Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part. 87



Happy Reading...


Mau kasih yang cakep dulu ya gengs...


ini imajinasi author, jika tidak sesuai, kalian boleh berimajinasi sesuai yang kalian mau.


ingat ya just imagine


***


nih.. yang namanya den mas RAIN, gimana-gimana pengen noel kagak nih para emak-emak



duh le, koe cakep'e kok kebangetan sih wkkk



👆👆👆 Mbak Dea nih yang cerewetnya naudzubillah tapi baeknya masya Allah, xixixi



👆👆👆 si Arogant nan baek hati "Aunty Kania" waow...



👆👆👆 Queen kita nih mak Kinan, sesuai namanya agak jepang-jepang gimana. asalnya mana thoor?? beneran jepang korea apa dimana? jawabnya kembang jepun Ha..ha..ha..


Coba tebak siapa nih... 👇👇👇



Ini dia jelmaan voldemort mak lampir nenek gayung nyi kunti apalah, nyonya sopfia itu. cantek beneer... ✌✌✌


👇👇👇 ini nih princess kita jaman now, udah cantik seksi pula.



Neng *Khan**za* yang manisnya masya Allah 💕💕💕


kenalkan wajah baru sodaranya mas kai KHAIRANI



kalau kurang suka, ya maapkeun. silahkan lanjutkan imajinasi kalian.


***


Sudah lebih dari satu jam sofia berjalan-jalan keluar masuk dari toko satu ke toko yang lainnya. namun tak ada yang di dapatnya. karena memang dia tidak fokus untuk berbelanja akan tetapi dia berusaha untuk menenangkan hatinya.


Waktu sudah memasuki jam makan siang, sofia sedang berada di sebuah kafe. niat awal untuk sekedar mengganjal perut namun pemandangan di depan matanya membuatnya ingin meminum kopi beserta cangkirnya. upps!!!


"Selamat siang sofia, apa kabar" sapa pria dari masa lalunya berada dalam jarak kurang dari satu meter di hadapannya.


Sofia tak menjawab ucapan salam dari pria yang ada di hadapannya. ia masih membatu bahkan sulit untuk menelan salivanya sendiri.


Tiba-tiba suasana mendadak suram. awan hitam menggantung dengan gagahnya. siap menumpahkan ribuan galon air dan meluluh lantakkan bumi di mana sofia berpijak.


Wanita itu memandang seseorang di depannya dengan pandangan sulit di artikan. tapi tatapannya berubah menjadi tatapan ketakutan.


Fikirannya melanglang buana pada kejadian 28 tahun yang lalu. dimana dia harus di hadapkan pada pilihan yang tak sanggup ia pilih.


"Kau ma-masih hidup?" ucapnya kikuk. ia tak menyangka bahwa pria yang telah di gemparkan oleh awak media menjadi salah satu korban kebakaran bisa berdiri di hadapannya. dengan wajah dan penampilan masih sama seperti yang ia lihat terakhir kali.


"Ya aku masih hidup, apa kau tidak senang?" sahut si pria dengan tenangnya.


"Tapi bagaimana mungkin?" ucap sofia tak percaya.


"Tuhan masih berbaik hati menghidupkanku kembali untuk memperbaiki semuanya." ucapnya penuh makna.


Sofia tak menjawab. jelas ia mengetahui apa maksud dari ucapannya.


"Apa kau tak mempersilahkan aku duduk?" dengan sedikit menaikkan ujung bibirnya.


"Ya tentu, silahkan duduk." Sofia gelagapan.


Sofia memandang pria di hadapannya intens. ia masih belum percaya sepenuhnya. ternyata pria yang ada di pesta waktu itu bukan ilusi. dirinya tidak sedang mabuk.


"Bagaimana kau bisa ada di sini, ada di pesta itu?" sofia membuka pertanyaan. jelas wanita ini sangat hati-hati dalam bertindak.


Sofia meminum kopi dari cangkirnya yang sudah mendingin, ia masih berusaha menguasai keadaan.


"Tentu saja aku bisa di sini karena mereka mengundangku." ucapnya tersenyum sambil menyesap kopi yang baru saja di antarkan oleh seorang pelayan.


Sofia tersenyum samar, ia masih menebak-nebak, kenapa mereka bisa tiba-tiba bertemu. apakah ini kebetulan atau ada perencanaan di balik kedatangannya.


***


scroll lagi yess