Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part. 69



Happy Reading...


"Rain..." Zahra kesal setengah mati karena rain yang membuatnya berlarian mengejarnya.


"Berhenti nak, ibu capek jika harus mengejarmu terus." zahra terengah-engah karena kecapekan.


"Kenapa kau manja sekali." ucap rain yang membuat zahra menganga karena tak percaya rain mengatakannya.


"Rain, kau bilang apa tadi?" tanya zahra tak percaya dengan pendengarannya.


"Mommy manja dan suka menangis." ejek rain yang memang sering melihat zahra menangis sendiri.


"Itu karena kau yang membuat ibu menangis. dan apa ini, kau membuat ibu harus terus berlari mengejarmu. kalau ibu tidak menangis apa ibu harus memukulmu. hah!" zahra membela diri.


Putra kecilnya ternyata bisa mengucapakan kata-kata yang tidak seharusnya di ucapkan untuk anak berusia 4 tahun.


"Kalau daddy datang, kau bisa memintanya menghukumku mom." ucap rain sambil berlalu.


Zahra sangat mengerti itu cara rain mengungkapkan pertanyaannya kapan ayahnya datang.


Karena selama ini zahra membohonginya bahwa ayahnya seorang penjelajah laut. dan harus mencatat semua nama-nama ikan yang ada di dalam laut.


"tell me mom, when my dad is come back?" pertanyaan rain membuat zahra seperti di hantam palu godam di jantungnya.


"Rain..." zahra berusaha menenangkan rain yang kembali merajuk meminta jawaban atas siapa ayahnya.


"Or, who is my father?" Rain menatap zahra dengan pandangan memohon.


"Honey..." Zahra tak dapat membendung air matanya lagi. ia menangis sambil memeluk tubuh mungil rain.


"Bisakah kau tak menanyakannya lagi? apa kurangnya kasih sayang ibu sampai ..." zahra tak menjutkan ucapannya. ia tak tau bagaimana menceritakan hal yang rain tak akan pernah mengerti.


Rain yang cerdas sangat mengerti akan kebungkaman zahra. berkali-kali ia menanyakan perihal yang sama. berkali-kali pula ia mendapatkan jawaban yang sama.


"No mom, i'm sorry! Maaf telah membuatmu sedih, tolong jangan menangis, aku tak bisa melihatmu menangis mom, baiklah, aku janji tak akan pernah mempertanyakannya lagi." tangan kecil rain mengusap air mata zahra yang meleleh di pipinya.


Zahra tertegun. kata-kata yang keluar dari mulut mungil si kecil Rain, yang membuat hati zahra hancur berkeping-keping.


Mommy hanya tak ingin membangun harapan palsu untukmu, untuk kita.


Zahra semakin terisak menumpahkan segala rasa sedih yang menyesakkan dadanya.


***


Hari semakin larut namun zahra masih terjaga, memandang wajah damai rain yang tengah terlelap.


Andai kau tau betapa inginnya ibu mempertemukan kalian, namun ibu tak sanggup jika suatu saat kau mengetahui bahwa ayahmu adalah saudara sekandung dengan kita.


Sayang maafkan ibu, meski kau tak bersama ayahmu tapi ibu janji kau tak akan pernah kekurangan kasih sayang.


zahra membelai kepala rain dengan sayang dan mengecupnya sebentar


Zahra beringsut, berjalan ke arah balkon. menyendiri dan memandang bintang. berharap ada satu keajaiban yang dapat merubah keadaan.


Zahra masih setia dengan lamunannya. namun lamunanya buyar saat gawainya berkedip menandakan ada pesan yang masuk.


Berjalan menggapai gawainya di atas nakas lalu menggeser icon berwarna hijau.


Ia tersenyum saat membaca pesan dari aldi.


"Kakak ada urusan di london. bisakah kita bertemu. ada yang ingin kakak katakan dan bawa rain bersamamu."


Begitulah isi pesan yang di sampaikan aldi.


"Jika kakak memberi tahu kai tentang keberadaanku, aku akan pergi lebih jauh dari kalian" ancam zahra pada pesannya.


"Hanya tuhan yang dapat menjamin." balasan aldi.


Zahra memutar bola malas. meski begitu zahra yakin aldi tidak akan mengatakan apapun pada kai.


***