Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part.55



Happy Reading...


"Siapkan penjagaan lebih untuk Zahra dan Rain" titah kania kepada Bodyguard yang mengawal zahra yang berada di london lewat panggilan telpon.


"Jangan beri celah sedikitpun pada keluarga Almeida untuk mendekati mereka". perintah kania selanjutnya.


Sejak Albert mendatanginya, kania tidak main-main memberikan penjagaan pada zahra. wanita itu benar-benar berniat menghajar Albert dengan caranya.


Kania mengakhiri pembicaraannya dengan orang yang berada di london. selanjutnya wanita itu melanjutkan menggoreskan pensil pada kertas putih di depan mejanya. yang merupakan aktifitasnya sehari-hari.


Meski zaman sudah modern dan ada media lain untuk mendesain gambarnya, namun kania lebih memilih untuk menggores dan mencoret dari pada memencet tombol yang mempercepat pekerjaannya.


Desain pakain bukan cuma soal membuat model baju dan celana, namun disana ada hati yang terlibat. saat seseorang melakukan pekerjaannya dengan rasa cintanya, maka hasil yang didapatkan akan lebih mengesankan.


Wanita itu menghentikan aktifitasnya dengan masih memegang alat tulisnya. kania berfikir apa yang harus dilakukan untuk membuat sofia jauh dari zahra dan Rain.


Saat ini yang menjadi prioritas kania adalah menjaga zahra sampai gadis itu mampu berdiri sendiri dan berani menghadapi orang-orang yang akan menyakitinya.


Kania kembali menghubungi orang- orangnya.


"Siapkan tempat tinggal untukku, aku akan beberap hari di sana. aku harus mengawasi pergerakan sofia. tapi ingat, harus tersembunyi dan dekat dengan lingkungan Albert." perintahnya lagi pada anak buahnya.


***


Saat ini kania berada di salah satu mall terbesar kota london. wanita cantik itu sedang meninjau salah satu butik miliknya.


Meski ia berada di kota yang sama dengan zahra, namun kania tidak tinggal bersama dengan zahra. ia menghindari mata-mata yang mungkin di kerahkan oleh albert untuk mengawasinya.


Kania yang baru saja keluar dari butik miliknya yang ada di mall itu, kania melihat siluet tubuh yang begitu ia kanal.


Kania terus membuntuti wanita itu. namun sepertinya sosok yang ia ikuti dari belakang tak menyadari kehadiran kania.


Hingga di suatu kesempatan kania dengan sengaja menabrakkan diri pada orang tersebut dan berpura-pura tidak sengaja.


"Oh, i'm sorry mrs." ucap kania dalam bahasa asing, meski ia tau bahwa sofia dan kania berasal dari indonesia.


"It's okey." timpal sofia sopan. wanita itu belum mengenali kania yang sejak beberapa tahun tidak pernah ia temui.


Kania berlalu dari hadapan sofia, ia senang karena sofia tidak mengenalinya. kania pikir akan lebih mudah menghadapi sofia yang tak mengenalinya lagi.


Tapi tidak, sofia bukanlah orang yang mudah melupakan. tentunya wanita itu akan mengingat kania meski mereka tidak pernah bertemu setelah belasan tahun.


Lagipula, Albert pasti sudah memberi tahu tentang kemunculan kania yang menghilang bertahun-tahun yang lalu. Bukan, bukan menghilang. lebih tepatnya kania memang tak pernah menghubungi Albert.


Wanita itu seolah menunggu waktu yang tepat untuk muncul dan mengejutkan Albert. suami dari kakaknya.


"Tunggu!" sofia menghentikan langkah kania yang baru beberapa meter.


Kania berbalik, wanita itu tersenyum ramah. masih dalam mode pura-pura.


"Anda memanggil saya?" tanya kania pura-pura ragu. wanita itu sudah menduga, sofia pasti sudah mengenalinya.


"Ada banyak manusia cantik di dunia ini nyonya, mungkin anda hanya melihat saya mirip dengan seseorang yang anda kenal." kania tidak langsung mengakui jati dirinya.


"Itu mungkin, tapi saya tidak mungkin salah mengenali orang." ucap sofia yakin.


"Baiklah, mungkin seperti itu." kania berucap sambil tersenyum. "apa anda benar mengenal saya, nyonya?" kania berbelit-belit.


Sofia tampak berfikir. ia sangat yakin namun ia juga lupa dimana pernah bertemu dengan kania. tentu saja ia lupa bahwa kinan pernah membawa kania ke kediamannya sewaktu masih berada di indonesia.


"Tentu saja anda mengenali saya nyonya, karena yang saat ini yang anda pakai adalah baju rancangan saya." kania mengenalkan diri sebagai seorang desainer.


"Oh benarkah, jadi anda seorang penjahit?" sofia menghina dengan sangat halus.


"Ya benar, saya seorang penjahit, namun separuh dari kota paris mungkin sudah memakai hasil jahitan saya." balas kania.


Sofia tersenyum sinis, ia mengerti bahwa ia sedang di sindir saat ini.


"Bagaimana menurut anda, apakah nyaman?" kania menanyakan tentang hasil kerjanya.


"lumayan," jawab sofia singkat.


"Mampirlah jika anda tengah berkunjung, anda akan mendapat pelayanan khusus disana." basa-basi kania.


"Tentu!" jawab sofia cepat.


"Dan jangan khawatir, koleksi saya di sana akan membuat anda tampak lebih terhormat." ironi kania.


Mendengar penuturan kania, sofia mengeratkan rahang. ia mengerti bahwa saat ini wanita cantik yang ada di depannya tengah menghinanya secara halus.


"Saya permisi, sampai ketemu, nyonya!" pamit kania pada sofia. dan sofia hanya tersenyum di buat tulus.


***


"Hai, kay" sapa kai sat keisya menelponnya. "Ada apa?" tanya kai.


"Aku hanya mau bilang, mommy bertingkah aneh akhir-akhir ini." jawab keisya bingung.


" Apa kau yakin?" Tanya kai yang membuat kai berdiri dari duduknya setelah mendengar jawaban keisya dari seberang telpon.


"Iya kak, dan dia bilang tentang hal yang tidak aku mengerti , tentang melenyapkan seseorang. bayi dan.. entahlah." keisya bercerita tentang hal yang ia dengar.


"Bisakah kau datang? aku tidak tau apa yang terjadi. sepertinya mommy dan daddy sedang ada masalah." imbuhnya.


"Baiklah, kakak usahakan. tapi saat ini kakak masih ada hal yang harus kakak selesaikan." putus kai akhirnya kemudian ia mengakhiri panggilan dari keysia terlebih dahulu.


***


Ritualnya gengs...


lots of luv chanda 💕💕💕