
Alif sudah tak sabaran ingin segera pulang. Alif bahkan sudah uring-uringan tidak tahan ketika Aji masih mengajaknya membeli lauk dan buah untuk mamanya. Alif sudah menatap Aji dengan wajah kesal karena pesanan makanan yang di pesan tak kunjung datang.
"Harusnya beli baso aja. Cepat tinggal di kasih kuah... Kalo beli ayam bakar kan lama masih di kipas-kipas! " omel Alif yang sudah tak jenak duduk.
"Ya gimana dedenya pengen ayam masa di kasih baso... " jawab Aji menenangkan Alif.
"Ck, iya iya... " Alif mengalah dengan ogah-ogahan. "Dedenya emang ga bisa di kasih tau suruh mam baso aja? " tawar alif.
"Ya ga bisa dong... " jawab Aji lalu mengeluarkan uang di sakunya untuk membayar pesanannya. "Udah yuk... " ajak Aji lalu menggandeng Alif sambil menenteng menu pesanannya.
"Ayo kita cepat-cepat pulang, kebut tapi pelan-pelan hati-hati... " ucap Alif yang duduk manis di samping aji.
"Siap bos... " jawab Aji senang dengan antusiasme alif.
Sesampainya di rumah alif langsung mencari Nana yang tengah mencuci beras, piring-piring kotor juga sudah di cuci, bahkan nana juga tengah menunggu mesin cucinya berhenti berputar.
"Papa ini gimana sih, mama katanya lagi hamil kok tetap bersih-bersih... " omel alif pada aji yang sama terkejutnya dengan alif saat mendapati rumah sudah beres semua. "Tadi ngeyel sih dah di kasih tau beli baso aja, baso aja, ngeyel... " tambah Alif lalu memeluk mamanya.
"Mama pengen ayam kok... " ucap Nana membela Aji yang di omeli alif.
"Tu kan... Udah bener papa... " ucap Aji senang dengan pembelaan dari Nana.
"Adek ganti baju dulu... Habis ini makan... " ucap Nana sambil menyelesaikan aktivitas menanak nasinya.
Alif langsung pergi ke kamar untuk berganti baju dengan baju hariannya yang sudah di siapkan nana. Sementara Aji membantu nana menyiapkan makan siang.
"Habis ini nganterin Alif les bahasa inggris... " ucap nana.
Nana hanya mengangguk sambil tersenyum lalu pergi ke kamar untuk melihat Alif. Tapi belum nana melangkah Aji sudah menahannya lalu memeluk nana erat dan mengecup bibirnya.
"Aku seneng mau punya anak lagi... " bisik aji lalu mengecup kening nana.
Nana tertawa kecil lalu mengecup bibir aji dengan lembut. "Nanti alif lihat loh... " ucap nana mengingatkan.
"Biarin, biar dia tau papanya sayang banget ke mamanya... Biar liat gapapa... " jawab aji sesumbar.
"Aih kalo gitu biarin aja alif bobo sama kita... " ucap nana.
"Ya beda kalo itu... Tetep pindah kamar... Alif kan cowok. Mau jadi kakak juga gapapa kalo pisah kamarnya..." jawab Aji lalu ******* bibir istrinya. "Astaghfirullah dah ada dede bayinya.... Hmmm.... Ga bisa macem-macem papa... " ucap Aji mengingat ada janin di rahim nana.
"Mama dah di kasih tau? Eyang? Bapak? " tanya Nana lalu sedikit menjauhkan diri dari Aji.
"Belum... " jawab aji lalu mengambil ponselnya untuk mengabarkan kehamilan nana kali ini.
"Aku nanti ga mau les aku mau temani mama aja... " ucap Alif yang berjalan keluar kamar dengan baju hariannya.
"Ya jangan dong, nanti adek ga jadi pintar yang ngajarin dede bayinya nanti siapa? " bujuk Nana.
"Aku bukan adek lagi! Aku kakak! " ucap alif menegaskan kenaikan posisinya.
"Iya iya kakak... "