
Happy Reading...
Tapi kau terlihat begitu memujanya. lalu apa aku bisa mempercayai ceritamu?" pertanyaan yang memojokkan albert.
"Dan saat itu kami memutuskan memperbaiki semuanya. ayah bertekad untuk menceraikan sofia. namun ada hal yang terjadi yang membuat ayah tak bisa lepas dari jerat sofia." albert tersenyum miris.
"Ceritakan, berikan aku alasan yang masuk akal kenapa ayah tak bisa meninggalkan nyonya sofia." bahkan zahra tak mampu mengucapkan mommy di depan nama sofia kendati dia adalah istri dari ayahnya.
Sebuah kebencian yang tak sanggup ia ungkap dengan kata-kata. terlalu menyedihkan dan memuakkan sebenarnya.
Zahra bukanlah kania yang bisa membanting-banting barang atau mencakar bahkan tanpa segan menghajar saat emosi menguasainya.
Zahra hanyalah wanita lembut yang bisa saja menjadi kucing liar jika dihadapkan pada situasi yang tak menguntungkannya.
jika dulu ia mengalah pada tekanan sofia, bukan karena sekedar alasan untuk menjaga anak dan ayahnya. namun ia lebih memikirkan perasaan orang tua yang tak ingin kehilangan putranya. meski jika di pikir pakai logika, zahra justru melukai dirinya dan juga putranya.
Albert menengadah. seolah mengingat suatu hal yang hampir terlupakan."Sebuah tragedi menimpa kami. seseorang mencoba mencelakai kami. mungkin karena saat itu ayah mampu berdiri setelah kebangkrutan. lebih pada dendam. atau mungkin ada motif lain. entahlah. sampai saat ini ayah belum menemukan jawabannya. siapa dalang penembakan itu."
"Penembakan?" mata zahra melotot hampir tak mempercayai apa yang di dengarnya.
"Krisna melihat pergerakan tak biasa. dan dengan cepat ia mendorong tubuh ayah hingga peluru itu menembus tepat di jantungnya." Albert menyeka air matanya. tak dapat di pungkiri, zahra melihat mata tua itu merembes mengeluarkan tangis tak bersuara.
"Lanjutkan ayah." dengan suara serak zahra meminta albert meneruskan cerita masa lalunya.
"sebelum menghembuskan nafas terakhir, krisna meminta ayah untuk menjaga sofia, wanita satu-satunya yang ia cinta. terlebih saat itu ia juga mengandung. dan kai juga masih terlalu kecil. tak ada pilihan lain akhirnya ayah mengiyakan permintaan terakhir sahabat ayah."
"Tapi kau mencintainya yah, kau selalu menuruti keinginannya. kau tunduk di bawah kakinya." Albert tertampar oleh pernyataan zahra.
Albert terkekeh. "jangan menjudge seperti itu zahra. ayah tidak seperti yang kau bayangkan." Albert tersenyum masam.
"Kau mengingat saat ayah mengusirmu. kau benar, itu tindakan yang tak manusiawi. saat itu ayah berfikir kai tidak akan selamat. jika itu terjadi, kau akan lebih tersakiti karena aldi yang akan menikahimu." ada penyesalan tersirat dalam manik mata albert.
"Tapi itu permintaan nyonya sofia. dan kau tak bisa menolak. begitu kan? apa harus seperti itu. atau mungkin kau yang sudah jatuh terlalu dalam pada pesonanya. sehingga kau tak tega melukainya" zahra mencerca albert tanpa ampun. persetan dengan tata krama. ia harus mendapatkan jawaban atas tanda tanya besar dalam hatinya selama ini.
"Menurutinya adalah jalan pintas agar tak membuatnya melakukan hal yang lebih gila. dan mencintainya suatu hal yang tak pernah ingin ayah lakukan. dan ayah tak bisa menceraikannya karena terikat janji. itu saja." albert berucap seolah tak ada beban.
"Jika aku memintamu untuk meninggalkannya, apa ayah bersedia?" permintaan yang sangat sulit untuk di kabulkan sepertinya.
"Ayah sudah memutuskan untuk mengakhiri semuanya. ayah akan mengembalikan semuanya padamu. kai dan kakakmu yang akan mengurusnya jika kau mau."
"Apa yang akan ayah lakukan dan bagaimana dengan nyonya sofia."
"Jika di izinkan ayah ikut bersamamu. itulah satu-satunya cara agar ayah lepas dari sofia tanpa mengingkari janji ayah pada mendiang krisna."
"maksudnya?" ucap zahra tak mengerti.
"Sofia akan mengikuti kemanapun ayah pergi meski ke jalanan sekalipun. tapi jika ayah tinggal bersamamu, sofia akan berhenti. wajahmu mengingatkannya pada ibumu. dan ia sangat tak menyukainya."
" ayah tau maksudmu sayang. asal kau tau sejak malam sofia menjebak ayah malam itu, ayah tak pernah terlibat apapun bersamanya." zahra syok mendengarnya hingga ia membulatkan mata dan membuka mulutnya sehingga membentuk huruf O.
Albert tertawa kecil melihat reaksi zahra yang berlebihan.
Hening beberapa saat. terdengar helaan nafas albert seolah tak ada lagi beban yang harus ia tanggung.
"Lalu siapa orang tua kai sebenarnya." pertanyaan yang hampir terlupakan dalam pembicaraan mereka pun tiba-tiba di lontarkan oleh zahra.
Albert menggeleng lemah. " Krisna hanya mengatakan bahwa orang tua kai adalah saudaranya. ayah juga belum pernah bertemu dengannya."
"Apa anak-anak nyonya sofia mengetahui tentang semua ini?" zahra memandang albert penuh pertanyaan.
"Hanya kau yang tau." albert membelai puncak kepala dengan sayang.
"Sudahlah jangan fikirkan itu. dan jangan membahasnya di depan kai. cukup kau tau bahwa darah sofia tak mengalir setetespun dalam tubuhnya. sudah waktunya kalian bahagia."
Sang surya telah tumbang di kaki langit sebelah barat. tergeser oleh redupnya pekat malam. sang rembulan tampak malu-malu mengintip di balik gumpalan awan putih bergulung indah.
Namun pembicaraan mereka seolah tak pernah habis meski dingin mulai menyeruak membelai kulit lembut zahra.
Terdengar suara mobil terparkir. disertai derap langkah dari vantovel yang mengalun indah di telinga zahra. langkah yang begitu familiar yang bahkan setiap waktu menyapa gendang telinganya.
"Pulang sekarang?" kai mencium kening zahra tanpa mengindahkan ada pria tua yang lebih berhak darinya masih bertengger manis di samping zahra.
Zahra tersenyum menerima apapun yang kai lakukan "Baiklah. sepertinya rain juga sudah cukup lelah."
Zahra beranjak setelah mengakhiri obrolannya dengan albert.
Albert memeluk zahra dengan penuh kasih. tak ada beban yang menghimpit keduanya. kasih sayang meleburkan segumpal dendam yang menyesakkan.
Cinta kasih mengikat erat semua hati. sebuah ago harus terhempas tanpa ampun saat si empunya cinta memaksa untuk menaruh cinta diatas segalanya.
***
Dady albert sweet banget sih, jadi meleleh. gimana sofia gak klepek-klepek coba. orang gentle gitu 😍😍😍
cuma karena janji lo gengs!!!
Ternyata oh ternyata... daddy albert yang paling menderita sejagad noveltoon.
Hayooo siapa yang kemarin hujat-hujat daddy Albert. minta maaf sono bawain apa gitu, wkkk
scroll lagi kakak...