
Zahra merogoh tasnya karena mendengar gawainya berdering berkali-kali.
Matanya membulat saat melihat ada lebih dari 30 panggilan selama satu jam ia di dalam kelas.
Namun saat ini ia tidak dapat meninggalkan kelasnya sampai 60 menit kedepan.
Zahra sangat gelisah. terlihat dari cara gadis itu membenarkan tempat duduknya.
Ia tak dapat berbuat apapun kecuali menunggu sampai kelasnya berakhir.
***
Kai yang sedang gelisah menunggu jawaban dari suster tersentak saat gawainya berdering. aldi menelponnya.
Melihat orang yang ada di sampingnya sedang berbicara pada orang dari seberang telpon, susterpun urung membuka mulutnya untuk mengatakan nama ibu dari sang bayi yang kai tanyakan.
"Ya hallo." sapa kai.
"Dimana kamu? tanya aldi dari seberang.
"Perjalanan ke rumah sakit." jawab kai tanpa beban.
"Ngapain kamu kerumah sakit? jangan bilang kamu mencoba bunuh diri?" goda aldi. ia tau bahwa kai bukanlah orang yang mudah putus asa.
"Hentikan omong kosongmu al, aku sedang bersama prince saat ini." putus kai akhinya. ia mematikan panggilan telponnya terlebih dulu.
Namun apa yang kai lakukan, bukanya menaruh ponselnya tapi malah mengambil fotonya bersama rain yang sedang tersenyum lucu saat ini sambil mengemut jemarinya sendiri. lalu ia mengirimnya kepada aldi. seperti kebiasaannya ia akan mengambil foto bayi yang menurutnya lucu. mungkin kai tengah gila saat ini.
Mobil kai telah sampai di rumah sakit saat ini. ia tidak langsung pergi meninggalkan wanita itu setelah menurunkannya. melainkan ia ikut masuk karena tangan rain yang kembali ingin meraihnya.
"Oke.. oke... uncle akan menemanimu." ucapnya menenangkan.
"Tidak perlu tuan, mommynya sebentar lagi menyusulnya. anda pergi saja, terima kasih telah membantu." tolak wanita itu yang sebenarnya masih sedikit takut dengan kehadiran kai.
"Saya akan pergi setelah mommynya datang." putus kai. dan perawat itupun tak membantah lagi dan hanya tersenyum tipis.
Dan sampai pada giliran rain yang di panggil oleh suster jaga pun zahra belum juga menampakkan dirinya.
Saat di bawa masuk ke dalam ruang untuk di periksa dokter, rain kembali histeris namun ia akan tenang saat kai memegang tangan kecilnya. ikatan batin tak dapat di bohongi. kai merasa senang bisa membuat bayi kecil itu kembali tenang.
"You so handsome kids, like father like son." dokter memuji dua pria beda generasi di hadapannya. mereka memang seperti anak kembar beda usia.
wajah rain yang sangat mirip dengan kai membuat siapapun yang melihat mereka yakin bahwa mereka memang ayah dan anak.
Sandiwara ayah dan anak yang memang benar-benar ayah dan anak pun terpaksa harus di hentikan, setelah dokter selesai memeriksa keadaan rain yang ternyata cuma memar dan tidak bahaya. dan rain hanya sedang emosi saja sehingga bayi itu menjadi sangat rewel. dokter pun memberikan obat untu menghilangkan nyeri pada dahi rain yang terbentur.
Sampai pada saat ini pun zahra belum sampai kerumah sakit. saat ini kai dan pengasuh rai sedang mengambil obat untuk rain.
Melihat pengasuhnya yang tampak kelelahan, kai pun meminta wanita itu duduk menunggu. sedangkan kai menggendong rain sambil bercengkerama.
Dan adegan ayah dan anak itu membuat pengasuh rain terharu. ia tau benar bahwa pria kecil itu pasti sangat merindukan ayahnya.
Wanita itu sudah tau tentang zahra yang tidak memiliki suami, namun kania sudah memerintahkan siapapun orang-orang yang berada dekat debgan zahra tidak menceritakan apapun tentang zahra kepada orang lain.
***
Setelah zahra selesai dengan kelasnya, buru-buru ia keluar dari kelas untuk pergi kerumah sakit di antar oleh supirnya.
Jika beberapa bulan yang lalu zahra adalah gadis kampung dengan pakaian sederhana, yang menyembunyikan kecantikannya di balik wajah polosnya, tapi tidak dengan zahra yang sekarang.
Zahra yang sekarang adalah gadis cantik dengan penampilan yang sungguh sempurna.
dress dan hells itulah pakaian yang selalu ia kenakan setiap harinya. dengan make up minimalis yang semakin memancarkan aura kecantikan si gadis desa.
Meskipun zahra sudah merubah total penampilannya, agar tak ada orang yang mengenalinya, namun tidak dengan satu orang yang saat ini tengah memperhatikannya dari dalam mobil.
Ia mengikuti pergerakan zahra dari saat ia keluar dari area kampus dan pasti akan mengikuti kemanapun gadis itu pergi. tak peduli berapa jauh, ia akan mengemudikan mobilnya, yang penting ia dapat berbicara dengan zahra.
***
...????...
jangan lupa👍👍👍👍 di pencet.
yang mau rain ketemu daddynya boleh banget nih kirim bunga sekebon 😃😃😃
lots of luv chanda 💕💕💕