
Happy Reading...
Apa kau sudah siap sayang?" Rama memeluk Shine tanpa sungkan ia sangat tahu bagaimana keadaan Shine sejak tadi karena Shine yang tak sengaja melakukan panggilan padanya.
"Aku akan mengenalkan Shine sebagai kekasihku dan calon menantu di keluarga Herlambang."
Rama menjadi pemutus ketegangan antara Rain dan Shine. dan sekaligus menjadi pemicu amarah dalam hati Kai. ia tahu bahwa Rama yang adalah teman kedua Puteri nya. tapi ia juga mengenal orang tuanya. Dewa Herlambang adalah musuh bebuyutannya dulu.
Rain tersentak mendengar kata kekasih. apalagi saat kata mengenalkan sebagai calon menantu. ia tak ingin itu terjadi. tak boleh ada yang memiliki siapapun kecuali dirinya. Shine hanya miliknya. dan selamanya hanya akan menjadi miliknya.
Namun seketika. pikiran posesif itu terpatahkan oleh perbuatannya sendiri beberapa saat lalu..
"Jangan sembarangan bicara."
'Jangan pergi, kakak tak sanggup melepas mu.' betapa inginnya Rain mengatakan itu, lagi-lagi hatinya mengingatkan. bukankah beberapa saat yang lalu ia dengan begitu tega dan tanpa perasaan telah menggoreskan luka pada hati gadis serapuh kapas itu.
Rain mentertawakan dirinya dalam diam. dan kini dapat ia rasakan sesakit ini perasaan Shine karena perbuatannya. dan alam seolah mengutuknya seketika itu hingga Tuhan mengirimkan seseorang yang mengakui Shine sebagai kekasih.
***
"Miracle Shine adalah putrimu bersama mantan kekasihmu. katakan jika itu bohong dad"
Hampir saja Rain mencetuskan ucapannya. tapi dengan segera ia telan kembali. bukan karena ia tak ingin rahasia Kai terbongkar Tapi karena ia takut Zahra mengetahui semuanya dan menciptakan kesedihan.
"Rain."
"Tak ada maksud apapun dan Daddy tak perlu bertanya apapun."
***
Di tengah hujan sana Shine masih menikmati hujan dan Rain tahu jika saat itu Shine tidak sedang baik-baik saja. meski dalam keadaan apapun, Shine nya akan tetap tersenyum. tapi Rain tahu jika itu adalah senyum palsu.
"Shine, maafkan kakak." lirih Rain menyesali semuanya. tapi itu semua percuma karen ia sudah tak bisa mengembalikan keadaan.
Hingga beberapa lamanya ia masih berdiri si sana. dan betapa terkejutnya ia saat melihat Shine tumbang dalam pelukan Rama. dan satu pandangan lagi yang membuat tubuh Rain mematung dengan mata terbelalak. genangan air di sekitar kaki Shine semerah darah.
****
Angin sore menerbangkan surai-surai panjang Shine di balik jendela. musim panas telah berakhir dan saat ini Shine sedang menikmati indahnya warna warni yang berjatuhan dari dahan pohon.
Sejak terakhir berada di taman itu di kala hujan hingga memutuskan untuk melanjutkan studi di korea selatan. Shine belum pernah kembali lagi. hati yang tengah terluka semakin dalam kala ia mengalami kejadian yang tak pernah ia duga sebelumnya.
"Sudah siap?" Rama berdiri di belakangnya. menariknya dari sebuah lamunan panjang. perlu waktu yabg tak sebentar bagi Shine untuk kembali.bangkit dari keterpurukan. dan hanya Rama yang berada di sampingnya.
Shine membutuhkan Rain untuk menguatkannya tapi pria ia justru semakin dingin menjauhinya. menyadari itu, hati Shine berkali-kali merasa lebih sakit.
Shine menggeleng lemah. sejujurnya ia belum siap untuk bertemu dengan keluarganya. apalagi Zahra wajah kecewa saudarinya semakin membuatnya tak berani pulang. hingga ia mutuskan tak akan pernah kembali lagi.
Jika bukan karena desakan Kai, Shine tak ingin pulang meski hanya beberapa hari dan ia akan segera kembali.melanjutkan ketenangan hidup. bersembunyi dari rasa sakit dan berpura-pura bahagia.
***
Hai,,, apa kalian masih mengingatku,, sedih banget sih kita jarang ngobrol.
Jika tak keberatan, yuk mampir. karena setelah kisah ini berakhir,, aku ingin kembali bersama kalian di sini. masihkah kalian menerimaku????