Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part. 64



Happy Reading...


Dengan wajah lelah albert masuk keruang kerjanya. setelah dari kantor pria tua itu lebih memilih berada di ruang pribadinya.


Berada di dalam satu rumah bersama wanita yang sejak bertahun-tahun lalu mendampinginya namun sekarang menjadi wanita yang paling ingin di hindarinya hanya akan menciptakan keributan tak berujung.


Terdengar derap langkah di luar ruang kerja albert. dan ia sangat hafal suara langkah siapa itu. ketukan hells dari wanita yang selalu membuatnya naik darah. siapa lagi kalau bukan sofia.


Albert bergeming. tak menghiraukan suara sofia yang memanggil-manggilnya. agaknya wanita itu tak bosan-bosannya mencoba mengambil kembali hati albert. meskipun berkali-kali mendapatkan penolakan dan kata-kata kasar. namun sofia bersikeras dan tak mau menyerah.


Terdengar suara pintu terbuka. siapa lagi pelakunya kalau bukan sofia yang selalu seenaknya.


"Apa kau sudah kehilangan sopan santunmu sofia!" bentak albert pada sofia yang akhir-akhir ini membuatnya selalu naik darah.


"Kenapa kau selalu marah-marah. aku..." ucapan sofia terhenti tatkala melihat tangan albert terangkat mengisyaratkan untuknya agar diam.


"Cukup! gak perlu basa basi, cepat katakan apa maumu?" bentak albert yang tak mau mendengar basa-basi sofia.


"Aku hanya ingin mengajakmu untuk datang ke undangan makan malam temanku. aku ingin menjodohkan kai dengan anak gadisnya." ucap sofia namun albert menanggapainya dengan tatapan tajam.


"Berhentilah bermain-main kalau kau tak ingin membuat kai semakin membencimu." ungkap albert.


"Aku hanya ingin kai bahagia albert. bukankah gadis itu sudah pergi. itu artinya ia tak ingin kai menikahinya kan?" sofia beralasan.


"Hentikan omong kosongmu itu, kau tau benar bahwa kau yang menyebabkan itu terjadi." albert menghentikan ucapannya. "Ingat sofia, kau sudah membuat kai marah, bukan tidak mungkin ia akan sangat membencimu. apalagi jika ia tau tentang siapa kau yang sebenarnya."


Sofia terdiam, kata-kata albert membungkamnya seketika.


"Apa maksudmu albert?" tanya sofia pura-pura tak mengerti.


Albert tersenyum sinis. "Apa kau lupa kapan waktu kau melahirkan putramu?" albert menatap sinis.


"Tentu, mana mungkin aku melupakannya. lalu apa hubungannya dengan kai?" tanya sofia yang tak mengerti.


"Siang itu kau.melahirkan putramu, dan nama yang di inginkan suamimu adalah SURYA yang artinya matahari, tapi kenapa nama putramu itu justru menjadi RAKAI. kau tau artinya apa? Rakai yang berarti bulan. dan kau tau betul itu maksudnya apa." Albert tertawa penuh arti.


"Jangan macam-macam kamu Albert!" ancam sofia.


"Aku tidak akan macam-macam, jika kau tak banyak tingkah. dan hentikan kekonyolanmu untuk memisahkan zahra dan kai lagi." dengan menekankan kata lagi.


"Sepertinya kau sudah mulai menyayangi putrimu itu albert sayang." ejek sofia.


"Karena dia putri kinanti, putriku " ucap albert.


Sofia mengeraskan rahang, setiap kali mendengar nama kinan disebut wanita itu menjadi geram.


"Justru karena dia adalah putrimu maka aku tak ingin dia bersama putraku". suara sofia meninggi.


"Katakan sebab kau tak menyukai putriku." sentak albert.


Sofia tak menjawab hanya memalingkan muka ke arah lain. ia tak mungkin menjawab kenapa dirinya tak ingin zahra masuk kedalam kehidupan kai karena alasan ia tak ingin tersingkir.


"Kenapa kau tak menjawab. itu karen kau tau jika kai sudah tergila-gila pada putriku. bukankah itu sangat lucu. seperti kau yang mampu menyingkirkan kinan hanya untuk mendapatkanku." Albert mengingatkan masa lalu.


"Dan jika bukan karena krisna, maka aku tak mungkin terjebak dengan wanita licik sepertimu. dan itu adalah kesalahan terbesarku." albert mengakhiri ucapannya dengan ekspresi sesal. menyesal telah menyetujui permintaan dari sahabatnya untuk menjaga keluarganya. jika tau janjinya akan merusak kebahagiaan keluarganya sendiri, albert pastilah akan menolaknya.


Menyesal. itulah yang albert rasakan saat ini. menyesal karena telah termakan kebohongan. menyesal karena terlalu tunduk kepada sofia dan menyesal karena telah memperlakukan zahra dengan buruk.


Ibarat nasi telah menjadi bubur yang tak akan menjadikannya beras kembali, meski seberapa keras telah menjemurnya agar mengering.


Tak ada kata yang dapat melukiskan seberapa besar penyesalan albert kepada anak dan istrinya. dan tak ada satu perbuatan yang mampu ia lakukan agar mendapatkan maaf.


Mengharapkan maaf dari zahra ibarat menanti setitik embun yang jatuh di siang hari. tidak mungkin, itulah yang terjadi.


Setelah mampu membungkam sofia dengan keadaan yang ada, albert beranjak meninggalkan sofia yang masih mematung di tempatnya.


Wanita itu menggeram tidak suka jika ada orang yang mengungkit kesalahannya.


***


"Cari tau tentang pemuda yang ada di foto ini." perintah seseorang yang sedang berada di kursi kebesarannya.


Pria dengan wajah rupawan meski di usianya yang beranjak tua. rahang tegas dan sorot mata tegas. aura ketegasan terpancar dari setiap kata yang rucap dari bibirnya.


"Raka.." Lirihnya setelah ia mentitahkan orang-orang suruhannya untuk mencari keberadaan putra semata wayangnya.


"Setelah puluhan tahun kita terpisah oleh keadaan. daddy harap kamu mau memaafkan kesalahan daddy yang terpaksa meninggalkanmu." sesalnya mengingat masa lalu.


"Urus semuanya sekarang. aku akan mencoba mendekatinya secara pelan-pelan." ucapnya lagi. kali ini pada pria di balik telpon.


***


"Apa kamu sedang tidak ada pekerjaan?" ketus kai kepada aldi yang berdiri di depan mejanya sambil melipat tangan didada.


Aldi terkekeh karena kai membalasnya dengan perkataan yang sering ia lontarkan.


"Aku ingin memberi tahumu bahwa sekarang zahra sedang ada di sini." ucap aldi yang membuat kai tersentak dan mengalihkan perhatiannyandari benda tipis di hadapannya.


"Apa kau serius?" tanya kai.yang tidak percaya akan ucapan aldi.


"Katakan dimana dia?" antusias kai.


"Di tempat dimana lau menemukannya." ucap aldi sambil tersenyum.


"Kalau begitu aku harus menyusulnya." lantas kai berdiri dan menyambar jas dan kunci mobilnya dengan cepat.


"Tunggu kai!" cegah aldi cepat."jangan sampai ada yang tau. namun jika zahra tidak bersedia menemuimu, jangan paksa dia. berikan dia ruang dan waktu untuk berfikir."


"Tentu!" sahut kai cepat.


Dengan langkah lebar kai meninggalkan kantornya siang itu juga.


Pemuda itu sudah tidak sabar ingin memeluk dua orang yang selalu mengusik kenyamanan tidurnya.


Dengan bersenandung kecil dan hati yang riang, kai membelah panas jalanan dengan kecepatan sedang.


Agaknya pemuda itu sudah sangat tidak sabar. namun ia tak pernah tau, wanita yang ingin di jumpainya akan menerima uluran tangannya atau justru menolak kehadirannya.


Tak perlu memikirkan apa yang akan terjadi, karena apapun yang akan terjadi esok berkaitan erat dengan masa lalu. dan itulah yang di pikirkan kai saat ini.


Ia sudah siap dengan penolakan zahra.


***


Ritualnya gengs...


lots of luv chanda 💕💕💕