Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part.40



London.


Aldi terbang ke london pagi itu juga. ia sengaja tidak memberitahukan kedatangannya ke london kepada Albert.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari 15 jam, Aldi lebih memilih untuk menginap di hotel.


Pagi hari, pria itu tidak menemui albert di mension ataupun ke kantornya. ia lebih memilih untuk kerumah sakit menemui kai.


Meskipun apa yang di lakukan sofia tidak termaafkan, namun kai tidak bersalah. ia juga korban di sini. hubungan kakak beradik di antara mereka memang tidak di ikat oleh darah namun karena mereka telah tumbuh bersama sedari kecil.


Kasih sayang tidak harus di miliki oleh dua orang yang memiliki darah yang sama tapi kasih sayang di miliki oleh mereka yang bisa memberikan apa di butuhkan satu sama lain.


Aldi menyayangi Kai dan menganggapnya sebagai adik meskipun mereka tidak di lahirkan dari rahim yang sama.


Namun kenyataan yang di terima aldi saat ini sangat menyakitkan. ia bukan saja kehilangan kasih sayang ibunya tapi ia juga harus kehilangan adiknya sebelum sempat ia mengetahui kebenarannya. dan itu di dikarenakan oleh orang yang sudah aldi anggap sebagai ibunya sendiri.


Kini ia dihadapkan pada satu pilihan, memaafkan sofia dan membohongi hatinya. berpura-pura tidak pernah terjadi apapun.


Atau Aldi harus membalas perlakuan sofia karena menyingkirkan ibunya dan membuat adiknya pergi meski ia harus berhadapan dengan Albert, orang tua kandungnya sendiri.


Saat ini Aldi telah berada di depan ruang perawatan kai. tidak ada yang menjaganya waktu itu karena kai sudah melewati masa kritis. keadaannya sudah setabil namun agaknya ia masih betah dalam tidur panjangnya.


Kaki panjangnya melangkah memasuki ruanh rawat aldi. hatinya trenyuh menyaksikan tubuh yang dulu kekarbtegap berotot kini menjadi sangat pucat.


"Hai kai, apa kabar?" Aldi duduk di kursi sebelah tempat tidur kai. menatap nanar keadaan kai yang semakin kurus.


"kau tidak perlu menanyakannya bodoh" kai menjawab dari alam bawah sadarnya.


Seluruh alat bantu yang menempel pada tubuhnya sudah di cabut. hanya menyisakan selang infus yang menancap di pergelangan tangannya dan alat bantu pernafasan.


"Apa kau sudah baik? sebaiknya kau segera bagun kalau tidak aku akan meninjumu." aldi terkekeh karena bermonolog.


"Kau tidak akan melakukannya, kau itu lemah. kau terlalu menyayangiku."


"Kau tau, kau sudah tertidur terlalu lama. apa kau tidak capek. bahkan suster yang menjagamu pasti merasa bosan merawatmu. dan dokter yang menanganimu pasti sudah sangat muak menjawab pertanyaan mereka yang menanyakan keadaanmu." aldi terkekeh tapi suaranya terdengar parau.


"Aku akan membeli rumah sakit ini nanti, jangan khawatir."


"Aku benci mengatakan ini, tapi sayangnya aku harus melakukannya. aku ingin kau bangun sekarang karena aku membutuhkanmu." aldi tersenym kecut.


"Cih, bilang saja kau tidak bisa jauh dariku"


"Aku hanya ingin bilang bahwa Zahra telah pergi," nadanya penuh penyesalan


"Kenapa kau tidak mencegahnya bodoh!"


"Aku tidak tau kemana dia pergi, tapi yang aku tau dia sangat tersakiti."


"Bukankah aku telah memintamu menjaganya!"


"Dan yang lebih parahnya lagi, orang yang membuatnya pergi adalah ibumu. mommy sofia."


"Apa yang kau katakan al, itu tidak mungkin!"


"Sekarang katakan padaku, apa yang harus ku lakukan. apa aku boleh marah kepada ibumu. pasti kau tidak akan suka."


"Terserah apa yang ingin kau lakukan tapi temukan Zahra."


"Cepatlah bangun kau bukan saja menyakiti gadis malang itu, tapi kau juga menyakiti adikku. ternyata dia adalah putri mommy kinanti."


"Aku akan bangun, aku ingin bangun al! tolong aku bebaskan aku dari ruang tak berujung ini."


Aldi terisak di samping brankar tempat Kai tertidur. tangisnya pecah penuh dengan kekecewaan. pria itu menatap sendu pada kai. netranya menangkap setitik air mengalir dari sudut mata Kai.


Kai menangis! pemuda itu merespon apa yang di katakan oleh Aldi. Aldi juga melihat gerakan samar dari jari telunjuk Kai.


Aldi panik tapi sekaligus bahagia. dan dia segera memanggil dokter untuk memastikan bahwa kai telah sadar.


Aldi pergi dari rumah sakit dan menuju ke kantor Albert. ia tau bahwa albert saat ini sedang berada di london.


Kedatangannya ke indonesia hanya untuk melihat hotel yang di kelola oleh aldi. bisnis perhotelan dan rest area yang dimiliki keluarga Almeida tersebar di mana-mana.


Di sinilah ia sekarang di depan kantor Almeida. gedung pencakar langit yang menjadi pusat kerajaan bisnis Almeida.


Aldi memasuki area kantor Albert dengan langkah panjangnya. ia tak menghiraukan lagi orang di sekitarnya yang memandangnya dengan tatapan heran.


Saat ini tujuannya adalah meminta penjelasan Albert dan menyerahkan surat dari mendiang ibunya.


Tanpa mengetuk pintu, Aldi masuk ke ruangan albert. dan kebetulan disama juga ada sofia yang sedang berkunjung ke kantor Albert.


"Selamat siang,dad." sapa aldi secara tiba-tiba.


Albert yang saat itu sedang berbicara dengan sofia terkejut mendengar suara Aldi yang tiba-tiba masuk kedalam ruangannya.


"Kau disini? kapan kau datang kenapa tidak menghubungi." Albert menghampiri aldi dan memeluknya.


"Hai son, how are you." Sapa sofia yang juga langsung memeluknya. sofia memang menyayangi Aldi dan tidak membeda-bedakannya dengan kai.


"I'm fine mom." membalas pelukan sofia dan tersenyum. bagaimanapun sofia turut andil dalam membesarkan Aldi.


"Kenapa kau tiba-tiba kesini, Apa ada masalah?" tanya Albert setelah mereka bertiga duduk di sofa ruang kerja Albert.


"Tidak, tidak ada masalah sama sekali. aku hanya ingin melihat Kai." ucap Aldi datar namun pemuda itu mati-matian menahan gunung api amarah dalam dadanya yang siap meledak.


"Apa kau dari rumah sakit?" Tanya albert selanjutnya dan bersamaan dengan itu sofia bangkit dari duduknya.


"Kau sudah mau pergi sayang?" tanya Albert pada sofia dengan tatapan cinta yang membuat Aldi sangat muak.


"Aku haru kembali kerumah sakit sekarang. aku belum melihat kai hari ini. sampai nanti sayang." Sofia mencium pipi kanan dan kiri albert dan pemandangan itu sukses membuat Aldi mengeraskan rahang. betapa muaknya pemuda itu. apalagi saat mengingat apa yang telah dilakukan wanita itu terhadap keluarganya.


"Mommy pergi dulu sayang, dan kau harus datang ke mansion untuk makan malam." pamit sofia pada Aldi sedangkan aldi hanya mengangguk samar.


"Tentu mom, aku juga kangen dengan kesayanganku keisya." tukas Aldi meski hatinya terasa tercubit saat membalas pelukan sofia


"Sepertinya kau akan sedikit kesusahan nanti." imbuh sofia dan aldi terkekeh.


"see you mom!" putus aldi akhirnya.


Aldi kembali menatap Albert setelah mengantarkan sofia dengan pandangannya. ia hanya memastikan bahwa sofia benar-benar keluar dari ruangan itu.


Tiba-tiba tatapan aldi menjadi dingin. tidak seperti sewaktu baru datang tadi.


"Aku kesini hanya untuk memberikan ini!" tegas Aldi sambil menyerahkan surat yang di tulis oleh mendiang ibunya.


"Apa ini?" tanya albert mengambil surat dari uluran tangan Aldi.


"SURAT CINTA DARI KINANTI AIZAHWA ALMEIDA" tegas Aldi mantap.


jreng... jreng... jreng...


****


Thoooor... demen banget sih bikin surat, emang dulu othor kerja jadi tukang pos ya???


lah kok tau???


canda ah,,, πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Ritualnya gengs...


Like, comments and vote..


Lots of luv ChandaπŸ’•πŸ’•πŸ’•