
Pagi-pagi setelah mengantar Alif sekolah, Aji yang sudah berencana pergi bulan madu langsung mengganti rencananya. Aji membatalkan semua persiapannya. Aji mengganti kegiatan paginya dengan mencari desainer interior untuk merenovasi kamar tamu yang nantinya akan menjadi kamar baru Alif.
Awalnya Aji ingin mengerjakan semuanya sendiri, tapi begitu desainer interior memberikan lima desain kamar. Aji langsung berubah pikiran dan berencana untuk mengajak Alif agar ikut serta memilih dan mempersiapkan kamar barunya.
"Ga jadi bulan madu mas? " tanya Nana sambil bersiap menjemput Alif.
"Nanti kalo Alif dah tidur di kamarnya sendiri kita tiap malem bulan madu... " jawab Aji santai lalu mengecup kening Nana. "Jangan wangi-wangi kamu, nanti banyak yg ngelirik... " omel Aji.
"Aku belum pakek parfum mas... " ucap Nana membela diri.
"Yaudah ga usah pakek... " putus Aji.
Nana hanya mengangguk lalu menggunakan lipstick dan sedikit blush on di pipinya agar tidak terlihat pucat.
"Aih cantik sekali istriku... " komentar Aji yang terus memperhatikan Nana yang tengah bersolek.
"Udah yuk! " ucap Nana yang sudah siap pergi.
●●●
Nana berdiri bersama ibu-ibu yang lain di koridor dekat kelas Alif, menunggu kelas selesai. Masih saja banyak yang mengira kalau Nana adalah kakaknya Alif dari pada ibunya. Tapi begitu Alif memanggil Nana, mama, semua baru tersadar kalau wanita muda yang berdiri di antara mereka adalah seorang ibu muda.
"Kok mama cantik, mama mau pergi kemana? " tanya Alif sambil berjalan bersama Nana ke mobil yang sudah di tunggu Aji.
"Kita makan siang di luar, sama nanti mau ke rumah bapak... " jawab Nana.
"Iya, sama nanti kita liat desain kamar barunya kakak Alif... " ucap Aji menimpali.
"Wah! Aku punya kamar sendiri! " seru Alif senang.
"Iya dong biar nanti bisa main sama adek Ken juga... " ucap Aji.
"Nanti kalo kakak Alif punya kamar punya adek juga mau ga? " tanya Aji.
Wajah Alif yang berseri-seri langsung berkerut, memikirkan bagaimana kalau ia punya adik. "Ini kita beli adek juga? " tanya Alif dengan polos yang mengundang tawa kedua orang tuanya, Alif hanya cengar-cengir tak paham kenapa orang tuanya tertawa.
"Enggak. Adek bayi ga bisa beli. Tapi kakak alif mau ga kalo punya adek kayak adek Ken? " tanya Aji lagi.
"Boleh, tapi nanti adeknya jadi ada dua dong. Adek Ken sama adek yang baru... "
Aji terus menjelaskan soal konsep memiliki adik baru pada Alif. Sementara Nana hanya diam menyemak dan mengiyani tiap ucapan Aji agar terlihat meyakinkan.
"Tuh Na, Alif dah oke punya adik... " ucap Aji sambil menggenggam tangan Nana.
"Kan aku juga ga nolak buat kasih adek... " jawab Nana sambil menatap suaminya.
"Aku pengen cepet-cepet selesaiin kamar Alif... " ucap Aji lalu fokus menatap jalan kembali setelah mencium punggung tangan Nana.
.
.
.
aku mau bikin give away buat temen-temen yang udah follow aku di sini + di instagram @dasp.98
aku mau bagi-bagi pulsa (telkomsel, indosat,tri, token) 50k buat 2 orang beruntung.
caranya cukup gampang. temen-temen follow igku @dasp.98 terus dm nomor telfon/no id pln kalian, kirim ssan kalo kalian follow aku disini dan baca cerita ini juga.
di tunggu sampai 18 Agustus 2021!