Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part.38



Happy Reading...


Kania yang udah tau wajah Zahra langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencari Zahra.


Tujuan utamanya adalah kota jakarta, karena dia pernah melihat zahra sedang bersama Aldi.


Kania yang waktu itu menyuruh anak buahnya mengawasi Aldi, tidak sengaja melihat Aldi sedang bersama Zahra.


Namun waktu itu Kania yang hanya terfokus pada pencarian terhadap kinan tidak menyadari bahwa gadis yang waktu itu bersama Aldi memiliki wajah yang sangat mirip dengan Kinan.


"Selamat malam bos." Seru seseorang berperawakan tinggi berbadan tegap di depan Kania.


"Selidiki gadis yang ada di foto ini." perintah kania pada pria berjas hitam di depannya.


" Bukankah dia adalah gadis yang pernah saya lihat dengan keponakan anda dulu bos?" tanya pria yang berwajah tampan namun sangar di depannya sambil memperhatikan foto yang di berikan oleh kania.


"Benar, kemungkinan dia adalah anak dari kakaku yang sedang aku cari." ucap kania datar.


"Bukankah dia adalah pelayan di kafe keponakan anda bos." lanjut pria tersebut.


"Apa? pelayan di kafe Aldi?" kania sontak menoleh.


"Benar bos, sewaktu kami mengawasi tuan aldi seperti yang anda perintahkan, kami melihat gadis ini berada di kafe tersebut."


" Kami juga pernah melihat mereka jalan berdua di mall, sepertinya mereka sedang membeli perhiasan." imbuh pengawal tadi.


"Apa kalian tau hubungan mereka seperti apa? misalnya mereka seperti tengah menjalin hubungan atau yang lainnya?" antusias kania.


"Saya rasa mereka tidak ada hubungan semacam itu. karena tidak jarang kami melihat mereka jalan bersama satu orang gadis yang juga bekerja di kafe itu bos." jelas pengawal.


"Baiklah, kalian awasi dia mulai dari kafe itu, cari tau ada hubungan apa antara aldi dan gadis itu." perintah kania selanjutnya.


"Baik bos, segera kami laksanakan." pamit pengawal tersebut pada kania sembari menunduk dan berlalu dari ruang kerja kania.


Semoga kalian tidak ada hubungan spesial. kalian tidak tau bahwa kemungkinan kalian adalah saudara. batin kania.


*


*


*


*


Zahra mengerjapkan matanya, menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya yang masuk.


Pandangannya berkeliling menelisih ke seluruh ruangan yang di domonasi warna putih.


Aroma obat menguar menghampiri pemciumannya. Zahra segera mengetahui bahwa ia sedang berada di rumah sakit.


Gadis itu menoleh kesana kemari, mencari keberadaan seseorang yang mungkin telah menolongnya.


Dia ingat sebelumnya dia tengah berjalan di tengah derasnya hujan. sebelum ia mendengar dentuman mobil dan membuatnya pingsan.


Dia melihat ada selang infus yang menancap di pergelangan tangannya. dia meringis saat tidak sengaja menarik tangannya dengan keras.


Seorang suster jaga masuk ke dalam ruangannya dan mendekati ranjangnya.


"Selamat malam nyonya." sapa suster ramah.


"Selamat malam suster, kenapa saya ada di sini siapa yang membawa saya?" tanya Zahra pada suster yang saat ini sedang melaksanakan pemeriksaan malam.


" Tadi orang yang membawa anda kesini mengatakan bahwa anda pingsan di jalan, bagaimana keadaan anda? apa yang anda rasakan,apa ada yang sakit di bagian tertentu?" tanya suster penuh perhatian.


" Tidak ada, saya merasa baik, bagaimana kandungan saya?"


Suster tersenyum."Kandungan anda baik- baik saja, besok pagi dokter obgyn akan memeriksanya. sekarang anda beristirahat saja." ujar suster yang hendak pergi namun Zahra menghentikannya.


"Tolong katakan siapa yang membawa saya, saya harus pergi dari sini." ucap zahra parau.


" Beliau pulang setengah jam yang lalu, besok akan kembali lagi. jadi anda tidak perlu khawatir kembalilah beristirahat. saya pergi dulu." pamit suster dan berlalu meninghalkan Zahra.


*


*


*


*


Betapa kagetnya mereka saat masuk kedalam apartemen dalam keadaan gelap. tidak biasanya Zahra tidak menyalakan lampu


Mereka berfikir mungkin Zahra sedang tidur, namun pintu kamar zahra tidak tertutup rapat.


Aldi yang saat itu sedang merasa gelisah meminta Dea untuk masuk ke dalam kamar zahra.


Dea yang tadinya sedang berada di dapur untuk mengambil minuman untuk aldi berbalik karena aldi memanggilnya.


"Dea, tolong kamu masuk kedalam kamar Zahra, kenapa pintu kamarnya tidak tetutup rapat." pinta Aldi.


Tanpa mengatakan apapun dea masuk kedalam kamar Zahra. dan betapa kagetnya ia karena mendapati lamar Zahra kosong dengan lemari pakaian yang sedikit terbuka.


Dea berteriak memanggil Aldi yang sedang duduk di ruang tengah. dan secepat kilat Aldi berlari karena mendengar dea yang meneriakkan namanya.


"Ada apa dea?" tanya Aldi panik.


"Zahra tidak ada al." seru dea yang saat itu juga panik.


"Mungkin dia di kamar mandi, coba kamu periksa." titah aldi pada dea yang segera ke kamar mandi yang ada di ruangan itu juga.


"Tidak ada al!." seru dea makin panik.


"Coba kamu telpon, mungkin dia sedang keluar" pinta Aldi


"Dia tidak mungkin keluar, ini sudah malam." Bentak dea.


"coba kamu hubungi dia, mungkin dia pulang ke kontrakannya lagi." titah aldi sekali lagi.


Tanpa banyak bicara, dea langsung mendial nomor Zahra melalui aplikasi warna hijau. begitu pula Aldi yang juga sedang menelpon ke sekuriti apartemen tapi tidak di angkat.


Di nada sambung kedua dari gawai dea, terdengarlah suara getar gawai yang berada di dalam laci nakas tempat tidur Zahra.


Keduanya seketika menoleh le arah sumber suara. tanpa mematikan sambungan gawainya dea mendekati meja nakas, dan membuka lacinya.


Betapa terkejutnya ia mendapati benda berkedip dengan wajahnya yang sedang tersenyum jail terpampang pada layar gawai itu.


Dea mematikan panggilannya dan mengambil benda pipih berwarna grey tersebut. dadanya bergemuruh, hatinya mengatakan pasti ada sesuatu dengan zahra.


Aldi yang saat itu juga berada di sana,juga terkejut saat matanya menangkap sepucuk surat berada di dalam laci. dan sebuah kotak segi empat terbuat dari kayu berwarna coklat.


Tangan Aldi bergetar saat mwngambil surat itu. firasatnya mengatakan hal buruk telah terjadi.


*


*


*


*


Setelah keluar dari kantor aldi, Albert melajukan mobilnya ke bandara. pria itu memutuskan untuk terbang ke london malam itu juga. karena mendapatkan telpon bahwa keadaan kai kritis.


Di dalam mobil pria tua itu tidak henti-hentinya memikirkan apa yang di lakukannya beberapa jam yang lalu.


Mengusir seorang wanita yang sedang mengandung, ia seperti dejavu. mengingat kembali apa yang telah di lakukannya pada kinan belasan tahun yang lalu.


Menyesal? tidak! Albert tetaplah seorang albert, pria kepala batu yang sama sekali tak memiliki rasa menyesal.setidaknya tidak untuk saat ini.


Namun hatinya bergetar saat mengingat tatapan gadis itu, tatapan tajam menghujam jantungnya. ia mengingat sorot mata seorang kinan dalam sorot mata zahra.


Betapa bodohnya Albert telah melakukan hal fatal untuk yang kedua kalinya.


******


Surat cinta buat bang Aldi sedang di ketik ya gengs, jadi siapkan tissu buat bungkus kembang. eeehhh...


Hidup dam mati mas kai tergantung jempol para readers, jadi jangan pelit jempol ya readers sayang...


Happy reading...


Lots of luv, *c***handa**💕💕💕