
Happy Reading...
Brakkk...
Pintu terbuka dengan kerasnya, sehingga membuat siapapun yang mendengarnya terlonjak karena terkejut.
Zahra langsung berdiri saat kai terlihat di depan pintu masih memegang handle pintu yang ia buka.
Matanya tajam menatap ke arah zahra. tiba-tiba suasana di ruang kerja zahra menjadi panas untuk zahra.
Zahra merasa sedikit resah, ia khawatir kai akan marah karena berani melawan mommynya. ia takut kai salah faham dengan ucapannya.
Kai mengedarkan pandangannya. menelisik seisi ruangan, mencari keberadaan sofia.
"Dimana mommy?" tanya kai dengan nafas memburu.
"Dia sudah pergi beberapa menit yang lalu". jawab zahra gugup.
Zahra sudah mengetahui bahwa kai sengaja menghubungkan cctv di ruang kerjanya ke ponselnya. hanya untuk memantau kegiatan zahra dan menjaga keselamatan zahra selama ia tak ada di sampingnya.
Kai menghembuskan nafas lega setelah ia melihat zahra baik-baik saja.
Dengan langkah cepat kai mendatangi zahra yang masih berdiri mematung di tempatnya.
Lantas ia memeluk zahra dan mencium pucuk kepalanya. "maafkan aku sayang, maafkan aku." memberikan ciuman bertubi-tubi di kening zahra.
"Kai.." suara zahra tercekat karena bingung dengan perlakuan kai. "kenapa kau minta maaf, kau tidak salah." masih dalam posisi yang sama.
Kai melepaskan pelukannya. tanpa banya bicara ia menduduki kursi yang tadi di duduki zahra lalu menarik tangan zahra pelan sehingga ia duduk di pangkuan kai.
Zahra menunduk menyembunyikan raut mukanya yang memerah. malu karena yang kai lakukan tak pernah ia alami sebelumnya.
"Apa ini sakit?" kai membelai pipi zahra yang masih menampakkan bekas tamparan sofia.
Zahra hanya mengangguk samar, terlalu malu untuk menjawab. ia takut kai mendengar kegugupannya karena jantungnya yang bergejolak seakan ingin melompat keluar.
Kai mencium lembut pipi zahra "aku akan menghilangkan semua rasa sakitmu dan menggantinya dengan kebahagian. aku janji." bisik kai di sela-sela ciumannya.
Wajah mereka begitu dekat hingga zahra bisa merasakan hembusan nafas kai di ceruk lehernya. menimbulkan sensasi yang tak biasa. bahkan yang tak pernah ia rasakan selama ia bernafas di dunia ini.
Kai mengangkat kepalanya yang merasakan pergerakan zahra yang merasa tak nyaman atas perlakuannya.
Zahra masih menunduk dengan semburat merah di wajahnya. membuat kai tersenyum dan ingin menggoda zahra.
"Hey, kenapa kau suka sekali menunduk sayang? apa kau tak suka melihatku?" zahra menggeleng cepat. ia dengan segera mengangkat wajahnya memberanikan diri menatap wajah tampan didepannya.
Zahra kembali menunduk. "Aku malu kai." desis Zahra nyaris tak terdengar. ia merasa canggung berada di pangkuan laki-laki yang hanya berstatus tunangannya.
Lalu ia beranjak untuk turun namun pelukan kai semakin erat di perutnya membuat zahra tak bisa bergerak.
"Biarkan aku turun kai." rengeknya. justru sekarang kai menarik pelan kepala zahra dengan lembut dan menyandarkannya di ceruk lehernya.
"Tapi aku nyaman berada di pisisi ini. aku ingin memanjakanmu." ujarnya santai.
Dan dengan terpaksa Zahra menuruti keinginan kai. membuatnya senyaman mungkin berada dalam pelukan laki-laki yang memasuki hidupnya dengan paksa.
Hening sesaat di antara mereka. tak ada satu katapun yang terucap dari bibir keduanya. mereka saling diam dengan fikiran masing-masing.
Zahra yang dalam posisinya dapat dengan jelas melihat jakun kai di hadapannya. sehingga tanpa sadar tangannya terulur menyentuh dan membelelai rahang tegas kai semakin menurun ke area ceruk leher dan ibu jarinya tepat menempel di jakun kai.
Kai memejamkan mata menikmati sentuhan lembut jari-jari zahra. ia sendiri heran kenapa zahra tiba-tiba berani melakukan itu sedangkan untuk bertatap muka saja ia belum berani melakukannya.
"Kau menggodaku sayang?" ungkap kai. zahra menggeleng cepat. dengan segera ia menarik tangannya. namun kai menangkap pergelangan tangannya dan menaruh tangan zahra di bahunya.
"kalau kau lakukan itu, maka Rain agan segera memiliki adik sayang." goda kai yang membuat zahra mengumpat dalam hati dan merutuki kebodohannya.
"Itu tidak akan terjadi sebelum kita menikah." ujar zahra menutupi rasa malunya.
"bukankah kita akan segera menikah?" kai menjauhkan wajahnya agar dapat menatap wajah zahra yang tersipu.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu?" zahra menatap balik wajah kai yang sedang tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaannya.
"Tapi kau belum mengenalku kai." tanpa mengalihkan pandangannya. zahra justru menautkan kedua tangannya di leher kai. entah dari mana keberanian itu ia dapatkan.
"Hatiku sudah mengenalmu sayang." kai memandang zahra dengan tatapan cinta.
Kai meraih tengkuk zahra dan menciumnya sekilas. namun itu tidak cukup. kembali ia ******* lembut bibir zahra. satu tangannya menggamit pinggang ramping zahra dengan posesif. dan satu tangannya tanpa sadar bergerilya mengelus paha zahra di luar dreesnya yang berbahan lembut.
"Apa yang kau lakukan kai?" bentak zahra.
Sedangkan kai hanya nyengir tanpa dosa. "memangnya apa sayang. aku hanya mengekspresikan cintaku." ucapnya ringan seringan dress zahra saat tersapu angin dengan senyum simpulnya.
"Jangan lakukan lagi, aku tidak suka. ini di kantor." ketus zahra.
"Jadi aku boleh melakukannya saat tidak di kantor, begitu?" tanya kai dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Kai..." geram zahra. membuat kai terbahak-bahak.
"Baiklah.. baiklah.. jangan marah. aku takut kamu kabur lagi. sini aku peluk lagi." kembali kai membawa zahra ke dalam pelukannya.
"Aku membencimu." menyembunyikan wajahnya di dada bidang kai dan mengeratkan pelukannya.
"Kau boleh membenciku seumur hidupmu. dan aku akan mencintaimu sepanjang hidupku." kai mengakhiri pertengkaran manis mereka.
Selama beberapa menit mereka dalam posisi yang sama hingga terdengar nafas zahra teratur menandakan bahwa ia terlelap. dan kai membiarkan wanitanya tertidur dengan nyaman di dadanya.
Penantiannya selama tiga tahun kini terbayar dengan kemanjaan zahra yang membuatnya merasa begitu berharga.
***
Zahra mengerjapkan matanya. ia tertegun mendapati dirinya masih berada di pangkuan kai.
kai tak menyadari bahwa kini zahra telah membuka matanya. ia masih sibuk dengan gawai di tangannya. menggeser layar ponselnya. melihat itu zahra menangkap sebuah pemandangan dalam foto yang saat ini sedang kai tatap seraya tersenyum.
"tunggu!" sambar zahra cepat saat kai hendak menggeser foto itu ke foto yang lain.
"Kau sudah bangun sayang?" sambil meletakkan gawainya di atas meja kerja zahra.
"kapan kau mengambil foto itu?" kai mengernyitkan dahi atas pertanyaan zahra.
"Yang mana?" kai tak mengerti.
"yang baru kau lihat." zahra menatap bingung wajah kai.
"Beberapa hari yang lalu. kenapa kau heran?" tanya kai heran karen keterkejutan zahra.
"Yang aku ingat rain memakai pakaian itu sebelum kau datang. apa kalian pernah bertemu sebelumnya?" kai tersenyum simpul sebagai jawaban pertanyaan zahra.
"Kau hutang penjelasan padaku kai!" geram zahra membuat kai terkekeh.
"kapan-kapan aku jelasin. sekarang tidurlah lagi. kau pasti capek." zahra menggeleng dengan manisnya.
"kai.." panggil zahra dengan manjanya. menyandarkan kepalanya lagi di dada kai.
"hmm" kai bergumam. "kenapa?" kai menunduk melihat wajah kekasihnya.
"Berapa lama aku tertidur." sambil mengusap punggung tangan yang memeluk erat perutnya.
"lumayan." jawab kai singkat. "kenapa?"
"Apa kau tidak capek? aku bukan rain. tubuhku berat. turunkan aku" pinta zahra namun tak di pedulikan sedikitpun.
'"aku sanggup menahan tubuhmu seumur hidupku sayang." kai memulai sesi gombalannya sebagai mantan playboy.
"issh... gombal!" cibir zahra membuat keduanya tergelak bersama.
Cinta memang hal yang sulit di mengerti. bahkan dengan hal sekecil itu pun menjadi luar biasa membahagiakan jika di lakukan dengan penuh cinta.
Kai dan zahra terikat oleh cinta yang berawal dari rasa sakit. namun tekad untuk mengakhiri penderitaan satu sama lain telah mengukuhkan mereka menjadi pribadi yang tak akan saling menyakiti.
***
Reader: isshh... lebay banget sih thor??? katanya mau marah-marah sama sofia..
Author: au ah! gelap. anggep aja author lagi sengklek atau lagi lope-lope jadi acara marah-marahnya di ganti jadi manis-manis. biar diabet lu pade.
Reader: besok bikin yang paling sengit ya marah-marahnya.
Author: oke siap! mau buka-buka sedikit rahasia buat besok. tapi othornya mau semedi dulu biar dapat wangsit katanya.
๐mana ๐mana๐yang banyak. malem up lagi kalo si baby gak bikin rusuh kayak semalem.
lot of luv chanda ๐๐๐