
Happy Reading...
Suasana kembali tenang dengan berakhirnya perdebatan yang terjadi di meja makan.
Zahra turun dengan sedikit berlari menuruni anak tangga. melihat zahra yang berlarian, kai yang saat itu sedang berada di ruang kerja dan hendak pergi ke kantor lantas menghentikan langkahnya.
Namun sebelum ia menjangkau zahra, ia menghentikan langkahnya karena melihat sofia yang sepertinya kembali bersitegang dengan albert dan kinan.
Lantas dengan tanpa suara ia mengendap-endap untuk menguping pembicaraan antara mereka bertiga.
"sudah cukup aku membiarkanmu berbuat semaumu sofia. dan sekarang aku minta agar kau tak mengusik mereka. kau tak punya alasan untuk menolak perintah. kecuali jika kau sudah bersiap untuk kehilangannya."
Samar terdengar ucapan albert dari balik pintu membuat kai tak puas dengan apa yang di dengarnya. dan akhirnya ia lebih mendekat agar dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka bertiga bicarakan.
"Kai sudah bukan anak keci lagi. dia berhak tau semuanya. sekarang ataupun nanti, ia pasti akan mengetahui kebenarannya. jadi bersiaplah."
Albert berbicara dengan kerasnya sehingga terdengar jelas sampai keluar. kai yang saat itu tengah menguping pembicaraan mereka.
Albert terkesiap saat menoleh dan mendapati kai sudah berdiri disana. dengan wajah bingungnya. pandangannya seolah menguliti kereka bertiga.
"Kebenaran apa maksud kalian." kai yang sudah merasa ada yang di sembunyikan oleh mereka pun tak dapat lagi menyembunyikan keingin tahuannya.
Sofia membeku di tempatnya dan hanya bisa menelan salivanya dan itupun dengan sangat susah.
Kinan terlihat sangat tenang, tak nampak wajahnya menunjukkan ketakutan sedikitpun. inilah yang ia tunggu. membiarkan Kai mengetahui semuanya.
"Baiklah kai, memang sudah waktunya kau mengetahui semuanya." albert ragu mengatakannya melihat sofia menggelengkan kepala agar tak mengatakan apapun.
"Lanjutkan dad." dengan suara beratnya. ia sudah sangat penasaran dengan rahasia yang di sembunyikan mereka.
Dengan susah payah Albert membuka mulutnya. "Kai.. sebenarnya kau bukan.."
"Hentikan Albert!" bentak sofia dengan suara bergetar."Kai akan tau semuanya tapi ia harus berjanji satu hal padaku." lanjutnya.
"Apa mom, katakan." ucap kai tak sabar dan semakin penasaran.
"Setelah mengetahui semuanya, mommy ingin kau tetap berada bersama mommy. jangan tinggalkan mommy. mommy mohon kai." air mata sofia tak dapat di bendung lagi. pertahanannya runtuh seketika bersamaan dengan pandangan kai yang menajam. sofia merasa hidupnya di ujung tanduk.
"Baiklah, tak masalah." putus kai
tanpa berfikir membuat albert dan kinan menggeleng tak percaya.
"Sebenarnya kau bukan.." sofia menjeda ucapannya. ada ketakutan dalam nada bicaranya.
"kau bukan anak kandung daddy krisna." sofia menutup matanya rapat dan menunduk. terlalu takut untuk melihat reaksi kai yang sudah pasti akan sangat kecewa.
Tak ada satupun yang berbicara di antara mereka. suasana hening. kai terdiam cukup lama mendengar kenyataan yang baru saja sofia ucapkan. hingga suara tawa kai menggelegar seisi ruangan.
"Ha.. ha.. ha.." kai tertawa sumbang. "kejutan yang sangat manis mom, dan aku harap kau tidak sedang bercanda saat ini." Kai mundur beberapa langkah ia mberusaha menguatkan diri. kejutan ini seolah merontokkan tulang-tulangnya.
"Semua yang di katakannya benar kai." Albert membenarkan ucapannya.
"Autny, hanya kau yang tak akan berbohong." Kai memandang kinan mencari sebuah pembenaran disana.
"Tapi sayangnya semua yang ia ucapkan adalah benar. kau bukan anak kandung daddy krisna." Kinan mengulang ucapan sofia.
Kai sudah tak bisa mengontrol emosinya lagi. tangannya mengepal kuat dan dengan sekuat tenaga ia meninju tembok di sampingnya sehingga meninggalkan bercak darah disana.
KAI berteriak frustasi. ingin sekali ia menumpahkan kemarahannya. namun ia tak kuasa. ia hanya bisa menatap nyalang pada ketiga orang di hadapannya.
Kai melangkah mundur dan berbalik. "Aku harap semuanya sudah selesai saat aku kembali." tanpa menoleh lagi kebelakang, kai melangkah dengan cepat.
Ia menghentikan langkah saat melihat zahra berada di depan pintu.
"Kai.." lirih zahra dan mencekal lengan kai untuk menghentikan langkahnya.
Kai yang sedang sangat marah, tak mengindahkan panggilan zahra yang menghentikannya, kai melangkah dengan cepat dengan kaki panjangnya.
"Kai! tunggu kai.." Zahra berlarian berusaha mensejajarkan langkahnya. namun langkah kai yang terlalu cepat tak dapat ia kejar.
"Kai!" mendengar suara zahra menjerit memanggilnya, spontan kai berhenti dan menangkap tubuh zahra yang hampir terjungkal.
Lantas kai membawa masuk ke dalam mobilnya, dan mengendarainya jauh meninggalkan rumah. membelah jalanan pagi yang hampir siang dengan kecepatan penuh.
Tak ada yang bersuara baik kai maupun zahra. semua terdiam dalam pikiran masing-masing.
Kai terus membawa mobilnya tanpa tujuan. mengelilingi jalanan dan yang semakin panas.
flashback off.
***
mau di bawa kemana bang???