
Happy Reading...
Matahari talah beranjak naik. sudah dua jam lebih albert dan keluarga besarnya bermain air.
Rain yang tak pernah berhenti dari kenakalannya sehingga membuat Albert dan kania serta yang lain nampak gusar dan kelelahan.
Aldi yang sedang menggandeng mesra istrinya dengan perut membuncit tak sengaja melihat pemandangan yang membuatnya melotot membulat sempurna.
"Mommy." lirihnya.
"Dad.." teriaknya dari jarak seratus meter. namun jarak yang cukup jauh tak serta merta membuat suaranya sampai ke telinga orang yang di panggilnya daddy.
Bersamaan dengan itu Albert berjalan dari arah yang berlawanan dengan aisyah, albert tak menyadari bahwa ada wanita yang berwajah kinan hanya berjarak kurang dari sepuluh meter dan berjalan ke arahnya.
Aisyah berjalan pelan sambil menunduk diatas hamparan pasir putih. menikmati air laut yang menerjang kaki telanjangnya. sesekali ia mendongak, menatap ke arah depan dan sesekali menoleh ke arah tengah laut.
Aisyah begitu tenang. tak ada raut kesedihan atau kebahagiaan di wajah cantiknya meski ia dalam balutan pakaian sederhana. wajahnya tanpa ekspresi.
Tak ada yang tau berapa banyak pertanyaan dalam hati yang tak pernah terjawab siapa dirinya. berapa banyak luka yang ia pendam yang tak ia temukan obatnya saat dalam memorinya sekelebat bayangan ia sedang di dikerumuni sekelompok orang tak di kenalnya dan sangat menyeramkan, berputar-putar di otaknya.
Wanita yang di panggil dengan nama aisyah oleh orang-orang yang menemukannya terombang ambing di atas papan seluncur yang tinggal separuh tak dapat mengingat apapun.
Satu kata terucap dari bibirnya yaitu aizahwa. saat seorang wanita menanyakan namanya. namun ia lupa segalanya.
Langkah mereka semakin dekat dengan anak kecil yang berlarian ke arahnya. dan nampak pria tua itu mengejar dan berusaha mensejajarkan langkahnya dengan kaki mungil yang sepertinya tak memiliki rasa lelah sedikitpun.
Dalam jarak satu meter di depannya, seharusnya pandangan mereka berserobok dan saling mengenali. dan
Bugh!!!
Tubuh rain terjungkal karena kakinya menabrak bongkahan karang yang menancap sebagian di dalam pasir.
"owh.." erangnya sambil memegang kaki yang sedikit lecet.
"Are you oke dude?" albert berjongkok untuk melihat kaki rain yangbsedikit mengeluarkan darah.
Bersamaan dengan itu aisyah melintas di belakang albert, sehinggamereka rak saling melihat.
Namun apalah daya, sekelompok anak muda dengan membawa papan seluncur melintas di depan wanita yang ia yakini adalah ibunya membuatnya kehilangan jejak langkah aisyah. entah kemana wanita tadi berbelok.
Aldi celingukan mencari-cari keberadaannya. namun nihil. wanita itu sudah menghilang. meninggalkan misteri dalam kehilangan.
***
Albert kembali ke villa dengan membawa eain yang terluka. bersamaan dengan itu, sofia nampak turun dari lantai atas.
Melihat albert yang sedang meletakkan rain di atas sofa, lantas sofia mendekat.
"Kenapa dengan anak manja itu albert." sinisnya sambil melirik tak suka ke arah rain.
Namun di balik kesinisannya, betapa inginnya sofia mendekat kearah pria kecil yang mengingatkannya pada sosok kai kecil dulu.
Apakah ini hukuman untukku karena kejahatan dan keegoisanku? wajahnya mengingatkanku akan masa kecil kai. kenapa hatiku justru sakit saat aku menghina dan mengatainya.
Sorot mata sofia melemah, menatap sendu wajah mungil tak berdosa itu. betapa ia ingin merubah semuanya. namun hati yang terlanjur membeku tak dapat melunak. egonya terlalu besar sehingga membuatnya menjadi wanita berhati batu.
"Aku bukan anak manja, nyonya." sengit rain yang tak terima ucapan sofia. rain menatap balik sofia dengan pandangan membunuh.
Sofia terkekeh dalam hati. "lucu sekali ia." ingin sekali sofia mengatakan itu. namun ia cukup malu untuk mengakui bahwa ia juga jatuh hati pada anak itu.
"Ya.. ya.. ya.. kau tidak manja, hanya sedikit menyebalkan. kau tidak seperti daddy mu waktu kecil dulu. daddymu sangat manis dan tidak nakal." ucap sofia membalikkan fakta. nyatanya kai dulu adalah anak yang sangat manja dan cengeng.
Albert yang mendengar ucapan sofia hanya menggelengkan kepala. karena yang di ucapkan sofia semuanya bohong.
"Huft, kau menggelikan." ucap rain yang membuat sofia mendelik tajam. ia tak menyangka anak sekecil itu bisa mengatainya.
Dengan hati yang medongkol kesal sofia melenggang keluar dari villa dan tujuannya adalah berjalan-jalan di pusat pembelanjaan terdekat.
***
akankah sofia bertemu dengan aizah atau mungkin yang lain???