
Happy Reading...
Dea dan Aldi keluar dari kamar, mereka sengaja meninggalkan Zahra sendirian untuk memberikan waktu pada Zahra berbicara pada Kai.
Hening sesaat tak ada yang membuka suara. cukup lama mereka saling bungkam dengan pikiran masing-masing.
"Dea!" suara Aldi memecah keheningan, Dea yang merasa di panggil namanya pun menoleh.
"Sejak kapan kamu mengenal Zahra." tanya aldi .
"Belum lama, sekitar enam bulan yang lalu". jawab Dea sambil mengingat saat pertama kali gadis itu bertemu dengan Zahra.
"Coba ceritakan semua yang kau tahu tentang Zahra." pinta Aldi yang membuat Dea menoleh ke arahnya.
"Kenapa anda begitu tertarik, apa anda begitu menyukainya?" tanya Dea tanpa mengalihkan pandangannya.
"Aku merasa pernah melihatnya tapi aku tidak tahu dimana." sambil balik menatap ke arah Dea.
" Tentu saja anda pernah bertemu, bahkan sering. anda ini aneh." Dea menggeleng.
" Bukan itu maksudku Dea, wajahnya mengingatkanku pada seseorang." sambung Aldi pria itu tampak berfikir.
"Ah itu, entahlah. saya tidak tahu banyak tentang dia. dan dia juga tidak pernah menceritakan masalah pribadi. anda sendiri tahu bahwa dia sangat tertutup."
"Apa kau tahu orang-orang terdekatnya, saudara atau keluarga yang lain?" korek Aldi
"Anda belum menjawab pertanyaan saya, apa anda menyukai zahra." Dea mengulangi pertanyaan membuat Aldi menoleh kembali padanya.
"Sudah malam, masuklah. besok aku kembali." Aldi berdiri lalu mengacak rambut Dea dan berlalu meninggalkannya.
Dea masuk ke dalam kamar dan melihat Zahra sudah tertidur. netranya menangkap benda pipih tergeletak di atas nakas.
Terlintas ide jahil di otaknya.Gadis itu mendekat dan mengambil benda pipih berwarna hitam itu lalu membukanya. entah itu nasib baik atau memang kebetulan, ponsel itu tidak menggunakan pengaman.
Dea tersenyum, tak mengindahkan lagi rasa adab sopan santun, tak.mengingat lagi tentang privasi gadis itu mengotak atik galeri di dalam gawai tersebut.
Dea melihat-lihat isi dalam galeri tersebut, hanya berisi foto- foto aldi. foto saat Aldi masih remaja sedang bersama teman prianya sedang memakai jaket dan topi yang sama. sungguh ke kanak-kanakan menurut dea.
Gadis itu terus dan terus berselancar menelusuri galeri sambil tersenyum. tatapannya terhenti saat melihat foto seorang wanita yang masih muda, tapi foto tersebut tampaklah foto lama dan di perkirakan sekarang orang yang ada dalam foto tersebut sudah tua.
Dea terkikik melihat foto seorang pria kecil dengan mulut belepotan karena memakan coklat. dan itu dapat di pastikan bahwa anak yang ada dalam foto itu adalah Aldi kecil. pria yang saat ini sudah Dewasa dan menjadi pria dewasa yang sangat tampan.
Dan dengan lancangnya Dea mengirim beberapa foto Aldi ke gawainya sendiri melalui aplikasi warna hijau dan segera menghapus jejaknya.
Foto terakhir yang ia lihat adalah foto kebersamaan Aldi saat ia di Wisuda bersama lelaki paruh baya yang memiliki wajah tampan meski usianya sudah berumur. Dea berfikir bahwa itu adalah orang tua Aldi, tapi gadis itu tertegun setelah memandang dengan benar bahwa foto itu mirip orang yang dikenalnya. Dea merasa familiar dengan wajah itu tapi otaknya tidak dapat menjangkau ingatan siapa orang yang mirip dengan wajah di foto itu.
***
next nanti malam...