Daddy'S Love

Daddy'S Love
Suka



Zahra dam Aldi tengah sibuk melihat dan memilih perhiasan, entah apa yang mereka bicarakan sehingga keduanya terlihat sedang tertawa-tawa.


"Zahra, coba lihat yang ini, apa menurutmu ini bagus? Aldi menunjukkan kalung emas putih dengan liontin berbentuk hati dengan berlian berwarna biru yang sangat indah.


"Bagus, pasti kekasih anda sangat senang." ujar Zahra, matanya berbinar melihat keindahan kalung tersebut.


"Apa kau suka?" Aldi menatap mata Zahra dalam.


"Apa anda sedang mengolok-olok saya pak? saya tidak mungkin mampu membelinya." Zahra mencebik hingga Aldi terbahak melihatnya.


"Siapa yang sedang mengolokmu Zahra, aku serius ini." Zahra yang masih merasa di permainkan hanya memanyunkan bibirnya. dan aldi tampak sedang berbicara pada pelayan toko.


Aldi mendekati Zahra yang sedang melihat sebuah kalung dengan liontin sebuah Inisial nama, ia mengingat kalungnya yang hilang dan wajahnya mendadak sendu.


"Apa kau memikirkan sesuatu?"


"Tidak, saya hanya sedang mengingat sesuatu?" tanpa melihat ke arah Aldi.


"Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu?"


"Apa terlihat jelas?" Kini Zahra menoleh ke arah Aldi.


"Suaramu menggambarkannya".


Zahra tersenyum, "Bukankah semua orang memiliki masalah?"


"Apa kau tidak ingin membaginya?"


"Anda tidak akan suka mendengarnya." Zahra mengalihkan pandangannya menghindari tatapan Aldi.


"Aku menyukai semua hal tentangmu Zahra." Aldi berkata sambil menatap wajah gadis itu, entah apa yang di fikirkannya. sontak Zahra mengalihkan pandangannya ke arah Aldi, mencari makna dari ucapannya.


"Tidak ada hal yang menarik dalam hidup saya pak, saya juga tidak mau menarik orang lain ke dalam masalah saya." Zahra berkata serius.


"Kalau begitu aku yang akan menarik kamu ke dalam hidupku, bagaimana?"


"Aku sedang tidak bercanda Zahra, apa kau tidak ingin terlibat dengan kehidupanku?" tanya aldi serius.


"Tidak! terima kasih! karena pasti akan merepotkan, anda kan cerewet sekali."


"Tapi kenapa sekarang aku merasa kamu yang cerewet?" Aldi menggelengkan kepala.


Aldi yang telah membereskan pembayaran mengajak Zahra pergi dari mall karena hari semakin siang.


Setelah sampai di mobil, Aldi memberikan sebuah paperbag kepada Zahra, dan gadis itu menerima lalu membukanya.


Gadis itu terperangah saat melihat isinya ternyata sebuah kalung emas putih dengan hiasan batu swaroski berjejer tiga, sangat cantik dan imut.


"Pak, ini?" pertanyaan Zahra terpotong karna Aldi memakaikan kalung tersebut ke leher Zahra.


Zahra yang belum mengerti dengan situasinya membiarkan saja apa yang di lakukan Aldi sekarang.


Aldi yang mengerti kebingungan Zahra hanya tersenyum. Zahra makin di buat sebel dengan sikap Aldi.


"Tadi aku lihat kamu menatap kalung itu, dan aku tau kamu menyukainya, tapi kamu gak mampu beli. iya kan?"


Zahra makin keki. "Apa anda sedang menghina saya pak?" bukannya menjawab Zahra malah balik bertanya.


Aldi tergelak "kamu marah? Bukannya tadi aku sudah bilang kalau kamu tidak mau menarikku ke dalam hidupmu, maka aku yang akan menarikmu kedalam hidupku. tapi kalung itu tidak gratis." Aldi berkata tanpa beban.


Zahra yang masih bingung hanya diam saja mendengarkan ocehan Aldi. "Sudah jangan di fikirkan, cepat pakai sabuk pengamanmu, kau harus kembali bekerja dan harus lebih giat karena kau harus membayar cicilan kalung itu,"


"Kalau begitu tidak usah saja." Zahra memonyongkan bibirnya membuat Aldi gemes ingin menguncir bibir Zahra.


Maksud pak Aldi apan coba kasih aku beginian, aneh sekali. Tidak biasany dia baik begini.Lalu kalung tadi buat siapa, kok dia malah ajakin aku.


Begitu banyak pertanyaan di benak Zahra, ia memandang Aldi yang tengah mengemudikan mobilnya denga pandangan penuh tanya. Aldi yang merasa di perhatikan menoleh dam tersenyum tipis.


****