
Happy Reading...
Setelah mengambil video, pemuda itu berniat meninggalkan tempat itu. bukan tanpa alasan pemuda itu merekam gerak-gerik Zahra, karena itu merupakan moment yang tak akan pernah ia lihat.
Setelah ia mengambil rekaman video dan beberapa foto, ia hendak pergi dari tempat itu karena ia memang sedang ada pertemuan dengan calon investor disana.
Namun baru beberapa langkah ia meninggalkan tempatnya berdiri terdengar suara keributan. orang -orang berlarian dan terlihat berkerumun. dan terdengar suara jerit kesakitan yang membuat pemuda itu menggerakkan langkahnya untuk segera mengetahui apa yang terjadi.
Matanya membulat saat ia melihat gadis yang beberapa saat lalu ia ambil gambarnya sedang tergeletak kesakitan sedang menjadi obyek tontonan orang-orang pengunjung mall.
Pemuda itu berjalan setengah berlari datang menghampiri mereka, dengan cepat ia membuka jas yang di kenakannya dan menyelimuti bagian bawah tubuh Zahra, karena wzktu itu zahra memakai dress hamil sebawah lutut.
Secepat kilat ia menggendong zahra ala bridal. hendak membawanya ke rumah sakit. di ikuti cindi di belakangnya.
"Kerumah sakit pak!" titahnya pada sang supir.
"Baik tuan!" Supir yang mengetahui tuannya sedang membopong seorang yang terluka segera melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. namun derasnya hujan menyulitkan perjalanan mereka sehingga perjalanan kerumah sakit memakan waktu agak lama.
Zahra terkulai dalam pangkuan pemuda itu, zahra meringis air matanya mengalir menandakan bahwa ia tengah kesakitan saat itu.
Cindi yang duduk di kursi samping supir menjadi sangat panik saat ia tak bisa menelpon ibunya karena batereinya lowbat. dobel kesialan.
"Zahra! bertahan, buka matamu, sebentar lagi kita sampai!" ucapnya menyemangati zahra, namun suaranya terdengar sangat panik.
Terdengar lenguhan kesakitan dari mulut zahra. "Kai..." lirihnya. Zahra memang sangat merindukan kai saat ini. "Kai... sakit kai.." lirihnya lagi. Zahra mencengkeram kemeja kai untuk menahan rasa sakitnya.
Hujan di luar semakin deras, angin berhembus kencang cuaca memburuk dan Zahra semakin pucat. suaranya tak terdengar lagi.
"Iya Zahra, ini aku, KAI. aku datang. aku mencarimu. aku tak mengingkari janjiku. kumohon bertahan sayang." suaranya tercekat air matanya meleleh tanpa di minta. ketakutan menderanya. kai memeluk Zahra semakin erat.
"Zahra... zahra!" panggilnya untuk membuat zahra tetap terjaga. namun zahra yang kesakitan tak menjawab. matanya hampir terpejam, semakin gelap, gelap dan gelap. Zahra pingsan.
"Pak apa masih lama ke rumah sakit?" tanya kai di tengah kepanikannya.
"Sebentar lagi tuan, sepuluh menit lagi!" jawab supir yang juga panik. cindi membeku di temptnya. gadis itu menangis karena merasa bersalah telah memaksa Zahra ikut bersamanya. dia ketakutan. takut terjadi apa-apa pada Zahra dan bayinya.
Sedangkan kai, hanya menatap wajah zahra dengan nyeri di hatinya. ia menyesal telah membuat gadis polos itu menderita karena ulahnya. hatinya tercabik saat mengetahui bahwa kepergian gadis itu karena ibunya.
Flashback On.
Dua bulan yang lalu, setelah Aldi menemuinya dan mengatakan tentang kepergian Zahra, kai merespon ucapan Aldi. dan beberapa saat setelah kepergian aldi Kai terjaga, ia terbangun dari tidur panjangnya.
Menyadari tak ada siappun di ruangan itu, kai memutuskan untuk tetap berpura- pura koma. karena ucapan Aldi seperti tertancap pada otaknya. ia mengingat semua yang di ucapkan aldi padanya.
Kai mengingat, ia berusaha bangun dari tidur panjangnya karena mendengar suara yang sangat ia kenali namun jalanan panjang dan gelap membuatnya tak mampu menggapai suara itu. ia seperti berjalan tanpa arah mengikuti suara itu namun usahanya tak membuahkan hasil. sampai suara aldi menghentikannya di pagi itu.
Aldi datang dengan membawa kabar buruk dan itu cukup untuk membuat kai berusaha untuk bangun. dan ia berhasil.
Seketika itu ia terbangun dan sofia beranggapan bahwa kai tidak akan mengingat apa yang dia ucapkan.
Bangunnya kai menjadi alasan sofia untuk kembali kerumah Albert. dengan alasan Kai yang tidak boleh mendengar berita yang membuat otaknya bekerja keras membuat Albert tak mampu menolak kehadiran sofia lagi di rumahnya. albert terpaksa mengizinkan sofia untuk tinggal di rumah albert agar dapat merawat kai.
Namun kai tidak bodoh,sebisa mungkin ia berusaha mencari tau kebenarannya. dia menelpon Aldi untuk mencari tau apa yang terjadi. setelah ia mengetahuinya, kai marah dan geram terhadap sofia.
Namun kai harus menelan pil pahit akibat dari keegoisan ibunya. rasa bersalahnya terhadap Zahra semakin membuatnya terpuruk. tapi kai harus melanjutkan hidup, pemuda itu kembali melanjutkan aktifitasnya setelah dua bulan lamanya ia beristirahat. sampai beberapa hari ysng lalu takdir membawanya kepada calon investor yang ada di bandung. takdir pula yang mempertemukan ia dengan Zahra.
Saat kai sedang menunggu calon investornya di sebuah restoran kecil di mall itu, kai melihat wanita hamil yang wajahnya selalu menghiasi layar ponselnya. wajah gadis yang ia buat hancur hidupnya namun menjadi satu-satunya wanita yang ia rindukan.
Kai masih sangat mengenali senyum indah itu, senyum yang membuat hatinya menghangat. pemilik suara sendu yang ia rindukan. Kai telah jatuh terlalu dalam pada pesona gadis muda dan lugu seorang Zahra. kai mencintai Zahra, sangat!
Namun mengingat apa yang telah sofia lakukan membuatnya sangsi. ia takut zahra membencinya. ia takut zahra menolak kehadirannya. kai belum siap untuk itu. sehingga ia memutuskan untuk tidak menemui Zahra sampai ia tau bahwa gadis itu memaafkannya.
Fladhback off.
***
Mobil mereka telah sampai di rumah sakit, Kai membawa tubuh Zahra masih dalam pelukannya. kai semakin khawatir karena melihat wajah zahra yang semakin memucat darah yang mengucur di kaki zahra semakin banyak sehingga menempel pada kemeja dan celana yang kai pakai saat itu. namun kai tidak peduli.
Kai berdiri, berjalan mondar mandir di depan IGD setelah suster membawa zahra masuk. wajahnya masih menampilkan kekhawatiran. sampai saat dokter keluar dari ruang itu. dan suster memanggilnya.
"Suami pasien." panggil suster. kai bingung harus menjawab apa karena ia memang bukan suami Zahra.
Melihat kai yang berdiri mematung, suster memanggilnya kembali. "maaf, apa anda suami dari pasien?" namun kai tidak me jawab. ia tampak berfikir. "Saya ayah dari bayinya." suster bingung dengan jawaban kai yang ambigu.
"Bukam suami tapi ayah dari bayinya? kenapa gak di nikahi kalau tau pacarnya hamil." batin suster.
"Tolong temui dokter, karena pasien membutuhkan tindakan segera." ucap suster selanjutnya. yang membuat kai semakin khawatir.
Kai segera menemui dokter, mengikut di belakang suster. dokter terlihat masih melakukan pemeriksaam dan zahra masih belum sadar.
"Permisi dokter"...
***
Hayo.. siapa yang kemarin minta mas kai di bangunin, othor tunggu hadiahnya 😃😄😄
Rituanya gengs...
Like comment and vote...
Lots of luv chanda 💕💕💕