Daddy'S Love

Daddy'S Love
Ekstra Part. 2



Happy Reading...


Apa aku juga boleh bergabung?"


Sontak semua orang menoleh ke arah sumber suara. membuat semua orang membulatkan mata tak percaya.


"Keisya!"...


Kai berteriak paling heboh, lantaran ia yang dengan susah payah membujuk Keisya untuk kembali pulang sama sekali tak di hiraukan nya. dan sekarang dengan tanpa paksaan bahkan permintaan adik kesayangannya pulang dengan sendirinya.


"Bukankah kau sudah nyaman berada di sana dengan panggilan baru Senorita?"


Ejekan muncul dari bibir yang sangat suka menjahili, siapa lagi jika bukan Aldi.


"Kenapa sambutan kalian seperti itu? apa kalian tidak senang aku kembali?" Keisya cemberut.


"Pasti akan ada hal lain yang membuatmu pulang." tanya Kai.


"Dan aku tak mau menjadi orang yang akan kau buat susah." Aldi menimpali.


"Biar Daddy yang akan memanjakan mu seperti biasa." Albert menarik pelan tangan Keisya agar duduk di sampingnya. berada di tengah antara Albert dan Kinan.


"Oh daddy, I miss you so much." Keisya memeluk tubuh Albert.


"Aunty, apa kabar?" Keisya beralih memeluk Kinan.


"Baik sayang, aunty senang kau pulang." Kinan membalas memeluk dan mengusap bahu Keisya.


"Rain, apa kau tak merindukan Aunty mu yang paling cantik ini?" Keisya memeluk keponakan kecilnya.


"Sama sekali tidak!"


"Ah kau jahat sekali." Keisya pura-pura merajuk sambil memeluk Rain semakin erat.


"Kak, kapan kau akan melahirkan?" Keisya melihat Zahra yang masih duduk di atas pangkuan Kai.


"Mungkin sebentar lagi." ucapnya sambil sedikit meringis.


"Apa kau merasakan sesuatu sayang?" Kai bertanya dengan raut khawatir.


"Tidak, aku tidak apa-apa Kai, dia hanya bergerak saja."


"Putri Daddy tidak sabar rupanya." Kai membelai perut Zahra untuk mengurangi rasa tak nyaman karena kram akibat pergerakan baby-nya. dan Zahra tersenyum sambil mengecup pipinya.


"Makasih sayang. I love you."


"I love you more, my queen." Kau membalas dengan mengecup bibir Zahra dan sedikit **********. membuat semua orang menggelengkan kepala karena ah mereka yang tak tahu tempat.


"Maaf aku terlambat." satu suara lagi mengagetkan semua orang yang berada di sana.


"Kakak!" Keisya berlari menyambut Kayla yang datang bersama keluarga kecilnya.


"Apa sih kay, lepas ah!" Kayla yang memang tak pernah mau menjadi korban kemanjaan Keisya mendengus kesal.


"Kau sudah tua, apa kau ingin aku menggendong mu." namun kedua tangannya membalas pelukan Keisya. itulah cara mereka mengungkapkan kasih sayang mereka. yaitu dengan sedikit bertengkar.


"Apa kabar ma?" Sofia yang dari tadi sengaja tidak bersuara mendongak mendengar salah satu putrinya memanggilnya.


"Mama baik sayang, mama senang kalian masih mengingat mama." Sofia terharu karena kedua putrinya memeluknya bersama.


"Maafkan mama Kayla, Keisya." pinta Sofia.


"Sudahlah ma, kami sudah memaafkanmu." Kayla menenangkan.


"Dengan satu syarat." potong Keisya.


"Apapun itu."


Keisya pergi meninggalkan ruang keluarga itu, dan di ikuti oleh pandangan seluruh orang. kecuali satu orang.


Dan beberapa detik kemudian ia kembali masuk dengan memeluk lengan kekar seorang pria.


"Maaf mengganggu kebahagiaan keluarga besar kalian."


Sontak seluruh mata melotot melihat pria yang masih tampah gagah dan tampan datang bersama Keisya.


Pria yang sejak beberapa tahun lalu di anggap mati kini berdiri di hadapan mereka. dengan keadaan sana persis seperti terakhir mereka jumpai.


"Krisna!" pekik Albert.


"Daddy" Kai terperanjat dan hampir saja membuat Zahra juga ikut terkejut.


"Bagaimana bisa?" Kai


"Ini tidak mungkin!" Albert


"Ini pasti mimpi." Sofia.


"Ehhmm.." Ravi memecah ketegangan.


Kini pandangan mereka beralih menatap Ravi.


"Dad!" Kau dengan wajah penuh pertanyaan.


Sedangkan Albert masih tak mengalihkan pandangannya dari Krisna. Bukankah dia dulu yang membawa Krisna ke Rumah sakit dalam keadaan yang sudah sangat kritis. dan dokter sudah menyatakan bahwa Krisna tak dapat di selamatkan. lalu kenapa sekarang dia justru kembali hidup? berbagai pertanyaan muncul di benak pria itu.


"Kai, apa kau lupa jika ayahmu ini adalah seorang mantan mafia? dan bukanlah hal yang sulit untuk membuat tikus rumahan itu keluar dari sarangnya " ucap Ravi bangga semakin membuat semuanya bingung.


"Selama ini ia bersembunyi dan memalsukan kematiannya hanya untuk mengubur cintanya, tapi justru ia terperangkap dalam kisahnya. sungguh menggelikan." cerita Ravi semakin membuat Kai dan Albert tak mengerti.


Berbeda dengan Krisna, ia justru tersenyum. sambil memandang wajah wanita yang memucat seperti mayat hidup.


"Kalian harus menjelaskan ini." Ungkap Albert setelah mengurai keterkejutannya.


"Krisna, spa semua ini?" Albert memperhatikan Krisna dengan sorot mata tajam memerah.


"Setelah kejadian penembakan itu, memang kau yang mengantarku ke rumah sakit.dan dokter menyatakan aku tak selamat. tapi apa kau menghadiri pemakamanku? Albert menggeleng.


"Apa kau melihat mereka mengkremasi ku?" Albert kembali menggeleng.


"Lalu? salahnya dimana Albert "


"Aku masih tak mengerti." Albert menuntut penjelasan.


"Sebelum dokter mengotopsi mayat ku, aku tersadar. lalu mereka mengoprasi ku. tapi sebelumnya aku meminta pada mereka, jika aku selamat, aku ingin memalsukan kematian ku agar dapat mengetahui siapa pelaku penembakan itu."


"Lalu kenapa kau tak kembali justru membuatku terjebak dengan pernikahan bodoh dan janji tak masuk akal itu.?" bentak Albert marah karena merasa di permainkan.


"Sebenarnya aku ingin kembali. aku hanya sedang menunggu waktu saja. mungkin Sofia akan menyadari kesalahannya dan kalian bercerai."


"Tapi aku salah, semua tak sesuai dengan harapanku."


"Selama dua tahun aku menunggu. melakukan hal gila. membuat Kinan seolah-olah terancam agar kembali padamu. tapi aku lupa Kinan adalah si kepala batu yang tak akan mudah memaafkanmu " Krisna terkekeh.


"Jadi kau yang mengikutiku waktu itu? agar aku muncul di hadapan mereka?" Tuding Kinan membuat Krisna mengangguk.


"Kau gila Krisna. benar-benar gila." Kinan menggeleng tak percaya.


"Justru aku merasa Kai dalam bahaya dan malam itu, apa yang sebenarnya terjadi. siapa mereka yang mencoba menculik Kai."


"Mereka adalah pelaku penembakan itu. mereka bukan saingan kita Albert. mereka adalah musuh Ravi si mafia itu. dan mereka mengira aku adalah Ravi." Krisna menjelaskan.


"Ya itu benar, karena penjara di tempatku pernah terbakar. dan mereka menganggap aku salah satu korban yang berhasil melarikan diri."


"Dan Kabar lain mengatakan aku menjadi salah satu nara pidana yang meninggal karena kebakaran itu. itulah sebabnya Sofia terkejut saat melihatku kembali karena pasti ia juga mendengar berita itu. apa benar begitu Sofia?" Ravi menjelaskan. dan Sofia mengangguk.


"Lalu kemana kau selama ini?" Albert kembali bertanya.


"Sebelum terjadi kebakaran itu, mereka sudah memindahkanku ke penjara lain selama beberapa tahun. lalu mereka memberkan asimilasi memintaku untuk menjadi mata-mata."


"Aku bersembunyi dengan identitas lain dan membangun Bisnisku kembali. sambil mencari keberadaan Kai."


"Dan kau Kai, kau tahu siapa yang mencelakaimu waktu itu hingga membuatmu koma?" Kai menggeleng.


"Mereka semua musuh Daddy, mereka semua sudah mengetahui tentangmu yang adalah anak kandung Daddy."


"Jadi Krisna tertembak karena mereka mengira dirinya adalah Daddy. lalu mencoba menculik mu untuk membalas dendam pada Daddy, dan mereka menabrak mobilmu karena rencana mereka tak pernah berhasil." Kai melongo.


"Dan sekarang kau harus bangga karena menjadi putra seorang Revindra, seorang mafia yang menjadi mata-mata polisi."


Kau Berdecih membuat Ravi tertawa.


"Dan sekarang mereka sudah membayar semuanya. kau tak perlu khawatir dengan keselamatan keluargamu. kau bersih son, tak ada yang akan berani mengusik mu di bawah perlindungan daddy." Ravi menepuk bahu Kai.


"Dan kau Krisna, katakan alasanmu bersembunyi selama ini." Albert kembali menghakimi.


"Selama dua tahun aku mengawasi kalian. aku masih berharap kau dan Sofia bercerai. tapi setelah kejadian malam itu, aku tak mendengar kabar Kinan sama sekali. aku juga sama seperti kalian, kehilangan jejak Kinan."


"Dan mulai saat itu aku berhenti berharap. perpisahan kalian tak mungkin terjadi. karena Sofia yang sangat mencintaimu dan kau juga menganggap serius hutang janji itu."


"Lalu aku pergi ke Meksiko dengan identitas baru dan memulai semuanya dari nol. mencoba melupakan kalian hingga aku bertemu dengan gadis nakal ini." Krisna memandang Krista dengan penuh sayang.


Semua orang tampak bahagia atas reuni keluarga besar ini hingga melupakan ada satu orang yang sedang menahan kesakitan.


"Bisakah ceritanya di lanjutkan nanti, aku sudah tidak tahan!"


***


Kisah Kania ada di sini, mampir dan ramaikan gaess