Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part.43



Happy reading..


Albert dan aldi memulai sesi makan malam dengan diam. tidak banyak yang mereka bicarakan. hanya sesekali suara ceria Keysa yang terdengar.


Keisya adalah anak bungsu dari Albert dan sofia. gadis berusia 18 tahun yang cantik namun bar-bar. Maka tidak heran di manapun gadis itu berada selalu ada saja keributan.


Setelah makan malam, Aldi masuk ke dalam kamar yang memang di sediakan jika ia sedang berkunjung ke london.


Suara ketukan membuat Aldi menoleh ke arah pintu. dilihatnya keisya masuk meski si empunya kamar belum mempersilahkannya masuk.


"Kak!" panggilnya pada Aldi, gadis itu bergelayut manja pada lengan Aldi.


"Hmm." Ali hanya menjawab dengan bergumam karena ia tau, adik bar-barnya ini pasti akan berlaku manis saat ada maunya.


"Boleh kei minta sesuatu? mumpung kakak ada di sini." ucapnya dengan puppy eyes.


"Tergantung." ucap kai tanpa beban.


"Aku anggap itu persetujuan." keisya beransumsi.


"Kakak belum bilang iya." ujar kai


"Kelamaan nunggu kakak bilang iya." keisya mengambil keputusannya sendiri.


"Emang kamu mau apa dari kakak key?" Aldi mendudukkan dirinya di sofa dan di ikuti keisya yang duduk di sebelah Aldi.


"Keisya boleh ikut kakak ke indonesia?" gadis itu mrnghiba.


"Memangnya kamu mau apa di sana? kamu kan harus kuliah." Aldi menolak permohonan adiknya karena ia tau bahwa kei suka membuat masalah.


"Keisya bisa ambil cuti." Keisya bersikeras.


"Kakak sibuk gak bisa temenin kamu jalan-jalan. kamu pasti bosan." Aldi beralasan.


"Tidak apa-apa, keisya akan jalan-jalan sendiri." Aldi tak menjawab karena percuma mendebat keisya yang suka srmaunya. dan gadis itu meneruskan acara ngocehnya yang membuat siapapun yang mendengarnya merasa capek telinga. termasuk Aldi.


*


*


*


*


Di dalam kamar, albert masih memasang wajah datar seperti biasanya. sofia yang merasakan kejanggalan pada suaminya yang biasanya mesra terhadapnya tiba-tiba bersikap dingin.


Sofia memberanikan untuk bertanya saat albert menolak ciuman yang ia berikan. karena biasanya Albert suka dengan yang sofia lakukan.


"Albert, kau menolakku sayang?" seperti biasa sofia selalu bersikap manis.


"Aku hanya lelah." bohong Albert.


"kemarilah, aku akan menghilangkan rasa lelahmu." sofia menarik tangan Albert untuk mengikutinya ke tempat tidur. namun albert menghempaskan tangannya pelan.


"Hey, ada apa denganmu? apa ada masalah? tanya sofia yang merasa tidak biasanya albert menolaknya.


"Tidak ada masalah sofia, tidurlah!" titah Albert dengan ekspresi dinginnya.


"Kau tidak bisa membohongiku, aku tau kau tengah berbohong. katakan ada apa" sofia memaksa.


"Apa kau yakin ingin mendengarnya?" albert menatap tajam sofia.


Sofia yang merasa ada yang tidak biasa pada ucapan albert membalas tatapan albert penuh tanya. "Tentu katakanlah."


"Aku hanya teringat kinan. aku merindukannya. dan aku sangat ingin mencari keberadaannya." ucapan Albert cukup membuat sofia tercekat. ia heran kenapa tiba-tiba albert mengingatnya.


"Untuk apa kau memikirkannya. bukankah sudah jelas ia meninggalkanmu demi pria lain." sofia mencoba memprovokasi. jurus andalan yang selalu ia gunakan untuk menyingkirkan orang yang tidak di sukainya.


"Kenapa kau merasa seperti itu? bukankah foto-foto itu merupakan sebuah bukti." sofia memberikan alasan yang tidak dapat di tolak oleh Albert.


"Dan foto itu juga ada yang sengaja membuatnya agar kinan tampak buruk." ucapan albert cukup menohok perasaan sofia.


"Albert apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan. kenapa kau jadi bertele-tele." sofia sudah mulai curiga dengan ucapan albert.


Melihat gelagat sofia yang tidak biasa, albert menjadi semakin yakin bahwa yang di katakan kinan dalam suratnya adalah benar.


"Kenapa kau jadi gugup sofia, apa kau menyembunyikan sesuatu? " tatapan albert mengintimidasi sehingga sofia menjadi salah tingkah.


"Apa maksudmu Albert? aku tidak mengerti maksudmu." sofia menghindari tatapan Albert. wanita itu mengalihkan pandangannya mencari alasan agar tidak bertatapan mata dengan Albert.


"Katakan sofia, kenapa kau melakukannya?" albert hampir kehilangan kesabarannya. ia mencengkeram lengan sofia hingga wanita itu mengaduh.


"Kau membohongiku sofia, kinan sama sekali tidak bersalah dan kaulah yang membuatnya tampak bersalah. kau membuatku mengusir istriku yang sedang mengandung." rahang albert mengeras karena menahan amarah.


"Siapa yang mengatakannya? itu semua tidak benar." sofia ketakutan nampak bibirnya bergetar menahan tangis.


"Kau tidak perlu tau, kau hanya perlu mengatakan apa itu benar sofia!" suara Albert meninggi. sofia sudah tidak dapat mengelak. ia hanya bisa menangis.


"Pergilah! jangan membuatku semakin marah dan menyakitimu." Usir albert dengan mata memerah.


"Kau tidak bisa lakukan itu, aku istrimu!" sofia berusaha meyakinkan Albert namun albert yang di kuasai amarah mendorongnya hingga ia terduduk di lantai dengan berurai air mata.


"Aku bisa sofia, kinan juga istriku waktu itu. dan dia sedang mengandung. jadi kenapa aku tidak dapat melakukannya kepadamu." ucap albert dingin tapi itu semakin membuat Sofia ketakutan.


"Sekarang pergilah dari hadapanku. aku tidak ingin melihatmu lagi. dan satu lagi jangan bawa keisya bersamamu. seperti kinan dulu. aku mengusirnya sendirian tanpa apapun.dan itu juga berlaku untukmu. kau harus merasakan apa yang di rasakan kinan dulu. itu adalah hukuman untukmu." usir albert. dan dengan langkah gontai sofia pergi meninggalkan albert. sama sekali tak nampak penyesalan di wajah albert saat ia mengusir sofia. dan itu cukup membuat sofia hancur. seperti yang di alami kinan waktu itu.


*


*


*


*


Sofia memasuki ruang rawat kai, wanita yang masih cantik meski sudah memasuki usia kepala empat itu mendekati ranjang kai.


Ia menggenggam tang kai lembut. sebagai seorang ibu, sekuat dan setegar apapun dia pasti tidak akan tega melihat buah hatinya tak berdaya tanpa bisa bergerak. bahkan untuk sekedar bernafas pun ia harus menggunakan alat bantu.


Sofia wanita dengan seribu ambisi yang akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang di inginkannya. kini tampak wanita rapuh dan sendirian.


Lamat-lamat ia memandangi wajah kai yang semakin tirus. selama kurang lebih tiga bulan putra kesayangannya masih betah tertidur. atau mungkin tidurnya hanya untuk mengulur waktu yang akan mengantarkannya untuk selamanya. mengingat itu sofia seperti kehilangan separuh hidupnya. ia tidak siap jika harus berpisah dengan putra kesayangannya.


Sofia menatap pilu wajah kai, wanita itu meneteskan air mata. tapi sofia tetaplah sofia, wanita egois yang suka bertindak tanpa berfikir.


"Kai, mommy datang sayang." sofia berkata lembut mengelus punggung tangan kai. "sampai kapan kau akan tertidur disini. mommy sangat sedih melihatmu seperti ini. wanita itu berucap pilu.


"Bangunlah sayang, jangan hukum mommy seperti ini. mommy tidak sanggup jika harus jauh darimu." menatap sendu dengan berurai air mata.


"Mommy tau, kesalahan yang mommy lakukan belasan tahun yang lalu tidak termaafkan. dan daddymu benar. mommy telah mendapatkan karma atas apa yang mommy lakukan dulu." sofia penuh penyesalan.


"Saat kamu bangun nanti, mommy ingin meminta maaf padamu. karena mommy juga yang meminta daddy untuk mengusir gadis itu. tapi semua yang mommy lakukan hanya untuk menjagamu dari orang- orang yang hanya ingin memanfaatkanmu. " dengan isak tangisnya sofia mengatakan isi hatinya.


"Tapi tidak, mommy tidak akan menyerah begitu saja. apa yang sudah mommy dapatkan dengan bersusah payah tidak akan mommy lepaskan begitu saja. akan mommy pastikan semua kembali seperti semula." sofia berapi-api penuh dendam.


***


Thooor... bijimana kok Sofia kagak sadar juga ternyata, author masih sayang sama sofia?


Ritualnya gengs...


Like comment and vote.


...Lots of luv Chanda 💕💕💕...