
Happy Reading...
Kai menghentikan laju mobilnya di tempat yang tak pernah ia datangi sebelumnya. tempat ini asing baginya meskipun ia telah lama tinggal d london tapi ia tak pernah menginjakkan kakinya di tempat ini.
Melihat seorang wanita yang tengah berjalan cepat dan sedikit berlari sambil berusaha menghentikan taksi, jelas terlihat bahwa saat itu wanita yang tengah menggendong bayi yang terus menangis itu pastilah sedang panik.
Melihat pemandangan seperti itu, hati kai seperti tersentil. yang pada waktu itu hati dan pikiran kai sudah di penuhi oleh zahra dan bayinya membayangkan jika zahra dan bayinya berada pada posisi wanita yang saat ini sedang berjarak kurang dari tiga puluh meter di depannya.
Kai menghidupkan mobilnya, dengan cepat ia melajukan mobil menyusul wanita berperawakan tinggi itu.
ciiiit.... Kai menghentikan mobilnya setelah ia berada di samping wanita yang masih berjalan itu.
Suara decitan mobil disampingnya memaksa wanita itu berhenti. tubuh suster mematung beku di tempatnya, bingung, takut melihat seseorang tinggi besar dan tegap menghampirinya.
"Siapa kau!" tanya suster memberanikan diri untuk bertanya pada pria tak di kenal yang ternyata adalah ayah sang bayi.
"Any problem?" tanya kai setelah berada di depan wanita itu. suster itu menggeleng berusaha tetap tenang dan tak menampilkan ketakutannya. nampak bayi dalam gendongannya gusar. mengulurkan tangannya berusaha menggapai kai.
Kai yang saat itu memakai setelan warna gelap membuat suster itu tersadar bahwa saat ini, dirinya dan Rain mungkin saja dalam bahaya.
Wanita itu memundurkan tubuhnya dengan wajah sedikit memucat. ingin kembali kerumah pun percuma, pikirnya. karena pria di depan ya yang mungkin saja adalah seorang penjahat itu akan dengan mudah menangkapnya kembali. sedangkan Rain jua harus segera di bawa kerumah sakit.
Tapi fokus kai saat ini bukan pada suster yang sedang ketakutan padanya, melainkan pada pria kecil yang sedang ia perhatikan memiliki wajah tampan di depannya. yang saat itu berusaha meraih tangan kai namun suster menepis tangan kai dan menyembunyika tangan bayi itu ke dalam selimutnya.
Da... da.. da.. gumam si kecil rain. seolah ia sedang memanggil kai dengan debutan dad.
"Can I help you?" tawar kai lagi karena wanita itu belum menjawab pertanyaannya tadi.
Kai yang kurang jelas mendengar wanita di hadapannya menanyakan siapa dirinya dengan bahasa indonesia berinisiatif mengajaknya berbicara menggunakan bahasa asing.
"any helping?" tanya kai sekali lagi.
"Take me to hospital, please!" wanita itu menjawab dengan terbata karena ia belum fasih berbahasa inggris.
"sure!" sahut kai cepat lalu membuka pintu mobil dan mempersilahkan wanita itu masuk. kai pun duduk di belakangbkemudi dan mengemudikan mobilnya dengan cepat.
Di dalam mobil, rain terus saja meronta merengek. tapi kali ini sepertinya bukan karena bayi itu kesakitan melainkan karena tangan bayi itu berusaha meraih kai yang berada di sebelah pwngasuhnya.
Hati kai menghangat pria itu merasa terharu, mungkin jika tidak ada orang asing di sebelahnya pasti saat ini pria itu menangis.
"Tenang sayang, sebentar lagi kita akan sampai kerumah sakit. dan mommy mu akan menyusul nanti." ucapnya menenangkan bayi itu.
"da.. da.. da.." mulut mungil rain kembali berceloteh.
Kai terkekeh melihat kelucuan bayi di sampingnya. seolah sedang mengajaknya bercerita.
"kau orang indonesia?" tanya kai membuka obrolan dengan wanita di sampingnya.
"Iya tuan, saya dari jawa" bohongnya. karena kania sudah mendidik seorang suster berpengalaman untuk membantu zahra merawat rain. tentunya dengan gaji yang sangat besar.
"Oh." kai mengangguk samar. "sudah berapa lama kau tinggal di sini." tanya kai.
"Hampir satu tahun." bohongnya lagi.
" Apa majikanmu orang indonesia juga?" perawat itu mengangguk tanpa beban.
"Lalu siapa nama pangeran kecil ini." tanya kai dengan wajah berbinar bahagia melihat rain kecil memainkan jemarinya.
"RAIN." jawab sang suster.
Jedarr....
Laksana mendengar suara halilintar bersabung, kai mendengar nama Bayinya di sebut oleh suster di sebelahnya.
"Siapa nama ibunya." suara kai tercekat saat menanyakannya. hatinya berdebar menunggu suster mengucapkan nama dari ibu sang bayi yang sudah membuatnya jatuh cinta saat ini.
***
gelud-gelud dah...
kebiasaan lu thor!
scroll lagi kakak