilan, dulu waktu kita pisah. Waktu kamu hamil Alif. Aku baca buku kehamilan tiap hari. Aku nontonin youtube soal senam hamil, pokoknya serba masalah kehamilan, kesehatan aku baca aku tonton. Ngurus anak, nama anak. Semuanya... Aku ga nyangka ternyata waktu aku di izinkan Allah buat punya anak lagi sama kamu bakal semenyenangkan ini... " ucap aji sambil mendekap erat nana yang mulai menangis dalam pelukannya.


"Kangen kenapa? " tanya aji lalu mengusap air mata nana. "Sampe nangis gini masa cuma kangen... " sambung aji dengan lembut.


"Ga tau pengen nangis aja... " jawab nana.


"Eh, ga baik dong nanti dedeknya ikut sedih juga kalo mamanya sedih... " hibur aji. "Besok kemana-mana kamu ikut aku aja kalo gitu... " putus aji.


"Aku cemburu... " lirih nana pada akhirnya memutuskan untuk terbuka pada suaminya.


"Ya allah cemburu sama siapa? " tanya aji kaget lalu menatap wajah istrinya yang tampak serius mengatakan kalau ia cemburu.


"Tadi sama mbak Wulan... " jawab nana.


"Ya allah, sama Wulan cemburu? " tanya aji heran. "Aku loh nikah sama dia di paksa, terus cerai sama dia biar bisa sama-sama kamu, sama alif, kita ngumpul lagi... "


"Tapi dia mantanmu... " sela nana yang langsung bangun dan menduduki perut aji.


"Oke... Dia mantanku... Tapi kan mantan ya mantan, dah masa lalu... " ucap aji heran kenapa nana bisa cemburu.


Nana langsung cemberut dan langsung menangis tanpa di tahan yang memuat aji panik.


"Iya sayang paham... Papa paham, cup cup... " ucap aji lalu menarik nana agar kembali ke dekapannya agar lebih tenang.


"Aku ga suka!" protes nana pertama kalinya.


"Iya sayang... " jawab aji patuh. Baru kali ini ia melihat nana cemburu hingga menangis begini, ini pula pertama kalinya nana mengajukan protes pada aji setelah sekian lama berhubungan.