My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
Part 70



Tapi semakin Siwi mengingat segala keburukan yang ia terima, semakin ia mengingat hal-hal manis dan perjuangan suaminya selama ini. Betapa suaminya tertekan hingga jadi terbiasa dalam kondisinya. Tak boleh memperjuangkan pilihannya sendiri, tak boleh mengambil keputusan sendiri, tak boleh memilih apapun sendiri. Harus nurut, sesuai perintah. Hanya saat menikah itulah rasanya satu-satunya dan pertama juga terakhir kalinya Broto mau melawan. Tidak ada perlawanan lagi.


"Dek... Makan ya... Biar sembuh... " bujuk Broto.


Siwi menatap suaminya itu. Hatinya makin galau, bimbang harus apa. Broto masih menggenggam tangannya. "Gak ada jaminannya kamu mau berubah mas... Aku takut... " lirih Siwi.


Broto terdiam bingung ingin memberikan penawaran apa, menjanjikan apa, atau bahkan menjaminkan sesuatu yang berharga. "Kamu mau apa? " tawar Broto.


"Aku mau kita ga di setir ibu lagi, biarkan Aji bertanggung jawab, biarkan Alice memilih jalannya, aku mau tinggal di rumahku sendiri, aku mau istirahat... " jawab Siwi yang langsung di angguki Broto setuju.


"Itu saja? " tanya Broto yang hanya di angguki Siwi.


"Jangan di ingkari, nanti aku benar-benar pergi... " ucap Siwi memperingatkan.


●●●


Aji langsung membawa Alice pulang secara paksa, menyeretnya masuk ke pesawat pribadi keluarganya yang bahkan baru mengisi bahan bakar.


"Pulang! PULANG!!! " bentak Aji sambil memaksa Alice yang menangis histeris sepanjang jalan memanggil-manggil Joe. "Kamu mau di seret aku apa papa? " tanya Aji lalu menghempaskan tubuh Alice.


"AKU MAU SAMA JOE! AKU MAU SAMA JOE!! AKU GA MAU PULANG!!! AKU MAU DI SINI!!! " jerit Alice lalu kembali di seret Aji.


Tanpa ampun, tanpa pamit pula pada orangtuanya yang masih di rumah sakit Aji langsung membawa Alice pulang. Tak peduli Alice memakainya atau memukul, bahkan meronta-ronta sampai mengigit. Tetap Aji menyeretnya pulang.


Alice menggeleng lalu menangis dalam diam. "Aku sayang Joe, aku mau hidup sama Joe..." rengek Alice sambil menatap Aji dengan mata yang berkaca-kaca.


Aji mengangguk pelan. "Kalo Joe memang sebaik yang kamu ucapkan, tadi tidak mungkin dia mengusirmu, tidak mungkin pula dia membiarkan kamu sama mama sendirian di rumah sakit... " jelas ucapan Aji itu membuat Alice kesal dan langsung melengos memalingkan wajahnya.


"Dulu kamu juga gitu ke Nana, tapi kamu juga masih saja mencintainya... Pasti Joe juga begitu... " Alice kekeh.


Aji hanya bisa diam sambil geleng-geleng kepala tak menyangka adiknya bisa bodoh ini, di butakan cinta. "Kita pulang pokoknya cek dulu kondisimu, hamil apa enggak... "


"AKU GAK MAU ABORSI !!" potong Alice sambil menjerit menolak seolah tau kemana arah pembicaraan Aji.


"Pikirkan kondisi ibu... "


"PIKIRKAN KONDISIKU! KALO AKU HAMIL!!! AKU PUNYA ANAKNYA JOE!!! PASTI JOE NANTI KEMBALI KE AKU!! PASTI JOE JADI JODOHKU!!! " potong Alice penuh yakin dengan mata melotot dan bibirnya yang tersenyum lebar.


Aji cukup terperanjat melihat reaksi adiknya yang benar-benar baru kali ini Alice tampak sangat stress.


▲▲▲


aku up kalo free, tapi ga bisa rutin waktunya 🙏