
Happy Reading...
Setelah mendengar cerita Zahra dan penjelasan Dea, Aldi dapat mencerna apa yang terjadi malam itu.
Ia juga mengingat saat Kai bermaksud mengembalikan kalung Zahra yang terjatuh, tapi kai tidak membiarkan saat Aldi menawarkan diri untuk mengembalikan.
Tentu saja tidak ada kecurigaan apapun, sedangkan kai juga tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Aldi yang sudah mengerti permasalahan sebenarnya, sudah tau apa yang harus ia lakukan untuk menyelesaikan masalah ini.
"Dea, kamu jagain Zahra. aku keluar sebentar." dan Aldi pun berlalu dari kamar meninggalkan dua orang gadis.
Aldi tau jika Kai sedang berada di luar negeri
tapi masalah ini sangat rumit. tidak ada waktu untuk menunda membicarakannya.
Aldi mengeluarkan gawai dari dalam sakunya. terdengar suara dari seberang telfon setelah ia selesai mendial nomornya.
*
*
*
Kai yang sedang melamun di kejutkan oleh dering gawainya.
Ia tersenyum saat melihat nomor yang menghubunginya. "Aldi." gumamnya datar.
"Apa kau merindukanku?" guraunya
"Kapan kau kembali?" Aldi to the point
"Mungkin aku akan lebih lama disini, atau mungkin menetap." jawab kai.
"Sepertinya kau harus kembali secepatnya." Aldi masih mode on sabar.
"Kenapa? apa kau begitu kesepian sampai kau memintaku kembali?"
"Apa kau ingat tentang kalung yang kau ceritakan dulu?" Aldi mencoba memancing kejujuran Kai.
"Ah itu, ya aku hampir melupakannya." ucapnya menyesal.
" Apa kau tidak ingin menceritakan sesuatu padaku?" dengan menekankan kata menceritakan.
"Apa gadis itu menanyakannya?" tanya kai sedikit curiga.
"Ya, dia memintaku untuk kau mengembalikannya? dimana sekarang benda itu? tanyanya masih datar.
"Ya, kalung itu terbawa ke sini." terdengar lirih.
"kemarin aku lupa menaruhnya." sambungnya.
" Apa kau yakin tidak ingin menceritakan hal yang lain padaku?" aldi kembali mengorek keterangan Kai.
"Hey, ada apa sebenarnya kenapa kau tiba-tiba menanyakan kalung itu."
"Gadis itu hamil, jadi kau harus cepat kembali." aldi to the point
Jeddarrrr...
" J-jadi kau sudah tau?" Kai tergagap.
"Kenapa kau tidak menceritakan yang sebenarnya, dan kau juga pergi. apa kau mau lari, pengecut kau Kai." suara Aldi meninggi.
"Aku, aku merasa tidak enak. sebenarnya aku akan menyelesaikan masalah ini. aku juga tidak ingin pergi, tapi waktu itu kakak memintaku untuk segera menyelesaikan masalah di sini." Kai menjelaskan.
"Lalu bagaimana sekarang."
"apa maksudmu Al?"
"Zahra mencoba bunuh diri, gadis itu putus asa kai." suara Aldi naik satu oktaf.
"Jadi namanya Zahra, bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Kai khawatir.
"Sekarang dia baik-saja, jadi cepatlah kembali. sampai ketemu." Aldi hendak memutuskan panggilan tapi Kai menghentikannya.
"Tunggu, bisakah kau berikan telpon padanya. aku ingin bicara dengannya." pinta Kai.
Aldi kembali masuk ke kamar Zahra tanpa mematikan panggilan dari kai, sekarang gadis itu sedang duduk bersandar di atas brankar di temani Dea. matanya sembab habis menangis.
Aldi mendekat dan menyerahkan gawainya kepada Zahra. "Kai ingin bicara denganmu."
"Kai?" tanya Zahra karna dia tidak tau siapa kai.
"Ya, bicaralah! ucapnya pada Zahra
"ayo Dea kita keluar." Aldi menarik tangan Dea karena sepertinya gadis itu enggan meninggalkan Zahra.
*
*
*
Hening sesaat, Zahra belum berniat membuka suara, hanya menempelkan benda pipih itu di telinganya. sampai suara bariton dari seberang telpon menginterupsinya.
"Hallo."
"H-Halo." ucap zahra gugup.
"Bagaimana keadaanmu?"
"A -aku baik" Zahra kembali terdiam.setidaknya hanya itu kata-kata yang dapat ia temukan.
"Dengar, aku minta maaf. aku minta maaf telah menyakitimu. aku tidak bermaksud lari, aku akan bertanggung jawab. Kau mengerti maksudku?" Kai menghentikan ucapannya untuk mendengar jawaban Zahra namun Zahra masih diam.
" Aku akan menyelesaikan masalah di sini dan aku segera kembali. jadi jangan lakukan hal konyol. jangan menyakiti dirimu sendiri.
dan jaga dia untukku." ada nada bahagia dalam ucapan kai, senyum terbit diwajahnya saat selesai bicara dengan Zahra.
Hati Zahra menghangat setelah mendengar setiap kata dari ucapan kai. ada kelegaan dalam hati gadis itu.dan ia tersenyum sebelum meletakkan gawai aldi di atas nakas. lalu ia merebahkan diri dan memejamkan matanya untuk menjemput mimpi.
***
Like, coment, vote please...
gift seiklasnya 😅😅😅