Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part. 49



Happy Reading...


Setelah berbicara dengan Kai, kania masuk ke kamar zahra. wanita itu langsung menghampiri dan memeluk Zahra.


Ini pertama kalinya Kania melihat putri dari kakak angkatnya. wanita yang sudah berbaik hati memungutnya saat mengamen di panasnya jalanan ibu kota.


"Hai zahra." sapa kania sambil memeluk Zahra.


"Hai aunty." Balas zahra sambil memeluk kania.


"Kau cantik sekali, wajahmu mengingatkanku pada ibumu." Puji kania.


"Terima kasih Aunty." zahra tersenyum canggung.


"Tante Renita sudah bilang sama kamu kan kalau kita pergi setelah keadaanmu membaik? tapi kita tidak akan menunggu lagi. kita akan pergi sekarang. Aunty sudah mengurus semuanya." jelas kania. zahra yang semula masih berharap bertemu kai harus ikut dengan kemauan kania. tapi zahra juga takut jika ia bertemu kai, maka ia tidak mampu menahan perasaannya.


"Kita akan kemana Aunty?" tanya zahra. sebenarnya zahra ingin menolak tapi keinginannya juga kuat untuk lari dan lepas dari bayang-bayang kai.


Ada luka yang tak terlihat, batinnya menangis. ingin sekali rasanya menolak takdir yang digariskan. namun zahra tidak akan mengurungkan niatnya. gadis itu sudah memantapkan hatinya untuk pergi. kenyataan bahwa ia mencintai saudaranya sendiri membuatnya malu.


"Untuk sementara kita hanya pindah dari rumah sakit. sampai keadaanmu pulih kita akan pindah ke luar kota. dan setelah bayimu cukup kuat kita akan ke Wales." jelas Kania.


"Wales?" heran zahra. bukankah itu di inggris yang artinya akan lebih dekat dengan Albert.


"Aku tau apa yang kau pikirkan. kau benar tapi bukankah tempat yang paling berbahaya adalah tempat yang paling aman. ayahmu tidak akan mengira kau disana. jadi dia juga tidak akan mencarimu disana." Alasan kania. namun zahra juga masih belum yakin mengingat Albert adalah orang besar.


"Kenapa kita tidak ke Paris saja?" zahra memberanikan unruk bertanya.


"Aunty dan keluarga Aunty ada di paris. ayahmu pasti langsung tau jika aunty membawamu kesana. atau mungkin kau ingin pergi ke negara lain. ausy atau praha, jerman terserah yang penting kau harus pergi. ayahmu harus mendapatkan pelajaran karena telah mengusirmu." terang kania dan zahra hanya menggeleng lemah.


"Tadinya Aunty akan mempertemukan kalian, tapi mengingat cerita mbak Renita membuat Aunty yakin bahwa ayahmu memang tidak memperdulikanmu." geram kania.


"Dulu ayahmu adalah orang yang sangat baik dan hangat. ia sangat mencintai ibumu. namun iblis sofia telah memaksa masuk ke dalam kehidupan ayahmu. menciptakan kebohongan. dan yang aunty tau sebenarnya sofia telah merencanakan sesuatu yang membuat ayahmu tak bisa menolaknya." sofia mengingat. wanita itu mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.


"Dan soal ayah dari bayimu, kau tidak perlu risau. kita akan mendaftarkanmu sebagai single mother. di negara maju status seperti itu tidak di permasalahkan. di indonesia masih memegang adat ketimuran, orang-orang selalu ribet dengan masalah orang lain. jika kau tetap disini orang lain akan banyak bicara. dan itu sangat tidak baik dengan tumbuh kembang putramu nanti." ucap kania sambil membawa Bayi zahra dalam gendongannya setelah suster membawanya dari ruang bayi karena sudah waktunya ia menyusu.


"Kau tampan sekali nak, tapi kenapa kau tidak mirip ibumu. apa suster salah ambil tadi, hmm?" guraunya sambil nemandang bayi dalam pelukannya yang tak akan mengerti apa yang di ucapkan oleh kania.


Kania memainkan hidungnya di pucuk hidung bayi itu dengan sesekali mencium pipi gembulnya. kania terkekeh karena bayi dalam gendonganmya menggeliat karena ulahnya sampai wajah dan tubuhnya memerah.


"Apa kau sudah menyiapkan nama untuknya?" tanya kania sembari memberikan bayi itu pada zahra untuk di susuinya.


"Rain, namanya Rain aunty." jawab zahra sambil tersenyum memandangi wajah tampan putranya.


"Rain? Hujan? kenapa kau memberikan nama itu? Tanya kania heran karena nama yang di berikan zahra pada bayinya cukup aneh menurutnya.


Sebenarnya Zahra memberi nama Rain yang artinya hujan karena zahra mengingat kejadian pemerkosaan itu. saat itu hujan turun dengan lebatnya. Saat ia di usir oleh Albert hujan juga mengguyurnya hingga ia bisa bertemu dengan Renita. dan hujan pula yang membuatnya bertemu dengan kai tanpa ia sadari.


"Hujan adalah Anugerah" tambahnya.


"Alasan yang bagus." puji kania sambil menoel pipi gembul Rain.


" Oke Rain, Welcome to the world. make the world proud of you!" bangga kania.


Zahra dan kania tersenyum bersama. dan bersama dengan itu Renita masuk ke kamar zahra. wanita itu sudah mempersiapkan keberangkatan Zahra. tak ada penolakan dari zahra, hanya hatinya berdenyut nyeri saat mengingat ia akan kembali jauh dari keluarganya.


***


Kai sudah sampai di kamar hotel tempatnya menginap. pria itu langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. sebenarnya ia sangat lelah dan mengantuk.


Namun lelah dan kantuknya terganti dengan rasa bahagianya. ia senang karena telah menemukan zahra dan menyaksikan kelahiran putranya. ia berencana untuk kembali kerumah sakit setelah mengistirahatkan tubuhnya sebentar.


Kai selesai dengan ritual mandinya, ia menatap dirinya di depan cermin besar di depanmya. senyumnya terbit saat mengingat bahwa ia telah menjadi seorang ayah sekarang. ia bangga bahkan sangat bangga memiliki putra kecilnya. ia dengan tanpa ragu memikirkan bahwa ia dan zahra akan bersama membesarkan putranya. bayangan memiliki keluarga kecil yang bahagia membuatnya sangat bersemangat.


Kai mengambil ponselnya dan ingin menelpon cindy untuk menanyakan keadaan zahra, namun sekali lagi ia harus kecewa karena lupa meminta nomor cindy karena keasyikannya berbelanja upeti untuk memuluskan rencannya.


Kai mengumpat dan merutuki kebodohannya. ia berfikir ia harus segera kerumah sakit saat ini juga. namun panggilan dari Albert membuatnya terpaksa harus menjawab telpon.


"Ya dad" sapanya.


"Kau kemana saja, kau menghilang dari siang. calon invertor kita menanyakanmu." suara Albert dari seberang telpon.


"Ah itu." kai ragu mengatakannya. ia tidak ingin Albert tau tentang keberadaan zahra. kai takut Albert berusaha menjauhkannya lagi dari Zahra.


"Aku berada di hotel lain.karena saat itu hujan setelah aku bertemu dengan teman lama." bohong kai dengan sempurna. "jadi aku memutuskan untuk menginap di hotel lain tapi sekarang aku sudah kembali ke hotel ini." imbuhnya.


"Baiklah, hari ini kau harus memastikan hadir dalam pertemuan kita jam 10. di restoran X. jangan sampai tidak hadir. ini penentuan masa depan perusahaanmu." imbuh Albert.


"Baiklah aku pasti datang." putus kai akhirnya. ia tidak ingi Albert curiga terhadapnya.


"Restoran X, cukup dekat dengan rumah sakit itu. baiklah aku akan datang setelah rapat selesai." Rencana kai dalam hati.


***


Ritualnya gengs...


Like comment and vote... giftnya di tunggu.


Lots of luv Chanda 💕💕💕