
Dukungan kalian semangat othor
Happy Reading...
Pagi itu Zahra terbangun dengan pusing dan sedikit mual. dia sedikit resah tapi ia berusaha menepisnya. Gadis itu mencoba menghilangkan keresahannya dan berfikir mungkin dia hanya kurang sehat.
Zahra sedang menunggu ojek di depan mulut gang dari arah kontrakannya. setiap pagi gadis itu berangkat sendiri, meskipun ia satu lingkungan dengan Dea tapi mereka jarang berangkat bersama.
Saat asyik sedang menoleh ke kanan dan kiri, tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depannya. tapi karena Zahra tidak merasa mengenal atau menunggu seseorang, jadi dia tidak memperhatikannya. sampai seseorang keluar dari mobil dan menyapaya.
Zahra menapat ke arah mobil yang baru datang itu. kemudian ia tersenyum saat mengetahui siapa orang yang keluar dari mobilny.
" Selamat pagi Zahra." sapa aldi dengan senyum manisnya.
"Pagi pak." Zahra menjawab salam Aldi
"Mau berangkat?" tanyanya yang kemudian di jawab dengan anggukan oleh Zahra.
"Ayo ikut besamaku, kita berangkat bersama," ucapnya ragi.
***
sementara di dalam sebuah gedung yang tidak terpakai, terdengar suara seseorang
sedang menelpon. suara seorang perempuan
terdengar sangat marah.
"apa?"
"'...."
"Kalian harus segera menemukannya."
***
Di belahan bumi lain, Kai yang sedang melakukan pekerjaannya, merasakan hatinya tidak tenang.
Ia merasa gelisah dan tidak tenang. sama seperti Zahra yang selalu gelisah karena kejadian malam itu selalu membayang.
Rasa bersalah Kai terhadap gadis yang ia nodai menjadi hantu pada malam-malamnya. menjadi mimpi buruk dan sangat mengganghu. dan ia bertekad harus secepatnya menyelsaikan pekerjaannya dan segera pulang untuk menyelsaikan masalahnya.
Drrt...
Drrt...
Drrt...
keningnya berkerut saat mengetahui identitas si penelpon.
"Hay, apa kabar bro, ada apa kau menelpon?"
"..."
"Masih banyak yang harus aku selesaikan disini, aku belum bisa pulang.ada apa?"
"..."
"Entahlah, mungkin untuk satu bulan kedepan aku masih belum bisa pulang."
"..."
"Baiklah, aku selesaikan urusan di sini dulu."
"..."
"Ok.. ok.. sampai ketemu."
Kai menutup pembicaraannya. tapi seketika ia merutuki kebodohannya karena lupa bertanya tentang gadis itu.
Ia mengusap wajahnya frustasi. "aahh.. kenapa aku bisa lupa, seharusnya aku tanya sama Aldi tentang gadis itu, bodoh sekali aku."
Kai masih melamun di tempatnya, sambil memainkan ujung pena yang ia pegang, mengetuk-ngetukannya pada meja.
Ia menyesal mengingat kejadian malam itu, ia mengutuk dirinya sendiri karena perbuatan bejatnya. tapi ia bersyukur karena ia telah melupakan sakit hatinya atas penghianatan Melisa, kekasihnya.
Aku memang menyesal dan merasa bersalah atas kejadian itu. tapi kenapa aku justru merasa bahagia dan bersyukur, sejak peristiwa itu terjadi aku bisa melupakan melisa.aku masih ingat betul wangi tubuhnya. Aroma Vanila, manis. sungguh aku sudah gila. ya aku memang brengsek.
Kai membatin, fikirannya berkecamuk sehingga ia tidak dapat berkonsentrasi. otaknya sudah di penuhi oleh gadis itu, gadis yang menjadi bayang-bayang dalam malam-malam panjangnya.
***
**jadi.... othor bahagia kok waktu nulis ini, iklas othor iklas sumpah!!!
othor mah apa atuh tanpa kalian...
Jadi, othor akan makin semangat dan bahagia banget kalo dapat dukungan. othor sangat sangat dan sangat mengharapkan, gak maksa kok seikhlasnya aja.
KEEP SMILE... dan jangan lupa bahagia**.