My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
part 131 #2



Hari ini alif berencana untuk mulai tidur di kamarnya sendiri yang sudah selesai di renovasi. Selain karena ada pak janto yang berkunjung, alif juga senang bisa berbagi kamar barunya dengan pak janto. Alif senang bisa memamerkan kamar baru dengan segala fasilitas yang di sediakan.


"Dah tidur? " tanya aji menyambut nana yang baru masuk kamar.


"Udah sama bapak... " jawab nana sambil berjalan mendekat ke arah aji yang masih memeriksa laporan pajak perusahaan. "Masih lama pa? " tanya nana sambil memandangi aji.


"Lumayan... Sini sayangku... " ucap aji sambil merentangkan tangannya dan menepuk-nepuk pahanya.


Nana langsung duduk ke pangkuan aji dengan manja sambil bersandar di dadanya lalu menghela nafas.


"Dah ngantuk? " tanya aji sambil mendekap erat nana.


Nana hanya mengangguk lalu mencium pipi aji dengan lembut. "Aku mau nungguin mas... " ucap nana lalu kembali menyamankan posisinya dalam pangkuan aji.


"Sabar bentar ya... " ucap aji sambil mengelus perut nana yang masih datar sambil melanjutkan aktivitasnya.


"Mas... Kalo di elus kok ga mual ya... Ga begitu pusing... " ucap nana sambil memperhatikan perutnya yang terus di elus suaminya.


"Loh mual? " tanya aji panik.


"Iya makannya aku banyak diam... " jawab nana sambil menatap aji.


"Dulu waktu hamil alif gini mual juga?" tanya aji sedikit takut bila menyinggung luka lama yang pernah di torehkannya.


Nana mengerutkan keningnya lalu terdiam sejenak untuk mengingat. "Enggak sih seingetku... Hamil alif enak ga mual, makan apa-apa ga masalah... Kayak ga hamil... " jawab nana santai. "Tapi sempet pingsan sih... " sambung nana.


Aji langsung menutup berkas di hadapannya lalu bangun sambil menggendong nana ke tempat tidur.


"Mau nemenin kamu tidur aja... Ngurus pajak bisa nanti... " jawab aji santai. "Tunggu, papa sikat gigi dulu bentar ya sayang... " ucap aji sambil menyelimuti nana lalu mengecup keningnya.


●●●


Alif kembali membuka matanya. Melihat sekeliling kamarnya, awalnya alif ingin langsung memanggil mamanya tapi alif yang melihat pak janto tidur di sampingnya langsung teringat kalau ia sudah di kamarnya sendiri. Alif terus memandangi lampu tidurnya, lalu langit-langit kamarnya sambil berimajinasi.


Tapi karena imajinasinya terus berkembang hingga kemana-mana. Alif berimajinasi soal monster sendiri. Lalu langsung turun dari tempat tidur dan membuka pintu kamarnya. Melihat kondisi luar kamar yang ternyata gelap alif makin panik. Alif langsung mengambil senter mainannya sambil berlari ke kamar orang tuanya.


"Mama... Buka ma... Mama... " panggil alif panik dengan suara bergetar dari luar pintu sambil menggedor-gedor.


Aji langsung bergegas membukakan pintu untuk alif sementara nana masih terkaget di atas tempat tidur. "Iya... " jawab aji.


"Aku takut tidur sendirian, ada monster... " adu alif yang langsung di gendong aji.


"Monster apa? " tanya nana dan aji bingung.


"Kan alif bobo sama bapak... " ucap aji lalu mengambil senter mainan yang di bawa putranya itu dan meletakkannya di atas laci.


"Mau pipis dulu ga? " tanya nana yang di angguki alif.


"Yaudah yok... Di temenin papa aja... " ucap aji lalu mengantar alif ke kamar mandi.


Nana kembali menata tiga bantal di atas tempat tidurnya agar alif bisa tidur di tengah. Sementara alif masih di urus aji.


"Tadi gimana kok bi sa tak ut? " tanya nana.