
Happy Reading...
Author pov.
Dan siang ini menjadi makan siang pertama sebuah keluarga yang harmonis. tak ada dendam tak ada kebencian. hanya canda tawa dan melepas kerinduan.
Rain lah yang menjadi pemenang atas semuanya. mendapatkan ayah dan kakek dalam waktu bersamaan. sungguh kebahagiaan yang sempurna.
"Dad," panggil kai pada albert yang saat ini sedang asik memberi suapan pada cucunya. membuat semua yang hadir di meja makan tersebut menoleh padanya. tapi tidak dengan aldi. pria itu masih sibuk dengan memakan hidangan penutupnya.
"Hari ini aku meminta izinmu untuk segera menikahi putrimu." ucap kai dengan satu tarikan nafas. sambil tangannya memegang tangan zahra di bawah meja.
Albert tersenyum begitu juga kania. dan aldi hanya melirik saja karena memang sudah tau maksud dari acara makan siang ini adalah melamar zahra secara resmi di depan keluarganya.
"Tak ada yang lebih pantas mendapatkan putriku selain dirimu." ucapan albert penuh makna. tangannya terulur mengusap puncak kepala zahra yang duduk di sebelah kanannya sambil tersenyum.
"kapan kalian akan menikah?" kali ini kania yang bertanya.
"2 minggu lagi." ucap kai cepat. membuat zahra tersedak karena terkejut.
"Kenapa tidak besok saja." ujar aldi santai. "kamu gak takut zahra kabur lagi." sungguh di luar dugaan aldi berkata seperti itu. membuat kai ketar-ketir membayangkannya.
Kania terkikik mendengar penuturan aldi karena memang mereka berdua satu server. di balik ketegasan mereka tersimpan kekonyolan yang hakiki. sedangkan zahra memandang aldi dengan tatapan horor.
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi. aku akan mengikat mereka agar tak bisa kabur lagi." kai menimpali candaan aldi namun matanya memandang manik mata zahra.
Dan siang itu kebahagian mereka lengkap dengan membicarakan rencana penghelatan akbar yang akan di adakan di dua negara.
Sebuah resepsi super megah yang akan menjadi pesta termegah tahun ini akan di liput secara besar-besaran. yang akan menjadi tranding topik selama dua minggu kedepan.
***
Rencana pernikahan kai dan zahra terdengar oleh sofia, yang membuat wanita itu geram setengah mati karena zahra yang mengingkari janjinya. janji yang zahra buat karena terpaksa karena ancaman sofia.
Tanpa menunggu lagi, wanita itu segera menemui zahra di butiknya. tempat dimana zahra melewati harinya sebagai desainer muda.
"Apa zahra ada?" tanya sofia tanpa bersopan santun kepada karyawan butik setelah kakinya sampai di tempat yang ia tuju.
"Ada nyonya, tapi beliau sedang sibuk dan tak.. " gadis 23 tahun yang adalah karyawan di butik zahra itu tak meneruskan kalimatnya karena sofia yang lebih dulu pergi dari hadapannya.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, sofia langsung masuk keruang kerja zahra.
Zahra yang saat itu sedang sibuk mendesain terpaksa mengangkat kepalanya karena pintu yang terbuka dengan keras.
Zahra masih tenang di tempatnya. tak sedikitpun ketakutan di wajahnya. Zahra membiarkan sofia yang menatapnya tajam tanpa mempedulikan meski wanita itu memandangnya dengan aura permusuhan.
Jika dulu ia takut hanya dengan tatapan sofia yang mengintimidasinya tapi tidak dengan sekarang. zahra yang sekarang adalah wanita kuat didikan kania yang siap menghadapi apapun termasuk kebengisan sofia.
Merasa tak mendapatkan respon yang di inginkan, sofia semakin geram. ia beranjak mendekati meja zahra dan menarik lengan zahra sehingga ia terhuyung karena sofia menariknya dengan keras.
Plakk...
Satu tamparan mendarat di pipi zahra. karena zahra yang masih belum sempurna berdiri, iapun terjatuh kelantai bersamaan dengan satu tamparan yang ia dapat.
Zahra tak mengaduh sedikitpun. ia segera bangkit dengan memegang sebelah pipinya yang memanas karena tamparan sofia.
Zahra memandang sofia dengan mata memerah berusaha untuk tidak membalas perlakuan yang menyakitinya. bukan karena ia takut. namun ia masih menghormati sofia sebagai ibu dari pria yang ia cintai.
"Sudah kubilang kau harus menjauhi putraku" ucap sofia penuh emosi sambil melayangkan satu tamparan lagi ke pipi zahra yang masih memerah.
Zahra masih membiarkan apa yang di lakukan sofia tanpa membalasnya. dan satu tamparan lagi ia terima di pipi yang lain. namun zahra masih mendiamkannya.
Sofia merasa menang karena zahra tak sedikitpun membalasnya. kediaman zahra ia artikan zahra masih takluk di bawah kendalinya.
Sofia hendak menamparnya untuk yang keempat kalinya. namun sayang, untuk kali ini ia harus gagal. zahra menangkis serangannya dengan mencekal tangan sofia sebelum sampai menyentuh kulitnya.
"Sudah cukup nyonya, sudah lama aku membiarkan anda bersenang-senang." ucap zahra tanpa rasa takut.
"Jika anda merasa bisa menindasku untuk selamanya, maka anda salah." zahra menghempaskan tangan sofia sehingga wanita itu terhuyung dan hampir jatuh. namun sayangnya ia cukup kuat hingga tak sampai mencium lantai ruang kerja zahra.
"Kurang ajar kamu, dasar jalang!" umpat sofia pada zahra dengan muka memerah menahan amarah.
" Aku harap anda tidak salah mengartikan kata jalang, nyonya." zahra menekankan kata-katanya."kita semua tau siapa jalang yang sebenarnya disini." tak mau kalah, sofia hendak menjambak rambut zahra karena merasa terhina. namun zahra dengan cepat menepis tangan sofia dan tak membiarkannya menyentuh rambut panjangnya.
"Apa kamu lupa apa yang bisa aku lakukan kepada anak dan ayahmu." sofia mengingatkan tentang ancamannya beberapa tahun yang lalu.
"Dan jangan lupa, putramu juga berada di dalam genggamanku." zahra berbalik mengancam sofia dengan menggunakan kai yang sudah tergila-gila padanya.
"Dan jika aku mau, aku bisa membuat putra kesayanganmu itu pergi jauh darimu." Zahra menampilkan sisi yang lain dalam dirinya yang tak ia miliki sejak dulu. entah darimana wanita muda itu mendapatkan keberaniannya.
"Kau tidak akan mampu melakukannya, *****." sofia kembali dengan umpatannya.
"Aku sanggup melakukan apapun demi melindungi putraku dan juga ayahku." zahra kembali melantangkan suaranya.
"Tunggu saja, sebentar lagi aku akan membawa putramu pergi darimu dan aku akan mengambil kembali ayahku. kau akan hancur dengan kesombonganmu nyonya." zahra tanpa ragu mengatakannya.
"Aku pastikan semua yang menjadi hakku akan aku ambil kembali. tak tersisa sedikitpun untukmu. kecuali anda bersedia bersikap manis" ancam zahra tanpa rasa takut.
"Jika anda sudah selesai, silahkan pergi dari sini. karena saya harus menyelesaikan pekerjaan saya. dan tolong tutup kembali pintunya." zahra dengan angkuhnya mengusir sofia. lalu ia kembali duduk dibelakang meja kerjanya. tak memperdulikan sofia yang masih berdiri menatapnya dengan penuh kebencian.
Akhirnya sofia pergi dari tempat itu dengan amarah meletup-letup di kepalanya.
Zahra menghembuskan nafas lega yang sejak tadi menyesakkan dada setelah kepergian sofia dari ruangannya.
Sebenarnya zahra masih sedikit khawatir mengingat sofia adalah wanita yang nekat, tapi ia berusaha untuk tak terlihat lemah di hadapan wanita itu.
***
Di tempat yang lain, kai yang selalu merindukan zahra setiap waktu hendak menelponnya. namun ia urungkan karena saat ini zahra pasti sedang sibuk.
Akhirnya kai lebih memilih untuk melihat aktifitas zahra di ruang kerjanya melalui CCTV yang terhubung ke gawainya.
Mata kai membulat sempurna melihat interaksi kedua wanita di dalam rekaman CCTVnya.
Rahang kai mengeras ia mengepalkan tangannya sehingga buku-buku jarinya tampak memutih menahan amarah.
Segera ia memakai jasnya dan menyambar kunci mobilnya. secepatnya ia harus sampai ke butik zahra.
***
jreng... jreng... jreng...
Ayo tebak, kira-kira bang kai marah sama iapa???
yang jawabannya bener dapat finger heart dari author 😊😊😊
syuka... syuka... syuka kalau 👍👍👍 bayak banget. apalagi komennya bejibun, wuihhh makin semangat aja nih si othor.
Hadiahnya seiklasnya aja, makin banya juga makin oke ***😄😄😄
lots of luv chanda 💕💕💕***