
Happy Reading...
Kai duduk bersandar di atas sofa. matanya menerawang jauh ke atas cakrawala menembus dinding kaca balkon kamar tidurnya. Ia tak beranjak dari sana sejak berakhirnya pertengkarannya dengan sofia sore tadi.
Bahkan untuk turun dan meluangkan waktu bermain dengan Rain pun ia enggan. ia hanya tak ingin bertemu dengan sofia. kai muak, kai kecewa. sofia sudah sangat keterlaluan. ia sudah tak dapat mentolerir kelakuan sofia.
Zahra masuk kedalam kamar setelah menemani rain makan malam dan mengantarnya tidur. disana ia masih mendapati kai dalam posisi yang sama sejak terakhir ia tinggalkan.
"Are you oke?" zahra memeluk kai dari arah belakang dan menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher kai dan menghirup aroma maskulin dari tubuh suaminya yang sangat menenangkan.
Kai tak menjawab, ia hanya mengangguk samar mengusap punggung tangan zahra yang melingkar di dadanya. sambil memejamkan mata menikmati sentuhan zahra yang entah kenapa membuatnya begitu nyaman. dan melupakan sejenak masalah yang ia hadapi.
Tak hanya menghirup dan memeluk, kini tangan berjari lentik itu beralih mengusap dada dan leher kai yang saat itu sedang tak tertempeli sehelai benangpun.
Kai merasa aneh terhadap wanitanya. ia merasa akhir-akhir ini zahra lebih berani dan agresif. oh tidak! ini pasti salah.
Kai menangkap pergelangan tangan zahra, dan menariknya pelan hingga wanita muda itu berjalan memutari sofa dan kini ia berdiri tepat di hadapan kai.
"Apa ada yang kau inginkan, hmm?" kai menarik zahra duduk di pangkuannya.
"Tidak. em.. iya." ujar zahra tersenyum sambil mengalungkan kedua tangannya di leher kai.
"Apa?" kai mengernyit heran. tidak biasanya ia berlaku seperti ini. ia memandang kedalam manik mata zahra karena tak segera mendapatka jawaban dari mulut wanita cantik yang entah kenapa menjadi sangat manja dan terkadang galak dalam waktu tertentu.
Tidak seperti biasanya, zahra yang mandiri dan cerewet kini menjadi wanita manja dan sedikit ketus jika dihadapkan pada hal-hal yang tak ia suka.
"Aku ingin meminta sesuatu yang mungkin tak dapat kau lakukan. dan aku juga tak ingin mendengar penolakan." hey, tunggu! ini sebuah permintaan apa perintah myonya!
"Kau membuatku merinding sayang." kai bertanya dengan wajah di buat merinding.
"Kau siap mendengarnya?" zahra bertanya dengan sangat pelan. nyaris seperti desahan. dengan bobir yang mengeksplor rahang kai dengan ciumannya. dan jangan lupakan tangannya yang sedang ia lingkarkan di leher kai bergerak liar mengusap dan membelai tengkuk kai yang membuat sesuatu yang tarinya anteng tiba-tiba bergerak liar.
"Katakanlah dengan cepat karena waktu kita tinggal lima menit untuk bicara. setelah itu aku tak menjamin kita bisa bicara di sofa ini." kai memejamkan mata berusaha menahan sesuatu yang sedang meronta-ronta untuk di lepaskan dan semakin mengeras.
"As you wish haney?" dengan seringai nakal di wajahnya. kai segera mengankat tubuh zahra namun zahra mencegahnya.
"Ada lagi?" dengan nafas memburu menahan hasratnya yang siap meledak. kai tak sabar pandangannya menggelap penuh gairah hanya karena sikap zahra yang begitu manis.
"Tolong maafkan mommy sofia." kai menghentikan aksi tangannya yang sedang bergerilya menelusup ke dalam dress zahra yang tersingkap.
"kau boleh marah tapi jangan pernah membencinya. bukankah kau sangat menyayanginya?" zahra bersandar pada dada bidang suaminya. dan berbicara dengan nada yang sangat lembut agar dapat menembus hati kai yang sedang membeku saat ini.
"Kita bicarakan itu nanti, dan semua itu tidak gratis. kita lakukan hal yang seharusnya kita lakukan saat ini. dan bersiaplah menjerit semalaman." kai segera meraup bibir mungil zahra dan mengangkat tubuh zahra membawanya ke atas ranjang tanpa melepaskan ciumannya.
Kai menindih tubuh zahra yang pasrah di dalam kungkungan tubuh kekar suaminya. yang membuatnya tak berhenti memuji kebesaran Tuhan karena ciptaanya yang begitu sempurna.
Kai memulai aksinya dengan mencium menjilat dan ******* bibir zahra yang sudah menjadi candunya.
Lalu turun ke arah leher. mengulum dan menggigit meninggalkan tanda kepemilikan disana. berangsur turun ke ara dada dan bermain-main disana. meremas mengusap dan menjilat dua gundukan yang menjulang menantang dengan pongahnya.
Entah siapa yang mulai duluan sehingga keduanya kehilangan pakaian masing-masing dan teronggok tak berguna di lantai kamarnya.
Malam itu terjadilah pergulatan panjang nang panas. melebur kegundahan dan kemarahan dalam panasnya gairah. menyatukan cinta dan mengurai rindu dalam penyatuan penuh peluh dan kenikmatan menggapai nirwana hingga sama-sama terhempas dalam kenikmatan dunia.
***
Mood boster pagi ini.
maap ye belum ada episode buat si sophia. jadi kalian harus menebak-nebak dulu kenapa sophia jahatnya na'udzubillah.
Author sayang banget lo sama kalian para readers, sehingga waktu author buat ceklek kompor harus author korupsi buat ngetik ini. wkkk.
lanjut siang gaess...