My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
Part 116#2



Nana kembali fokus mengupas kentang lalu memotonginya panjang-panjang. Pikirannya masih saja menimbang-nimbang apakah ia siap hamil lagi. Ketakutannya akan di usir keluarga Aji masih saja menjadi momok baginya. Meskipun di hati kecilnya ia ingin menuruti permintaan suami dan mertuanya. Ah trauma itu masih saja ada.


●●●


Alif tampak paling bersemangat ketika tau di ajak menjemput Alice dan Aji yang membawa serta adik sepupunya. Alif sudah berkali-kali mondar-mandir lalu duduk di ruang tamu sambil terus memastikan opa omanya siap.


"Ayo cepat... Nanti tidak bisa ketemu adeknya... " rengek Alif.


"Sabar dong nanti jadi tunggu di sana lama capek... " jawab Broto lalu menggandeng Alif ke masuk ke kamarnya.


"Oma pakek baju apa ya bagusnya? " tanya Siwi pura-pura bingung memilih baju agar Alif punya kesibukan.


Alif diam memandangi baju-baju Siwi yang di jajarkan di atas tempat tidur. "Oma sukanya yang apa? " tanya Alif.


"Oma bingung, makannya tanya adek. Eh kakak alif... " ucap Siwi yang membuat Alif tersipu di panggil kakak. "Cie mau jadi kakak... " goda Siwi sambil menggelitiki Alif. "Eh iya, kakak alif sudah kerjakan pr belum ya? " tanya Siwi mengalihkan perhatian Alif lagi.


"Oh iya! Aku kerjakan pr dulu nanti kita baru berangkat ya... " ucap Alif.


"Iya... " jawab Siwi dan Broto bersamaan lalu membiarkan Alif keluar dari kamarnya.


"Pakek yang santai aja... " ucap Broto memberi tahu Siwi pakaian apa yang harus di kenakannya.


Siwi hanya tersenyum sambil mengangguk menuruti permintaan suaminya.


●●●


Nana mengawasi Alif yang mengerjakan pr menulis dari TKnya juga menghafal lima kosakata bahasa inggris sambil beraktifitas. Nana memilih menggunakan gaun malam berwarna hitam berbahan satin dan menggunakan kardigan untuk menyambut Aji nanti. Meskipun ia tak ikut menjemput ke bandara.


Alif terus menghafalkan kosa katanya sambil mempraktikkannya sambil beraktifitas.


"Adek gimana sih tanya sendiri di jawab sendiri... " jawab Nana lalu tertawa bersama Alif yang sadar sudah memberitahu jawaban dalam pertanyaannya sendiri.


"Mama aku pengen cepat ketemu adeknya... " ucap Alif kembali tak sabar.


"Nanti ketemu adek kecil tidak boleh nakal ya, harus baik, dedeknya di sayang ya... " ucap Nana memberitahu alif sebelum bertemu alice dan anaknya.


"Iya aku tau nanti elus-elus aja, harus bersih kayak kata yutubnya oma gitu... " jawab Alif bangga sudah memiliki persiapan bertemu adik sepupunya.


"Nanti jangan cubit adeknya loh kalo gemas... " ucap Nana yang membuat alif meringis.


"Iya ma... " jawab Alif lalu memeluk Nana.


"Bilang oma sana udah kerjakan pr biar cepat berangkat... " ucap Nana.


Alif langsung berlari keluar menuju kamar dan kembali mengajak oma opanya agar cepat berangkat. Sementara Nana menyiapkan diri menyambut kedatangan Aji di rumah.


Nana mulai menyisir rambutnya sambil menatap pantulan dirinya di cermin. Perlahan tangannya yang selesai menyisir turun mengelus perutnya. Pikiran Nana terbang kemana-mana, tapi yang paling jelas nana memikirkan kalau tak masalah untuknya hamil lagi.


Kalo aku hamil lagi mas Aji ga bakal ninggalin kayak dulu... sekarang aku dah nikah... gapapa... batin Nana menguatkan hatinya berulang kali.


.


.


.


gaes minta tolong dong, follow igku @dasp.98 biar followersku genep 500 🙏 makasih supportnya 💕