
Happy Reading...
London
Sudah beberapa hari Aldi menjaga kai di rumah sakit, dan selama itu pula ia tidak memberitahukan keadaan kai yang sebenarnya kepada Zahra.
Aldi tidak ingin membebani fikiran Zahra yang akan berakibat buruk pada kehamilannya.
Aldi yang tengah melamun di kejutkan oleh kedatangan dokter dan suster yang mendapat laporan dari suster yang sedang menjaga Kai bahwa Kai sedang kritis.
Aldi yang tidak mengerti apapun hanya bisa menatap para petugas kesehatan yang sedang bertugas dari luar jendela.
Kai, bertahanlah. ingat anakmu sedang menunggumu. jangan mengingkari janjimu pada Zahra. kau tidak tau betapa rapuhnya Zahra saat ini. gadis itu sangat membutuhkanmu.
Aku tidak akan sanggup menjaga mereka. jangan berikan tanggung jawab mereka padaku. kaulah yang harus berjuang demi mereka. cepatlah bangun Kai. Do'a Aldi dalam hati.
Aldi menatap nanar tubuh kai yang Di tempeli beberapa alat pendeteksi jantung. hatinya miris melihat sahabat sekaligus saudaranya terbaring lemah di atas brankar.
Saat dokter selesai memeriksa keadaan kai, aldi memberanikan diri untuk bertanya tentang keadaan yang sebenarnya.
"Bagaimana keadaannya dokter?" tanya nya pada dokter.
"Keadaan pasien masih sama, kita tidak bisa memprediksi kapan ia siuman. alat-alat ini hanya membantunya bertahan hidup tapi tidak akan menyembuhkannya." dokter menjelaskan .
Aldi semakin pilu, disisi lain ia tidak ingin menyiksa kai tapi di sisi lain ia menginginkan kai tetap hidup.
***
Albert menajamkan telingnya saat mendengar penuturan kania bahwa kinan tengah hamil.
"Hamil? kinan hamil? jangan mengada-ada kania!" bentak Albert.
"Apa untungnya aku berbohong. cih, suami macam apa kau yang tidak tahu kalau istrinya sedang hamil," kania tersenyum mengejek.
"Sebenarnya ia ingin memberimu kejutan waktu itu, tapi melihatmu pulang dengan kemarahan kinan mengurungkan niatnya. ia ingin memberimu pelajaran. itulah sebabnya ia memutuskan pergi tanpa memberitahumu tentang kehamilannya."
"Kinan tau kau sangat ingin memiliki puteri bukan? dan kau tau kakak ipar bahwa kinan telah melahirkan seorang puteri yang cantik".
"Dari mana kau tau kalau dia melahirkan anak perempuan. bukankah katamu ia tidak pernah mengunjungimu? tanyanya meragukan.
"Karena ia telah di beri tahu oleh dokter. dan ia juga menceritakan tentang itu padaku."
"lalu di mana anak itu sekarang?"
"Aku tidak tahu, dan jika aku tau pun aku tidak akan memberi tahumu. cepat temukan dia. karena jika aku menemukanmya lebih dulu aku akan membawanya pergi jauh darimu." ucapnya yakin.
"Baiklah, aku pergi dulu karena aku harus segera mencari keberadaan puteri kakakku. sampai jumpa Albert jangan sampai kau terlambat atau kau tak akan pernah melihatnya lagi."
Kania pergi dari ruangan Albert meninggalkan albert yang masih bertanya-tanya tentang kebenaran dari ucapan kania.
Pria itu hanya mematung memandang langit dari balik kaca jendela yang ada di ruamg kerjanya.
***
Zahra yang tengah gelisah karena menunggu telpon dari Aldi akhirnya mendapatkan kabar juga.
Gadis itu sangat senang mengetahui kai baik-baik saja. tapi ia tidak tahu jika sebenarnya Aldi tengah membohonginya.
Zahra lebih memilih untuk mempercayai ucapan Aldi daripada pemikirannya sendiri.
ia mengenyahkan pikiran-pikiran buruk dalam hatinya. ia yakin sangt yakin kai pasti akan menepati janjinya untuk menemuinya.
****
Udah dua bab ya kakak...