
Happy Reading...
Tanpa ragu Albert menerima surat dari uluran tangan Aldi. "Apa ini son? Albert membuka Amplop warna putih kombinasi soft pink. air wajahnya masih tenang sebelum ia benar- benar membaca nama yang tertera di surat tersebut.
Hai Albert, Apa kabar?
Jika surat ini sudah sampai di tanganmu, itu artinya aku sudah tidak ada di dunia ini.
Tapi jika surat ini sampai ke tanganmu saat aku masih hidup, aku yakin kau pasti akan menendang bokongku, dan menganggapku gila.😄😄😄
Albert sayang, aku hanya ingin bilang bahwa saat ini aku sangat bahagia. aku sangat bahagia karena aku telah menjadi wanita sempurna. Terima kasih telah menyempurnakan hidupku.
Kau pernah mengatakan jika kau ingin memiliki seorang puteri untuk menyempurnakan hidupmu bukan?
Dan Kau juga pasti tidak lupa aku pernah mengatakan aku membawa bagian penting dari dirimu. itu yang aku maksud. aku pergi membawa putrimu.
Maaf, itulah caraku membalasmu. kau jahat albert, kau bahkan tidak mengundangku ke pernikahan kedua mu. tapi tidak apa, karna aku hadir waktu itu. aku menyaksikan suamiku begitu bahagia menikahi sahabatku. aku menyaksikan kalian bahagia saat menghianatiku. kalian adalah pasangan sempurna.sama-sama penghianat. ironis sekali.
Sesungguhnya, aku ingin tertawa. memtertawai kebodohanmu. kau bodoh karena telah jatuh pada perangkapnya. perangkap sofia. aku juga tidak bisa di katakan pintar karena terlalu mempercayainya.
"Kau tau? demi untuk bisa bersamamu, dia merekayasa foto itu. menjebakmu dalam kebohongan. dia mengorbankanku mengorbankan putriku.
Aku tidak menyesal karena telah membawa putrimu pergi. aku hanya menyesal karena putraku harus di rawat oleh seekor ular. tapi pasti kau juga tidak menyesal karena dia memberimu seorang putri. tapi ku harap kau yakin bahwa dia memang putrimu.
Albert sayang, dengan semua yang terjadi, kau telah membuatku yakin bahwa selama ini aku telah menyia-nyiakan hidupku. kini aku hanya sedang menunggumu menunggu kehancuranmu dan kehancuran sofia.
Satu hal yang harus kau tau, bahwa dia sudah merencanakan ini dengan sangat baik. membuat krisna meninggalkannya seolah dia adalah korban. membuatku meninhgalkanmu seolah dia adalah malaikat
Sekarang aku memberimu kesempatan,
Jangan sampai kau kehilangannya Albert. karena sekali kau kehilangan, selanjutnya kau hanyaah pecundang menyedihkan.
Selamat tinggal, aku tidak tau hal apa yang menungguku di sana. tapi sekarang aku ingin kau menjaga putriku. jangan sampai sofia menggannggunya lagi. cukup biar aku yang di sakitinya. dan tujuan dia untuk telah memiilikimu telah tercapai.
Namun jika kau tak mampu menjaganya, maka biarkan orang lain menjaganya.
Kinan.
***"
Albert tidak menunjukkan ekspresi apapun, ia masih sama seperti sesasaat sebelum ia membaca surat dari kinan. Aldi menyaksikan setitik air mata jatuh dari sudut matanya.
"Dimana dia sekarang." Tanya Albert parau. dia tak bisa lagi menyembunyikan raut sedih dan bersalahnya.
"Siapa." Tanya Aldi. pura-pura tidak tau maksud Albert.
" Adikmu." terdengar penuh penyesalan.
" Aku tidak yakin kau berani menemuinya setelah apa yang kau lakukan padanya." jawab aldi tegas.
Albert mendongak menatap mata Aldi mencari makna dari setiap ucapannya. "Apa maksudmu al?"
"Dia telah pergi, dan aku tidak tau sekarang dia ada di mana." ucap Aldi tenang.
"Siapa yang menurutmu bisa melakukannya," aldi menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. dan albert cukup mengerti bahwa yang di maksud adalah Zahra
Akhirmya Albert tidak dapat lagi menyembunyikan rasa bersalahnya. pria tua itu menangis menyesali kebodohannya.
"Kenapa aku begitu bodoh mempercayai sofia begitu saja. aku hanya tidak menyangka dia melakukan drama ini." tak ada lagi albert yang angkuh dan sombong.yang ada hanya pria rapuh penuh penyesalan.
"Lakukan apapun untuk bisa menemukannya. " titahnya selanjutnya.
"Aku harus minta maaf padanya." ucapnya penuh sesal.
***
Bandung.
Tidak! Aku tidak mau menemuinya tante, aku membencinya. dia sudah mengusir kami dari hidupnya. ibu, aku dan calon anakku." pungkas Zahra berapi-api. sorot matanya penuh dengan kerinduan luka dan kebencian di waktu bersamaan.
Renita yang belum mengerti keadaan yang sesungguhnya semakin membuatnnya bingung.
"Apa kau tidak ingin bertemu dengan ayahmu? apa kau tidak merindukannya.? Renita mencoba memprovokasi.
"Kerinduanku sudah terganti dengan rasa sakit ini tante,tolong jangan paksa aku." pinta Zahra pilu.
"lalu apa benar kau hamil?" tanya renita dan zahra mengangguk samar. setitik air mata jatuh di pipi zahra, kerongkongannya seolah kering tak mampu bersuara.
" apa kau sudah menikah"Zahra menggeleng.
Menikaj? bahkan ayah biologis anakku pun aku tidak tau bagaimana wajahnya.
" Lalu siapa ayah dari anakmu?" tanya renita yang semakin tidak mengerti keadaan Zahra .
" Tolong jangan pertanyakan lagi, aku ingin melupakannya. aku hanya tak ingin di ganggu oleh siapapun tegas Zahra.
"Baiklah! kalau itu maumu, kau bisa menceritakannya saat kau siap" putus Renita akhirnya. wanita itu kembali merengkuh Zahra ke dalam pelukannya.
"Mulai sekarang kau bisa mengawali hidupmu di sini, ditempat ibumu bersama tante dan Tante kania. adik angkat ibumu." ucapnya menenangkan.
***
Jreng... jreng... jreng...
segini dulu ya, soalnnya othor lagi di butuhin di dunia nyata.
Surat cinta dari kinan sudah di baca ya, ayo... siapa yang mau kasih bunga mawar buat Zahra 😂😃😃.
Othor boleh nanya gak nih, othor mau bikin karakter baru buat Zahra, jadi kira-kira para reades pingin Zahra di bikin kayak apa. jahat, sadis, atau penuh cinta atu malah oon.
Ritualnya gengs...
like comment and vote.
Lots of luv chanda.💕💕💖