Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part. 48



Happy Reading..


Setelah membalas pesan dari kai, Aldi tersenyum. ia senang. setidaknya kini dia tidak perlu mengkhatirkan keadaan Zahra. dan yang pasti ia akan mengetahui dimana Zahra tinggal. dan akan menemuinya untuk membantu Albert memohon maaf kepada Zahra.


Dea yang saat itu sedang bersama Aldi merasa heran karena melihat aldi yang tersenyum lebar saat memandang gawainya.


"Apa kau menang judi online?" Tuduh Dea.


"Hah! apa? Ngawur kamu dea, aku gak pernah maen begituan!" sungut Aldi tak terima atas tuduhan Dea.


" Sapa tau! trus itu ngapain senyum-senyum sendiri, kamu di chat pacar kamu ya?" dea memicingkan mata.


"Lebih tepatnya saya liat foto bayi sama ibunya." kelakar aldi sambil menaik turunkan alisnya.


Dea merengut "Siapa? jangan-jangan kamu ada main sama cewek terus hamil seperti yang di alami Zahra, iya?" cerca Dea.


"Lebih dari itu." ucap aldi datar sambil tersenyum dan mengarahkan layar ponsel yang srdang menampilkan foto bayi dalam gendongan kai ke arah dea.


Dea yang semula membuang muka karena kesal penasaran akhirnya melihat ke arah layar handphone yang di tunjuka oleh Aldi.


matanya membulat dan mulutnya terbuka melihat layar gawai aldi.


"Kai punya anak? lalu zahra bagaimana? tuduh dea yang tidak tau jika itu adalah bayi zahra.


Tanpa bicara apapun, aldi langsung mengheser layar ponselnya dan menampilkan wajah cantik Zahra yang sedang tertidur.


"Zahra? jadi itu bayi zahra? zahra sudah melahirkan?" Dea tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. gadis itu berkaca-kaca antara senang dan merasa bersalah.


Dea merasa bersalah karena sebelum zahra pergi, hubungan kedua gadis itu sedang memburuk. ia menyesal telah meninggalkan zahra di apartemen sendirian waktu itu. padahal ia tau bahwa saat itu zahra sedang sangat membutuhkannya.


"Itu KAI kan? bagaimana bisa ia bersama Zahra. bukankah ia masih di london?" Dea yang penasaran pun mencerca aldi dengan banyak pertanyaan.


"Kai terbang ke indonesia seminggu yang lalu. ia sedang mencari investor untuk pabrik tekstilnya. dan dua hari yang lalu ia pergi ke bandung bersama daddy. sepertinya kai dan Zahra bertemu di sana." jelas Aldi.


"Sudahlah! ayo pergi, kita jalan-jalan. karena besok aku akan meninggalkanmu ke luar kota untuk beberapa hari dan setelah itu aku akan menyusul mereka ke bandung. aku ingin bertemu dengan zahra dan keponakan kecilku. ajak Aldi seraya merangkul bahu dea dengan sangat mesra.


***


Di dalam kamar rumah sakit, zahra masih memikirkan siapa sosok laki-laki yang telah menolongnya.


"Apa yang sedang kau fikirkan?" Tanya Renita membuyarkan lamunan Zahra.


"Tidak ada tante." bohong zahra.


"Bagaimana ini bisa terjadi, untung kalian baik-baik saja." sesal Renita atas kejadian yang zahra alami. wanita itu tampak sedih dengan apa yang terjadi.


"Sudahlah tante, aku gak papa kok." Zahra menggenggam tangan Renita untuk menenangkan karena melihat wanita itu hampir menangis.


"Coba ceritakan bagaimana itu bisa terjadi, kenapa kamu bisa terjatuh apa kamu berlari- lari." cerca Renita.


" Sebenarnya kita hanya sebentar, tapi waktu keluar dari toko buku, aku ingin melihat-lihat pakaian bayi." zahra mengingat-ingat "terus di luar hujan, dan cindy ngajak pulang tapi kakiku terpeleset karena berjalan cepat,mungkin lantainya basah habis hujan." jelas Zahra mengingat sebelum ia benar-benar pingsan.


"Lalu, siapa pria yang telah menolongmu? apa kau mengenalnya?" Renita mempertanyakan pria yang adalah kai.


"Pria yang tadi ada di sini? Renita mengangguk. "Entahlah, aku juga tidak tau. mungkin hanya kebetulan saja dia ada di sana saat itu." jelas zahra yang memang tak mengenali wajah kai. "lalu dimana pria itu sekarang tante?" tanya zahra selanjutnya, matanya menelisik ke seluruh ruangan mencari keberadaan kai.


"Sepertinya tadi Aunty Kania mengajaknya keluar. mungkin dia sedang bicara dengan auntymu saat ini." Renita menjelaskan. sedangkan Zahra tampak diam. dia memikirkan wajah pria yang telah menolongnya. zahra berusaha mengingat karena sepertinya ia pernah melihat wajah kai sebelumnya.


"Aunty kania sudah datang? kapan?" zahra mengalihkan pembicaraan karena ia tak mau renita tau bahwa saat ini ia sedang memikirkan kai.


"Kemarin. beberapa jam setelah kalian pergi Aunty Kania datang. dan jika keadaanmu pulih, kau akan ikut bersamanya. kau harus pergi dari sini. karena mungkin akan banyak orang yang mempertanyakan tentang statusmu." sebenarnya itu hanya alasan Renita untuk memberi pelajaran pada Albert yang telah menelantarkan dan mengusir zahra.


"Apa aku tidak akan pernah kembali bersama kalian?" tanya Zahra sedih.


"Kau akan melanjutkan pendidikanmu di paris. setelah kau lulus kau bisa kembali kesini dan melanjutkan usaha ibumu. kau dan cindy. kalian harus berhasil mengembangkan pabrik konveksi yang telah di rintis ibumu. bukan untuk dirimu sendiri namun untuk semua orang yang menggantungkan hidup mereka dengan pekerjaan disini." penjelasan Renita cukup menjadi dorongan bagi zahra untuk segera pergi dari indonesia.


"Kai, jika Tuhan tidak mempertemukan dan menyatukan kita sebagai pasangan, setidaknya aku ingin bertemu denganmu sebagai adikmu." bati zahra.


***


Setelah perdebatan dengan Kania, Kai lebih memilih untuk pergi dari rumah sakit. langkahnya terhenti saat ia melihat cindy berjalan sendirian di koridor.


"Hai!" sapa kai. " Selamat pagi cindy". sapa kai selanjutnya.


"Selamat pagi kak". gadis itu membalas ucapan kai dengan senyum manis.


"Mau pulang?" tanya kai.


"Iyak kak!" sahut cindy mengangguk.


"Mau kakak antar?" tawar kai. dan tanpa menunggu jawaban dari cindy, kai sudah menarik tangan cindy ke arah mobilnya yang di basement rumah sakit.


"Tidak perlu kak, kakak pasti capek menunggu mbak Zahra semalaman. jadi lebih baik sekarang kakak pulang saja." tolak Cindy karena ia tak mengenal Kai.


"Sama sekali tidak. dan kakak juga ingin meminta tolong padamu. apa kita mau sarapan dulu? kakak yakin kamu pasti lapar." tawar kai selnjutnya.


"Baiklah, kalau begitu." cindy mengiyakan ajakan kai karena memang ia sangat lapar pagi ini. hujan deras semalam membuatnya melewatkan makan malamnya. gadis itu hanya memakan camilan yang ia beli di mall siang tadi.


"Tapi sebelumnya kita mampir ke mall sebentar. karena kakak juga harus mengganti pakaian kakak dulu." kai sambil menghidupkan mesin mobilnya. kai membawa mobilnya sendiri karena ia telah meminta supirnya pulang karen jam kerjanya telah usai.


Kai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. membelah jalanan pagi yang saat itu sudah padat orang- orang yang beraktifitas.


***


Saat ini kai sedang berada di rumah makan yan buka di pagi hari untuk menyediakan makanan bagi orang- orang yang tidak sempat sarapan di rumah.


"Cindy" kai membuka percakapan. " Boleh kakak minta nomermu?" pinta kai tentu dengan maksud terselubung.


"Untuk apa kak?" karena cindy merasa tidak ada urusan dengan orang yang sedang mentraktirnya makan saat ini.


"Untuk bicara dengan Zahra." ucap kai tegas.


"Apa kakak mengenal mbka zahra?" kai tersenyum penuh arti. "Jadi benar kakak adalah ayah dari bayi yang mbak Zahra lahirkan." ucap cindy tidak percaya. namun kai mengangguk tanpa ragu.


"Ya Tuhan, kenapa dunia ini sempit sekali? bukannya kakak harusnya ada di jakarta? kenapa bisa ada disini?" gadis belia itu mempertanyakan hal yang tidak berguna.


"Takdirlah yang membawaku sampai di sini cindy, sampai akhirnya aku bertemu kalian disana." senyum kai mengembang saat mengucapkannya. membuat cindy terpesona oleh senyum itu. dan kai terkekeh melihat cindy yang menurutnya lucu.


"Dan satu hal lagi." kai menjeda ucapannya. "Aku titipkan nama Rain untuk di berikan pada bayiku. tolong sampaikan pada zahra dan jika ia menanyakan kenapa. bilang saja karena kelahirannya di iringi hujan. kamu mengerti kan?" pinta kai penuh harap.


"Tentu tapi dengan satu syarat." cindy berucap tanpa beban.


Kai mengernyit "Apa?"


"Aku mau kakak memborong komik kesukaanku." cindy nyengir dengan dua jari membentuk huruf V.


"As you want, princess!" kai beranjak dan berjalan beriringan bersama Cindy yang tingginya tidak sampai bahu kai.


"Yess!" ucap cindy riang.


***


Ritualnya gengs..


Like comment and vote,


Lots of luv chanda 💕💕💕