
Ahmad hanya diam setelah makan malam. Selepas solat isya juga Ahmad masih diam sambil ikut duduk bersama papanya yang sedang menonton TV. Aji juga sudah kehabisan kata-kata untuk membujuk putra bungsunya yang sebal di pukuli tanpa sebab tadi.
"Harusnya aku kuat biar bisa melawan! " ucap Ahmad sambil mengepalkan tangan cubbynya.
"Adek mau belajar bela diri tidak? " tanya Aji memberi solusi.
"Bela diri bagaimana? " tanya Ahmad penasaran.
"Emm... Sebentar... " Aji mengeluarkan ponselnya mencari vidio bela diri.
Ahmad memperhatikan tiap vidio yang di putarkan aji dengan serius tanpa berkomentar apapun sampai semuanya selesai.
"Kayak gitu adek mau? " tanya aji.
Ahmad terdiam sejenak lalu mengangguk dengan ragu. "Aku mau! " jawab Ahmad yakin.
"Nanti pukul-pukul orang gitu mau? " tanya Aji meragukan kesungguhan putranya.
"Iya! Aku mau! " jawab Ahmad dengan sangat yakin dan serius. "Aku tadi waktu di pukul orang sama kakak, kita tidak bisa apa-apa... Aku sebal. Aku tidak bisa melawan. Aku sebal cuma bisa nangis... Aku mau jadi beberani! " ucap Ahmad menyampaikan niatnya untuk bisa bela diri.
"Kan ada kakak... "
"Kakakku di pukul banyak orang, jadi dia lindungin aku biar aku ga ikut di pukul. Aku tidak suka anak nakal! " potong Ahmad menceritakan kejadian tadi.
"Aku mau jadi anak beberani yang bisa memukul sama berkelahi biar bisa belain anak-anak yang di nakalin kayak aku..." ucap Ahmad mengungkapkan cita-citanya.
"Oke oke, papa cariin guru buat belajar bela diri ya... " ucap Aji menuruti permintaan ahmad setelah mendengar kesungguhan ahmad.
"...oprasi tangkap tangan atau OTT yang di lakukan KPK siang hari ini berhasil menangkap Wulansari mantan politisi partai Indonesia Bersatu dalam hotel dengan barang bukti uang di taksir senilai enam belas miliar rupiah yang di letakkan dalam sepuluh buah tas mewah Channel..." suara penyiar berita di TV yang menampilkan Wulan yang di gelandang keluar dari hotel bersama beberapa aparat yang melindunginya dari kejaran awak media ke dalam mobil polisi.
Aji dan Nana tampak begitu terkejut mendengar berita yang tak sengaja di setel Alif saat mengganti cenel TV.
"Eh! Itu kayak tante baik yang jahit di mama dulu! " ucap Alif mengingat Wulan.
Aji dan Nana hanya bisa diam tercengang tak menyangka Wulan bisa terkena OTT KPK. Tak lama ponsel aji berdering terpampang nama broto di layar ponselnya.
"Kamu lihat di TV! Wulan kena OTT KPK! " perintah broto yang tampak begitu antusias melihat berita Wulan terkena OTT KPK.
"Ya ampun beneran Wulan... " ucap aji syok.
"Untung kamu dah ga deket-deket sama dia! Bagus! Ga kena getah apapun. Jijik sekali kalo keluarga kita ikut keseret! " ucap broto.
Aji langsung mematikan sambungan telponnya muak mendengar ucapan keluarganya yang terus-terusan menyumpahi Wulan.
"Eh iya, mbak Wulan kan punya anak. Terus gimana dong anaknya sekarang? " ucap nana yang malah mengkhawatirkan anaknya Wulan.