
Happy Reading...
Setelah sofia membaca surat yang di tinggalkan oleh kinan untuk Albert, sofia semakin takut bahwa posisinya sebagai wanita nomer satu di keluarga Almeida terancam.
Meski ada kayla, anak dari pernikahannya yang pertama dan keisya si bungsu yang ia lahirkan dari pernikahannya dengan Albert, namun kekuasaan sofia tak terbantah di rumah itu. itulah alasan mengapa anak-anaknya maupun Aldi anak albert sendiri lebih memilih tinggal di apartemen daripada berada dalam satu atap dengan wanita itu. meski sofia menyayangi semua anak- anaknya namun sofia adalah tipe pemaksa.
Wanita itu khawatir jika Albert membawa Zahra pulang ke mension keluarga Almeida, albert akan menjadikan zahra sebagai ratu. dan sofia takut kenangan tentang istri pertama albert akan menghantui perkawinannya.
Dengan susah payah sofia menghilangkan kenangan dan cinta kinan dari dalam hati Albert, meskipun harus dengan cara licik jahat dan menipu. wanita itu tidak ingin di nomer duakan. ia tak mau kedudukan nyonya almeida tergeser.
Bagi sofia, zahra adalah ancaman terbesar bagi hidupnya. setelah manipulasi yang di lakukan untuk membuat kinan pergi dari hidup albert. Dengan ribuan rencana licik yang telah ia siapkan untuk mencegah zahra masuk ke keluarga almeida.
"Aku harus segera membereskan masalah ini, albert tidak boleh menemukannya lebih dulu." sofia bermonolog.
"Kira-kira berada dimana dia sekarang." sofia mengira-ngira.
Sofia yang juga belum tau tentang keberadaan zahra kembali meminta orang-orang suruhanmya untuk mencari keberadaan Zahra.
"Cari gadis bernama zahra, dia pernah bekerja sebagai pelayan di kafe putraku." perintahnya kepada orang di depan telpon.
"Jika sudah ketemu, bawa sejauh mungkin." lanjutnya. "jangan lakukan apapun, jangan membuatnya celaka karena posisiku sedang tidak aman sekarang. cukup bawa dia sejauh mungkin." perintahnya.
"Jangan menimbulkan kecurigaan sedikitpun. kalian harus melakukannya dengan sangat rapi. titahnya.
"Ingat, ia memiliki bayi, dia adalah cucuku. purtra dari kai. jangan sampai melukainya. suatu saat dia akan sangat berguna bagiku.
Sofia memutus pembicaraannya. wanita itu beralih melihat foto kinan dalam bingkai yang di simpan Albert dalam brangkas ruang kerjanya.
"Kinan sayang, maafkan aku. aku harus melakukan ini, demi Albert. karena aku sangat menyayanginya." ucap sofia di depan foto kinan dengan wajah yang di buat-buat sedih.
"Andai dulu kau mau mengalah dan membiarkanku memiliki Albert sedari awal, mungkin saat ini kau masih hidup." sofia menyeringai.
"Andai dulu kau menolak cinta albert, mungkin sekarang aku tidak akan membencimu sebesar ini." ucapnya geram.
"Andai dulu kau tidak hadir sebagai wanita sempurna, yang membuat albert bertekuk lutut terhadapmu yang hanya gadis panti asuhan, mungkin sekarang aku tak sebenci ini kepadamu." suara sofia naik satu oktaf.
wanita itu mulai gila.
"Dan sekarang putrimu datang dengan membawa masalah untukku. putrimu juga mencoba mengambil putraku. lirihnya melemah.
"Jadi, jangan salahkan aku jika aku membuat putrimu menderita. memisahkannya dengan orang yang mencintainya."
" Entahlah, putrimu yang memang cantik atau putraku yang bodoh hingga dia mengejar putrimu sampai hampir gila. dan aku tak terima itu."
"Kau membuatku muak! dan sekarang putrimu membuat KAI ku jadi sedih." sofia terisak."
"Kalu kau bisa, selamatkan putrimu sekarang! ha... ha... ha..." Sofia terbahak.
Namun tanpa sofia sadari, ada yang mencuri dengar pembicaraannya dengan orang di seberang telpon.
***
London.
Pagi itu langit begitu cerah, semilir angin masuk melalui celah jendela yang hanya tertutup pintu kaca dan tirai. suara burung kecil yang bertengger di dahan pohon merobek kesunyian. memaksa anak manusia yang tengah terlelap untuk membuka matanya.
Zahra terbangun dengan senyum mengembang, melihat putra kecilnya masih terlelap dalam buaian mimpi. tak terasa Rain kecil sudah berumur 6 bulan. dan zahra sudah berada di london lebih dari 2 bulan yang lalu.
Waktu cepat berlalu, zahra yang sekarang sudah bukan gadis remaja yang hanya bisa menangis karena beban hidupnya.
Sekarang ia telah menjadi seorang mommy cantik namun siap menantang dunia demi melindungi buah hatinya. tak ada lagi zahra yang lemah dan rapuh. tak akan ada orang yang berani memandang sebelah mata terhadapnya.
"Morning son." sapa zahra saat melihat bayinya mengerjapkan matanya.
Seolah mengerti apa yang di ucapkan ibunya, si kecil itupun tertawa dengan riangnya.
"Baiklah sayang, apa kau mau tidur saja seharian? apa kau tak ingin main sekarang. hmm?" zahra mengajak baby rain berbicara seolah bayi itu akan menyahuti ucapannya.
"Baiklah... baiklah... ibu mengerti, putra ibu ingin jalan-jalan ke taman? iya sayang? kalau begitu kita siap-siap dulu, oke!" zahra mengajak rain berbicara terus menerus seolah obrolan mereka tak ada habisnya. sedangkan rain dengan riangnya mengoceh dengan bahasa bayi yang tentunya tak akan ada yang bisa di artikan.
Setelah bersiap-siap Zahra keluar dari kamarnya dan memanggil maid untuk menemaninya pergi ketaman yang tak jauh dari tempat tinggalnya. dan tentunya dengan pengawalan yang di utus oleh kania.
Kehidupan zahra benar-benar berbalik 180°. sekarang ia hidup bak seorang ratu. namun zahra tetaplah zahra, gadis yang baik yang selalu rendah hati.
scroll lagi.