
Happy Reading...
Masih sepi, yuk ramaikan, biar Author makin semangat buat lanjut ceritanya.
***
...Rain kembali tertawa mendengar apa yang sedang menghampiri rungu nya. selama ini dirinya tinggal dan belajar di luar negeri hingga ia sama sekali tak mengetahui tentang perilaku gadis yang adalah adiknya itu....
...Rain sedikit mengintip keberadaan empat orang wanita yang sangat di sayanginya itu....
...Kepalanya menyembul di balik tembok untuk memperjelas pandangannya....
...Dan pandangannya terpaku pada sosok yang baru saja datang dan bergabung bersama ke empat wanita yang sedang melakukan kegiatan masing-masing....
...Gadis berambut panjang berwarna coklat. mata bulat dan bening itu memancarkan sinar setiap kali Bola mata nya bergerak- gerak. manik mata berwarna hitam membuatnya terlihat sangat manis di antara bulu mata yang panjang dan lentik....
...Warna kulit yang sedikit pucat dengan tubuh ideal terlihat sangat memukau....
...Rain terperangkap dalam kecantikan alami gadis yang ia tahu adalah adiknya. jerat asmara sepertinya telah terajut bersama dengan jatuhnya tatapan mereka yang saling mengunci....
...Rain merasa tenggelam dan terseret dalam arus keindahan tatapan teduh gadis yang selalu ia panggil baby....
...Baby, adik kecilnya yang sangat ia sayangi....
...Tanpa sadar langkahnya terseret untuk menghampiri gadis yang juga sedang berjalan ke arahnya....
...Suasana seolah menghentikan waktu, kala dua insan itu telah berhadapan dengan jarak yang hanya di pisahkan oleh udara....
...Dua tahun perpisahan membuat keadaan menjadi tak sama lagi. gadis yang dulu sering ia buat menangis itu kini telah menjadi gadis yang begitu manis....
..."Baby," lirih Rain....
...Gadis itu tersenyum dengan senyum terbaiknya. membuat Rain seketika tersedak oleh udara dan hampir tak bisa bernafas....
..."Apa kabar Shine?" tak lagi panggilan baby yang keluar dari mulutnya. seperti tersadar bahwa gadis yang ada di hadapannya bukan lagi anak-anak yang akan menangis jika mainannya di rebut. tapi ia adalah Shine gadis muda dengan kecantikan yang luar biasa....
..."Kau kenapa bodoh?" Satu suara merusak suasana yang sedang terasa indah....
...Naomi yang baru beranjak Dewasa itu menginterupsi dua insan yang saling mengagumi. hingga membuat keduanya menjadi canggung dan salah tingkah....
..."Kau selalu saja membuatku kesal." dengus Rain membuat Shine tertawa....
..."Memang apa yang aku lakukan Rain? kau itu sungguh aneh. melihat Shine seperti melihat hantu saja." Gadis berwajah oriental itu tak terima di persalahkan....
...Rain mengepalkan tangan dan meninju udara. terlalu banyak gadis yang menyebalkan di sekitarnya. sungguh pria itu merasa jengah....
...Rain melangkahkan kaki mendekati Shine, lalu memberi pelukan dan kecupan di pucuk kepala gadis itu. sebuah rutinitas yang tak pernah ia lewatkan sejak kecil....
...Rasa dingin yang Shine rasakan di kening nya membuat hatinya menghangat. sebuah perasaan yang tak ia mengerti. rasa gatal di perut seperti tergelitik....
...Aneh, ini sungguh aneh. baru kali ini ia merasakan sensasi berbeda dari perlakuan pria yang biasa ia panggil Bhai. sebuah panggilan khas Hindustan yang berarti kakak....
...Siapa yang mengajarkan panggilan itu, siapa lagi jika bukan Krisna dan Ravi sang pemilik darah yang mengalir di tubuh Rakai langit Abiyasa.
...
Pengen nambahin bonchap di sini, boleh kali ya biar kita gak kehilangan moments bucinnya daddy Albert.
Kisah mereka masih muda, apa ada yang mau baca???