I Love U, Mas

I Love U, Mas
Gadis yang mudah diajak 'berteman'



Sejak guru seni musik galak yang memaksa membentuk band, Riyan jadi semakin dekat dengan Putri. Tanpa Riyan sadari Putri adalah fantasi sexnya saat tidur bersama gadis gadis lain. Dia mulai direkrut Mami mencari mangsa. Dengan senang hati. Ini menyenangkan. Daripada ikut kerja Papinya sebagai kurir narkoba.


Setahun bersama Putri dikelas membuat Riyan terbiasa dengan contekan. Sekarang dia lulus, dan masuk STM swasta mahal dikotanya. Mami memudakan umur Riyan. Jadi dia bisa di terima di sekolah favorit tanpa terkendala umur yang terlalu tua. Beda dengan saat SMP dia bingung sendiri cari SMP dengan art. SMP swasta terkenal menolaknya karena 3 tahu tinggal kelas di SD. Akhirnya memilih SMP negri pinggiran yang mau menerimanya.


Yang sulit sekarang gak ada contekan sebanyak saat SMP. Dia pun mendatangi Putri untuk tugas tugas yang susah atau malas dia kerjakan sendiri. Putri masih dengan senang hati membantu.


Putri marah saat dia modus mau mencium. Riyan sadar Putri itu untuk dilindungi, bukan dilecehkan. Dia membiarkan saja gadis itu menghilang saat dia menargetkan kakak kelas genit yang satu sekolah dengan Putri...... tapi dia kangen........


Riyan melempar gitar listrik yang Ia pegang. Mengambilnya kembali. Memukul mukulnya dilantai sampai remuk. Teman temannya satu band sampai heran, tapi membiarakan perbuatannya.


"Koyo wong edan Yan. (Seperti orang gila)." Kata Cleo saat Riyan sudah terengah engah menyalurkan emosinya.


"Aku kangen ***!!! Aku kangen!!! Baru kali ini aku kangen cewek." Kata Riyan masih ngosngosan.


"Kangen ya diajak ketemu. Riyan kangen cewek sampai ngamuk? Yakin masih buaya atau udah berubah jadi cicak." Kata Re yang membuat semua orang tertawa.


Riyan memaksa ketemu Putri. Dia jujur tentang dirinya yang bekerja sebagai pencari target. Gadi itu shok tapi tetap diam. Dia justru meletakkan kepalanya dipundak Riyan lagi. Dengan ambigu dan terbata dia ingin bliang apakah mereka saling mencintai? Tapi jawaban Putri mengecewakan. Dia gak mau jadi pacar Riyan. Yang mengejutkan, Riyan justru dapat mencium Putri. Jelas mengambil ciuman pertama dati gadis itu. Riyan gembira. Gak usah pacaran. 'Berteman' asal dapat ciuman juga sudah cukup untuk Riyan.


Bisnis Papi berjalan baik. Sekarang Dia mengerti alurnya. Ikut menjalankan bisnis itu. Papi mengajaknya terlibat langsung dan mengambil keputusan. Diusianya yang belia, tak ada yang menyangka kalau dia pimpinan gengster narkoba mewarisi bisnis Papi.


"Good jobs!" Puji Riyan pada Bagas.


"Ini untuk mu." Kata Riyan melemparkan amplop coklat tebal dipelukan Bagas.


"Ini terlalu banyak Yan. Hanya kiriman kecil." Kata bagas.


"Gunakan untuk beli bajumu dan keluargamu. Penampilanmu bikin aku sakit mata." Kata Riyan. Ia beberapa kali melihat adik Bagas menggunakan baju kumal yang berlubang. Ia tidak tega.


Hal yang paling memalukan untuk Riyan terjadi. Dia harus memuaskan 'adik' nya dengan jari. Padahal Putri jelas jelas ada dikamarnya. Dia langsung terangsang parah saat mendengar Putri mendesah pertama kalinya. Mendesah karen hisapan Riyan dileher Putri. Dia tidak ingin merusak Putri. Menuntaskan geloranya sendiri didalam kamar mandi sambil mengumpat kesal. Boduhnya Gadis itu tidak mengerti. Dia malah menuduh Riyan eek dicelana.


***


Pertemuannya dengan Har membuat kacau berantakan. Simpel sudah merangkak naik, tapi putri terlepas. Dia masih bisa mengawasi Gadisnya dari Tika.


Sekarang gadis itu lulus. Dia sengaja ingin memberi kejutan dipesta kelulusan Putri. Jauh jauh menjadwalkan manggung..... Yang terjadi..... Riyan melihat Putri diberi bunga oleh seseorang. Dia membuang bunganya sendiri yang sudah disiapkan untuk Putri.


Suara benda benda jatuh terdengar. Riyan mengamuk rumahnya. Dua ART dan dua satpam berbaris, tapi tak ada yang berani menghentikannya.


"Riyan!! Astaga kamu kenapa Yan,?" Mami datang dengan terkejut karena ditelpon salah satu ART.


"Diam Mi!!! Riyan lagi pingin ngamuk." Kata Riyan sambil terengah engah menghabiskan energinya untuk memecahi semua yang terlihat utuh.


"Mau cerita sama Mami?" Tanya Mami. Riyan memggeleng. Maminya bukan tipe kepo dan pemaksa.


" Mau dipijit?" Tawar Mami.


"Carikan yang masih perawan!" Kata Riyan kemudian berlalu. Tentu saja pijit yang Mami maksud pijit pluss dan Riyan minta yang masih perawan. Mami agak kesulitan mencarikannya.


***


"Kau yakin mau melakukan tugasku?" Kata Riyan sambil duduk dihadapan pria itu. Pria itu mengangguk beberapa kali.


"Kalau sampai ketahuan, aku akan membunuhmu." Kata Riyan sungguh sungguh. Tomy gemetaran, tapi ini mungkin kesempatan emas yang sulit di tolak. Kuliah hukum dengan biaya full. Syaratnya hanya mengawasi Putri dari dekat. Tapi...... kalau sampai ketahuan Putri nyawannya melayang....


"Kalau nyalimu sekecil ini lebih baik batalkan." Kata Riyan santai.


"Ti ti tidak Yan, aku mohon. Aku bisa. Hanya mengawasinya dan melapor setiap kegiatan. Itu mudah, apa lagi Putri bukan gadis dengan banyak kegiatan." Kata Tomy. Riyan mengangguk.


"Jangan lupa kalau dia pintar. Berteman dengan wajar. Menempel padanya kemanapun. Tapi ingat, jaga hatimu untuk tidak jatuh cinta. Karena jatuh cinta dengan Putri juga akan menghilangkan nyawamu." Kata Riyan. Tomy mengangguk beberapa kali.


Bagas membuka jaket yang dia kenakan. Menyerahkan amplop coklat cukup tebal pada Riyan.


"Ini untuk tanda jadi awal. Selanjutnya buat rekening aku akan mentransfernya." Kata Riyan. Tomy gemetaran menerima amplop itu.


Mereka berpisah. Riyan selalu mendapatkan kabar berkala dari Tomy termasuk beberapa foto Putri. Riyan mengelus foto Putri dengan sayang. Bagas meliriknya sambil tersenyum.


"Hpmu bisa terbakar kalau terus kau pandangi Yan." Kata Bagas.


"Kau pikir aku dewa api?" Kata Riyan.


"Dia dekat dengan seorang laki laki Gas. Tapi Tomy bilang pria itu jarang terlihat. Hummm Putri masih sulit didekati kan?" Tanya Riyan dengan kekhawatiran di wajahnya.


***


Beberapa tahun kemudian Riyan mendapat kabar kalau Putri sudah berpacaran dengan Revan. Seorang guru olah raga honorer. Tomy sudah tersungkur ditanah. Beberapa pukulan diterimanya langsung dari Riyan.


"Bodoh, mengawasi gadis satu saja sampai kecolongan. Berapa lama mereka pacaran???!!!" Bentk Riyan pada Tomy. Tomy menggeleng.


"Y y y yang jelas mereka dekat. Revan berani mencium pipinya saat bersamaku. Dan.... dan...." Kata kata Tomy terputus. Dia tidak berani melanjutkan.


"Dan apa!!!! Bicara yang jelas banci!!" Maki Riyan tidak sabar. Dengan tangan bergetar Tomy mengeluarkan hpnya. Mengusapnya beberapa kali. Menyerahkan pada Riyan. Vidio putri berciuman dengan Revan terputar. Vidio yang diambil Tomy dari luar mobil, tapi sangat meyakinkan mereka berciuman walaupun kaca mobil lumayan gelap.


Riyan melempar hp itu ketanah. Menginjaknya beberapa kali. Berlalu pergi setelah menendang Tomy sekali lagi.


"Ganti hpnya!!" Perintahnya pada Bagas. Riyan berlalu membuka pintu mobil.


"Atur reuni secepatnya. Pastikan dia datang sendiri!" Kata Riyan pada Tomy.


***


Hai hai, jangan lupa mampir dikarya terbaru saya berjudul Serda Lilis yak.... Makasih😘😘