
Happy Reading...
Bulan bundar menggantung dengan indahnya. kerlip bintang menambah elok langit malam. bagai ribuan dayang-dayang yang berjajar mengelilingi sang permaisuri yang terduduk dalam singgahsana kebesarannya.
Suasana malam yang begitu indah dan terang yang mampu melenakan jiwa-jiwa yang sedang kasmaran. dan mendamaikan hati.
Namun malam ini, dalam sebuah ruang suasana menjadi sangat mencekam meski cahaya malam tak pilih kasih memberikan penyinarannya.
Semua yang hadir dalam ruang itu begitu tegang seolah menjadi penjahat yang menunggu penghakiman dari sang penguasa.
Kinan yang selalu tampak tenang dan tak pernah menunjukkan sisi Arogannya, malam ini tampak begitu menakutkan bagi diri satu orang wanita. meski jiwanya mengkerut takut namun wajahnya tetap terpasang keangkuhan yang membuatnya tampak kuat.
Sofia yang sebenarnya begitu tegang menunggu hal apakah yang akan di sampaikan oleh Kinan hingga harus menunggu seluruh anak-anaknya berkumpul. bahkan tak pernah sekalipun terlintas di benaknya bahwa ini akan terjadi.
Seperti seorang nara pidana yang menunggu putusan hakim, berkali-kali sofia menelan saliva dan itupun dengan sangat susah untuk mengurangi ketegangan yang melandanya.
Hening untuk beberapa saat sebelum akhirnya Kinan berdiri di belakang meja kerja Abert dan membawa sebuah map di tangannya.
Aura ketegasan dari seorang Kinan tergambar jelas dari setiap inci wajahnya. seperti singa yang terbangun dari tidurnya dan berdiri dengan angkuhnya. jangan pernah salahkan dia karena keadaan yang telah memilihnya kembali pada sisi arogansi.
"Aku senang akhirnya hari yang aku tunggu selama beberapa tahun datang juga." Kinan memulai membuka suara.
"Harusnya ini terjadi sejak beberapa tahun lalu. tapi tak ada yang bisa menolak takdir. aku yakin kalian sudah mengetahui hal yang terjadi padaku bukan?" pertanyaan itu jatuh pada kayla dan kaisya yang berdiri berdampingan.
"Tapi sebelumnya aku minta maaf jika kenyataan ini akan menyakiti kalian. tapi percayalah ini bukan keinginanku. tapi keinginan Krisna, Daddy kalian."Raut bingung tampak dari wajah kaisya karena ia merasa tak ada hubungannya dengan masalah ini. bukankah ia anak Albert? setidaknya hanya itu yang ia tau.
"Jika ini adalah amanat dari mendiang suami mommy yang pertama, lalu kenapa aku harus di ikut sertakan? bukankah aku tidak ada hubungannya dengan semua ini?" seperti biasa Keisya yang tak pernah mau di atur oleh siapapun hendak mengajukan protes. namun hanya dengan memandangnya saja kinan mampu membuat gadis itu kembali menutup mulut.
"Apa kalian tak pernah ingin tau kenapa setelah aku kembali aku tetap membiarkan sofia berada di sisi albert? dan tak menentang hubungan kai dan zahra, meski aku bisa melakukannya." sontak semua yang hadir di sana mengangkat kepala mencari kebenaran bahwa yang keluar dari mulut kinan tidaklah salah.
"Aku rasa kalian cukup tau dan mengerti apa alasanku jika aku memisahkan mereka." kinan memandang Zahra dan Kai yang sedang duduk di sofa berdampingan. " Kai adalah anak dari Sofia bukan, meski bukan anak kandung tapi dia yang merawatnya." seketika kayla dan keisya berdiri karena terkejut mendengar kenyataan jika Kai bukan saudara kandung mereka.
Ingin rasanya mereka menanyakan kebenaran tentang status Kai dalam keluarga mereka, namun saat mereka menoleh ke arah sofia, wanita itu hanya menunduk. seolah menolak untuk menjelaskan. wajahnya yang sedari tadi menyiratkan kesombongan dan keangkuhan kini sirna terganti dengan wajah sendu yang penuh dengan kesedihan.
Dan kai, pria itu hanya memberikan seulas senyum saat kaisya memandangnya dengan wajah penuh pertanyaan.
"Dan kalaupun aku merestui mereka itu pun juga ada alasannya. alasan yang tak pernah bisa aku ingkari." Kinan seperti tengah mengingat sesuatu.
Suasana kembali hening saat Kinan nampak membuka berkas yang ia pegang sejak beberapa menit yang lalu.
"Entahlah, sepertinya ia sudah mempersiapkan semuanya. ia melimpahkan sebagian Asetnya atas namaku. dan semua itu dia lakukan untuk menjaga jika suatu saat usaha yang telah ia alihkan kepada sofia tidak berjalan semestinya. dan apakah itu benar kayla?" Kayla mengangguk pasti. karena memang perusahaan peninggalan Krisna sempat mengalami kolaps. dan itu di karenakan sofia yang memang kurang becus dalam menjalankannya.
Kinan menghela nafas sebelum melanjutkan ceritanya. "Setelah mengetahui kehamilan yang sofia sembunyikan, Krisna sangat frustasi. Dia sungguh kecewa karena Sofia dengan sengaja menyembunyikan kehamilannya dari Krisna dan justru sebaliknya ia menggunakan kehamilannya untuk menjebak Albert. yang saat itu, bahkan sampai sekarang masih berstatus sebagai suamiku." Kinan melirik kearah sofia, ingin tau bagaimana reaksinya.
"Tunggu Aunty! apa yang aunty maksud itu adalah aku?" kaisya bertanya dengan suara bergetar dan air mata yang hampir luruh hanya dengan mengedipkan matanya. dan pandangan matanya kini beralih pada sofia yang tengah menunduk.
"Maafkan Aunty keisya, tapi aunty sudah lelah dengan kelakuan sofia, apalagi jika ia mencoba mengacau rumah tangga zahra dan kakakmu. mungkin kau menganggap aunty egois, tapi bagi aunty kebahagiaan Zahra yang lebih utama. Aunty sudah kehilangan masa kebersamaan kami. dan itu juga karena ulah ibumu." Kinan ranpa rasa bersalah berucap lantang. bukankah itu sudah seharusnya. tak apalah untuk sekali ini ia bersikap egois demi melindungi keluarganya.
Kaisya terisak, terlalu sakit untuk menjawab ucapan yang terlontar dari mulut Kinan. dan jika memang itu kenyataannya, lalu ia bisa apa.
"Dan sekarang aset-aset ini sudah Aunty kembalikan atas nama kalian. dan secara otomatis Sofia tidak memiliki hak apapun kecuali mention keluarga kalian. dan perusahaan yang sedang kalian miliki sekarang.
Kinan memberikan kertas-kertas pengalihan seluruh aset yang krisna berikan kepada Kinan dulu, dan yang kini telah berganti nama untuk kayla dan kaisya ke tangan kayla yang ia terima dengan tangan gemetar.
Kini ia tau, kemana larinya seluruh harta kekayaan yang di miliki Daddy krisna, mengingat dulu ia adalah seorang pengusaha muda yang sukses.
Semua tak lepas dari campur tangan Kinan yang begitu rapi menyembunyikan harta peninggalan sahabatnya.
"Dan kau Sofia, apa kau tak ingin tau kenapa mantan suamimu itu lebih memilih untuk memberikan harta kepadaku yang hanya anak panti ini?" Sofia Sontak mendongak dan menggeleng.
"Itu karena ia telah membuka matanya dan melihat kau adalah wanita yang tak pantas untuk di perjuangkan. selama ini cintanya yang besar terhadapmu membuatnya menutup mata jika kasih sayangnya tak cukup untuk mengikatmu. kau bahkan dengan tak tau malunya merebut suamiku. itulah kau. kau sangat menyedihkan." Untuk pertama kalinya kalimat penghinaan kinan lontarkan. namun cukup menampar Sofia dengan kerasnya.
"Dan Apa kau yakin, setelah semua yang kau lakukan, kau mampu membuat Albert mencintaimu. hanya kau yang dapat menjawabnya." wajah Sofia semakin memerah. antara rasa malu dan sakit hati.
Apalagi kini kedua putrinya juga menatapnya dengan tajam. seolah ingin menerkamnya.
Sebuah kenyataan yang menyakitkan dari sebuah kebohongan. selama ini sofia selalu menceritakan hal yang bertolak belakang dengan kenyataan. sehingga keyla menganggap bahwa krisna adalah sosok yang tak bertanggung jawab dengan meninggalkan dirinya dan Kai bersama orang asing.
Seperti cambuk yang berbalik memecut dirinya, seperti itulah keadaan sofia saat ini. sorot mata tajam kayla dan kaysa seperti menghunus jantungnya. tak ada yang lebih menyakitkan dari rasa di benci oleh orang-orang yang di sayanginya.
"Dan kau Kai, kau juga harus tau satu hal. kenapa Aku membiarkanmu hidup bersama putriku." Kinan tersenyum penuh arti.
***
lanjut malam gays..
👍👍👍 di banyakin biar author merasa punya hutang buat semangat ngetik 😊😊😊