
Happy Reading...
..."Terima kasih sayang, terima kasih telah menjaganya untukku, dan terima kasih telah memperjuangkannya. dan aku janji, aku akan memperjuangkan kalian, apapun yang terjadi kalian harus menjadi milikku." janji kai, karena ia tau betapa rumit dan sulitnya hubungan mereka. tidak akan mudah bagi mereka untuk menyatukan cinta karena terlalu banyak pertentangan....
Keharuan menyeruak di hati Kai, saat ia menatap dalam wajah zahrah. sepenggal luka yang ia tanamkan memberinya kehidupan baru.
Kai jatuh cinta pada pandangan pertama. ia telah benar-benar jatuh cinta pada bayi mungil yang saat ini ada dalam pelukannya.
"Welcome to my world, Rain." ucapnya bangga di depan zahra dan bayinya. Kai memberikan nama Rain pada bayi mereka.
Kai menatap kembali wajah Zahra yang masih tertidur. meski pucat namun ia tak pernah kehilangan kecantikannya. gadis cantik dan baik seperti namanya, khanifah zahra
"Sepertinya Aku harus berterima kasih pada ibumu karena telah melahirkan putri hebat sepertimu, yang telah memberiku anugerah terindah sepertinya." bisik kai setelah melihat wajah zahra dan bayinya bergantian
Di luar hujan masih belum bosan membasahi bumi. hari sudah menjelang larut saat ia menyadari bahwa ia telah melupakan gadis kecil yang bersamanya sejak tadi. gadis itu sudah terlelap di atas sofa kamar rumah sakit setelah berhasil memberi kabar bahwa mereka terjebak di hujan dan harus kerumah sakit karena zahra mengalami kontraksi. tapi ia tidak memberi kabar bahwa zahra telah melahirkan.
Namun tidak dengan Kai, pria itu tetap terjaga. kantuknya seolah lenyap dari pelupuk matanya karena rasa bahagianya. sampai ia lupa memberi kabar pada Albert karena Albert sedang bersamanya di bandung saat ini.
Tidak! kai memutuskan untuk tidak memberi tau bahwa ia telah mengetahui keberadaan Zahra. ia tidak ingin Albert memisahkannya lagi dengan zahra. Kai masih belum mempercayai Albert yang sudah berubah.
Kai mengambil foto zahra dan bayinya dan mengirimkannya pada Aldi. karena hanya Aldi satu-satunya orang yang ia percaya saat ini. "telah kutemukan duniaku yang hilang." isi pesan yang ia kirim kepada sahabatnya. dan dengan cepat Aldi membalas. "Congrat! Genggam erat duniamu atau ia akan meninggalkanmu lagi." begitulah pesan yang di kirim aldi padanya. Kai senang karena Aldi selalu mendukungnya.
Lamat-lamat ia memandang wajah bayi yang tidur di dalam boxnya. ia menyesal bagaimana cara ia mengantarkan bayi mungil itu ke gerbang dunia. ia harus menggores luka pada seorang gadis. namun ia telah bertekad akan menebus kesalahannya.
Kai kembali ke kamar Zahra, namun gadis masih terlelap. "Maaf telah menyakitimu, maaf telah kesusahan karena kebodohanku" lirih kai. berkali-kali.ia telah mengucapkan kalimat itu meskipun zahra tak mendengarnya. "Tapi aku janji, aku menebusnya aku akan mengganti kesusahan dan rasa sakitmu dengan seluruh cinta." janji kai. yang mungkin entah berapa kali ia ucapkan.
***
Masa kritis Zahra telah lewat dan sudah di pindahkan ke kamar perawatan, namun ia masih terlelap. gadis itu tidak menyadari bahwa kai adalah orang yang membawanya kerumah sakit dan yang juga berada di sampingnya saat ini.
Suara kai yang ia dengar siang tadi ia anggap bahwa ia tengah berhalusinasi karena ia sangat merindukan kai.
"Egght.." zahra melenguh, gadis itu membuka matanya dan mengedarkan pandangannya. Aroma obat menyeruak menyapa indera penciumannya dan jarum infus menancap pada pergelangan tangannya. ia menyadari bahwa saat ini ia sedang berada diatas tempat tidur rumah sakit.
Ia mengingat bahwa ia terjatuh di mall dan di tolong oleh seorang pria yang tidak ia kenal. namun ia sangat mengenal aroma maskulin tubuh pria yang telah menolongnya. aroma parfum bercampur aura tubuh yang selalu menenangkannya. aroma tubuh Kai.
Zahra menoleh, ia mendapati kai tertidur dengan bertumpu pada kedua tangannya. kai terbangun karena pergerakan tangan zahra yang menyentuh lengannya.
"Siapa anda?" tanya zahra namun kai hanya tersenyum dan memandang dalam manik mata zahra. ia senang menjadi orang pertama yang zahra lihat setelah ia bangun dari tidurnya.
"Terima kasih telah menolongku, apa kita saling mengenal? sepertinya saya pernah melihat anda?" untuk yang kedua kalinya pertanyaan zahra tidak di jawab oleh kai. pria itu hanya tersenyum. bukan tanpa alasan kai tidak menjawab pertanyaan dari wanita yang beberapa jam lalu telah melahirkan putranya.
Kai tidak ingin zahra mengenali suaranya. pria itu takut zahra menolaknya setelah yang di lakukan Albert padanya.
Bingung karena Kai yang tidak bersuara sama sekali, zahra sekali lagi ingin mengajukan pertanyaan. namun belum sempat ia membuka mulutnya pintu kamarnya terbuka. Renita datang bersama kania.
Kedua wanita itu masuk dengan senyum yang mengembang di kedua sudut bibirnya. menandakan bahwa mereka sedang bahagia saat itu.
Namun senyum mereka sirna saat mendapati pria tak dikenal berada di sekat zahra. Renita menghambur memeluk Zahra. namun kania membeku di tempatnya, memandang lekat wajah pria yang ada di hadapannya.
Nyali kai menciut seiring dengan tatapan penuh pertanyaan dari wanita di hadapannya.
"Bisa kita bicara," ucap kania tanpa membuang pandangannya dari kai yang membalas memandangnya seraya tersenyum.
"Tentu!" jawab kai yakin.
Kedua orang itu keluar dari kamar zahra. dan zahra mengikuti langkah mereka dengan pandangannya dan banyak pertanyaan di benaknya.
"Saya tidak tau apa maksud anda menolong zahra, dan saya berterima kasih untuk itu. " kania menjeda ucapannya. "Namun jika anda mempunyai maksud lain dari pertolongan anda, maka saya tidak akan membiarkan usaha anda berhasil." ucapan kania penuh makna.
Sebenarnya kania telah menduga siapa kai sebenarnya dari cerita cindy saat gadis itu menelponnya. namun kania belum mengetahui bahwa pria yang ada di hadapannya saat ini adalah anak dari musuh bebuyutannya yaitu sofia.
"Sekarang katakan apa mau Anda." ucap kania dengan penuh penekanan namun dengan air wajah yang terlihat biasa. ciri khas kania tenang namun tegas.
Kai masih berada pada mode waspada saat mendengar rentetan pertanyaan dari Kania yang belum satu pun ia jawab. pemuda itu masih dapat menguasai keadaan dan menyiapkan jawaban atas segala pertanyaan yang mungkin di lontarkan oleh kania, wanita yang baru pertama kali ia lihat.
"Saya tidak bermaksud apa-apa tapi saya mau membawa apa yang seharusnya menjadi milik saya." Tegas kai tanpa rasa takut meski jantungnya seolah ingin meledak karena kegugupannya.
Kania tersenyum miring. "Apa kau lupa siapa dirimu? takdir tidak akan mengizinkan kalian berdua! Dunia akan dengan keras menolak kebersamaan kalian." tentang Kania yang juga mengira bahwa kai adalah anak Albert. sepertinya wanita itu tidak dapat mengenali wajah aldi setelah beberapa tahun tidak bertemu.
"Saya sangat yakin bahwa takdir telah mempertemukan kami meski dengan cara yang menyakitkan. dan jika Dunia menolak maka saya akan menciptakan Dunia kami sendiri." Tantang kai tanpa rasa takut.
Kania salut terhadap tekad kai, itu cukup membuktikan bahwa kai benar-benar akan mempertanggungg jawabkan perbuatannya. namun kania juga bertekad bahwa ia harus menjauhkan zahra dari Albert dan juga sofia.
Kedua manusia berbeda jenis itupun saling memandang dengan pandangan saling menantang. kania yang bertekad untuk menjauhkn zahra dan kai yang bertekad untuk meraih Zahra.
***
Ritualnya gengs ...
like coment and vote....
mungkin ada yang mau jenguk mbak zahra bawa bunga sekebon, di persilahkan 😘😘😘
othor mau ngingetin jangan lupa dan jangan pelit 🖒🖒🖒 biar othor makin semangat buat update meski agak ngaret, bijimana gak ngaret dunia nyata othor juga sedang membutuhkan kehadiran othor.
Lots of luv chanda 💕💕💕