
Happy Reading...
Mengulang part. 53
***
"Bagaimana dad?" Aldi menyambut kedatangan Albert di kantornya. pria tua itu nampak lelah dan putus asa.
"Kania tetap pada pendiriannya. dia benar-benar tak membiarkan ayah bertemu dengan adikmu." Ucap albert kesal.
"Itu bukan salahnya, kau yang salah." ucap aldi jujur.
"Ya kau benar, dan semua ini karena sofia." sesal albert.
"Seharusnya kau tidak terlalu menuruti mommy sofia?" aldi menasehati.
"Entahlah, andai mommy mu tidak pergi, mungkin keadaannya tidak seperti ini." sesal Albert.
"Jadi maksudmu mommy yang salah?" Aldi tak terima. albert tak menjawab pertanyaan aldi. pria itu hanya menghela nafas berat.
"Aku kasihan padamu, pertama kau mengusir mommy dan menikahi mommy sofia, lalu kau mengusir zahra, meski kau tau dia mengandung anak KAI, cucumu." aldi terdiam.
" Oke, kai bukan anak kandungmu. dan zahra, saat itu kita memang belum mengetahui zahra adalah anak dari mommy kinan, yang artinya adalah anakmu, darah dagingmu. tapi tidak seharusnya kau melakukan itu dad!" Aldi naik pitam.
"Terlepas mereka bukan anak-anakmu, tapi zahra adalah seorang wanita dan dia sedang mengandung. apalagi dia mengandung anak dari anak yang kau rawat seperti anakmu. apa itu tidak berarti dia lebih pantas di sebut cucumu." Aldi menekankan kata-katanya. albert bungkam karena ia sadar yang dikatakan aldi adalah fakta.
"Kau mengusirnya. sekarang kau menyesali. mungkin zahra akan memaafkanmu karena dia adalah gadis yang sangat baik. tapi kurasa aunty kania tak akan mudah untuk memaafkanmu." Aldi mencerca albert dengan geramnya.
Setiap kali membahas tentang zahra, aldi selalu kehilangan kesabaran dan berkata kasar karena Aldi sendiri juga merasa lelah mencari zahra.
"Itulah kesalahanmu. kau selalu menggunakan kata su..dah..lah untuk menyelsaikan masalahmu." dengan menekankan kata sudahlah.
"coba sekarang aku tanya, bagaimana jika keysya mengalami hal yang zahra alami." ucap aldi datar.
"Tentu aku tidak akan membiarkannya, dan kaupun tak akan membiarkannya bukan?" Albert menjawab dengan pernyataan dan pertanyaan yang akan berbalik menyerangnya.
" Ya kau benar, aku memang tak akan membiarkannya. tapi kau sudah melakukannya." Aldi menatap nyalang. kekecewaan tergambar jelas di matanya.
"Aku juga akan melakukan hal yang sama. jika aku menemukannya lebih dulu, aku akan membawa adikku dari pria lemah sepertimu." penghinaan aldi merobek harga diri albert.
"Jaga ucapanmu anak muda! kau tidak akan melakukannya." bentak albert emosi.
"Kenapa tidak!" bentak aldi. "jika kau sanggup melakukan hal yang begitu keji demi sofia, maka aku juga sanggup menghancurkan kalian berdua demi zahra." ancam Aldi.
"Aku sudah kehilangan mommy, dan aku tak akan membiarkan zahra pergi lagi. dan meskipun aku harus melawanmu atau kai ataupun sofia, si wanita iblis itu. aku akan tetap menjaga zahra."
Pertengkaran dua orang laki-laki beda generasi itu kian memanas, aldi yang sudah lingkupi kemarahan tak mengingat lagi bahwa Albert adalah ayahya.
"Sekarang pergilah, dan jaga wanitamu itu. atau kalau tidak kau akan kesepian tanpanya." usir aldi dengan sindiran.
Albert berdiri dan hendak pergi dari ruangan itu namun ucapan aldi menghentikan langkahnya. "Kau masih mempunyai kesempatan untuk meninggalkan sofia."
"Asal kau tau, kami sudah tidak baik-baik saja." Albert dengan suara beratnya. Aldi tertegun mendengar kalimat terakhir yang di lontarkan oleh albert.
Aldi tertegun mendengar kalimat terakhir yang di sampaikan pria tua itu. dan setelah mengatakannya, albert berlalu pergi meninggalkan kantor Aldi.
Belasan jam pria tua itu terbang dari paris ke indonesia hanya untuk mendapatkan penghakiman dari putranya. dan kini ia harus kembali ke london dengan rasa bersalah yang teramat dalam. ucapan aldi telah membuka matanya dan melukai perasaan di waktu yang sama.