Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part. 83



Happy Reading...


Pesta kedua yang di gelar bersamaan dengan peresmian Resort Albert berlangsung sangat meriah.


Ucapan selamat atas pernikahan yang di terima oleh kedua mempelai terus berdatangan.


Pun dengan ucapan selamat atas pembukaan resort almeida juga di sambut baik oleh albert.


Senyum merekah tak lekang dari wajah kedua mempelai meski hari sudah mulai larut.


Wajah lelah keduanya tak begitu nampak karena tamu yang hadir masih menikmati pesta yang sedikit berbeda dari pesta-pesta yang biasa mereka hadiri.


Berbeda dengan Rain, pria kecil itu seolah mendengar suara yang membisikkan agar ia pergi ke tempat yang ia datangi beberapa jam lalu.


Ia terus merengek meminta nannynya untuk mengantarkannya ketempat semula. kendati toko itu sudah tutup Rain terus meminta untuk pergi.


Akhirnya dengan terpaksa kania meminta beberapa pengawal untuk mengawal Rain dan pengasuhnya datang ke tempat itu. tak ada apapun di sana kecuali toko yang sudah tutup dan lampu yang di padamkan.


Pesta telah usai, namun masih banyak keluarga dan teman-teman yang masih bersantai menikmati keindahan laut di malam hari.


Zahra terlihat lelah karena sisa perjalanan panjang yang ia lewati beberapa jam lalu belum sepenuhnya hilang dari tubuhnya, akhirnya memilih untuk pergi ke kamarnya terlebih dahulu.


Berbeda dengan kai, setelah ia mengantarkan zahra menuju kamarnya, ia kembali bergabung dengan teman-temannya menikmati sisa-sisa pesta dan saling bertukar cerita tentang pengalaman mereka.


"Gimana kai, udah siap tempur malam ini" celetuk salah seorang dari teman kuliah dulu yang masih sering bertanya kabar membuka suara.


"Seorang kai mana mungkin belum siap, dia kan sudah profesional." celetuk yang lainnya.


"Sepertinya ada yang harus belajar dari nol lagi malam ini" kali ini kakak ipar yang angkat bicara. yang di ikuti gelak tawa dan cibiran dari teman-temannya.


Sedangkan kai hanya mendesah dan geleng kepala menerima cibiran dan ejekan dari kakak ipar dan teman-temannya.


Sedangkan Zahra yang sudah selesai membersihkan diri, ia memilih berdiri di balkon kamarnya. kebiasaan yang ia lakukan jika hatinya sedang gelisah.


Seperti malam ini, tubuh zahra diam mematung namun fikirannya berkelana ke kejadian beberapa tahun lalu. ia ingat saat malam itu kai menyentuhnya. ketakutan kembali menyeruak di hatinya. rasa sakit yang ia rasakan dulu membuatnya bergidik ngeri. bagaimanapun trauma itu masih ada.


Tapi tidak, bukan hanya masalah itu yang mengganggu hatinya saat ini. entah kenapa tiba-tiba ia ingat akan mendiang ibunya.


Seperti ada dorongan untuk membongkar ingatannya akan ibunya. semakin lama semakin ia merindukan sosok ibunya.


Zahra masih menikmati sapuan angin malam yang menyapa wajah cantiknya. menerbangkan surai-surai yang basah hingga akhirnya mengering dengan sendirinya.


Hingga akhirnya pelukan hangat dari lengan kokoh pria yang kini telah berstatus suaminya menyadarkannya dari lamunan.


"Apa yang kau fikirkan, hmm?" tanya kai lembut sambil memberikan kecupan hangat di belakang leher zahra.


"Tidak ada. aku hanya rindu ibu." ucap zahra sambil mengusap punggung tangan kai yang semakin erat memeluknya.


"Aku aka membersihkan tubuhku sebentar" sambil melepaskan pelukannya dari pinggang zahra.


Seketika zahra meremang. kata-kata kai seperti kode yang dilontarkan untuknya.


Jantung zahra berdegup kian kencang saat terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.


Zahra dapat menangkap pandangan dari ekor matanya saat kai keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya.


Lalu dengan santainya kai melepaskan handuknya dan memakai celana panjang berbahan kain tanpa memakai atasan. sehingga menampilkan tonjolan otot-otot di bagian tertentu yang membuatnya semakin terlihat gagah dan menawan dengan rambut gondrongnya yang sedikit basah.


Zahra masih berdiri membelakangi kai. ia tak tau harus melakukan apa. ia sungguh malu di suguhi pemandangan dari ciptaan tuhan yang begitu sempurna.


Detak jantung zahra seirama dengan langkah kai yang semakin mendekat.


Zahra ingin menghilang seketika itu agar tak perlu tersiksa dengan keadaan hati dan jantungya yang semakin tak tak karuan.


Kehangatan kembali ia rasakan saat tubuh berotot kai yang tanpa dibalut sehelai benangpun menempel sempurna di punggungnya.


Kai mengeratkan pelukannya sambil mengusap perut zahra yang masih terbungkus rapat oleh piyama berbahan satin lembut bermotif sakura.


Ciuman-ciuman kai labuhkan pada leher dan tengkuk zahra. hembusan nafas hangat kai yang menyapa di sekitar leher menceritakan betapa pria itu sungguh sangat mendamba akan sebuah bukti cinta dari istrinya.


ciuman dan gigitan kecil kai berikan pada pundak dan ceruk leher zahra meninggalkan tanda kepemilikan sebagai bukti bahwa ia berkuasa atas dirinya saat ini.


Zahra mendesah pelan, menerima apapun yang di lakukan oleh pemilik hatinya saat ini. pasrah tanpa perlawanan saat kai membalik tubuhnya agar mereka berhadapan.


Kai menyambar bibir zahra dengan penuh kelembutan. menyesap dan mencecap bibir merah itu seolah itu adalah madu yang harus ia nikmati manisnya.


Kai melepaskan ciumannya saat merasa oksigen di cabut paksa dari paru-paru keduanya. kembali ia meraup bibir yang sedikit membengkak karena ulahnya dan ciumannya berangsur kebawah menuju leher jenjang zahra. meninggalkan kissmark yang kemerahan.


Kai menghentikan aksinya. dengan nafas yang memburu ia memandang wajah cantik istrinya yang memerah karena malu. sungguh pemandangan itu membuatnya semakin menginginkan zahra malam ini.


Kai menggendong tubuh Zahra menuju ranjang king sizenya. lalu ia merebahkan tubuh zahra di ranjang empuk itu dan menindih tubuh sintal itu dengan pandangan yang menggelap.


"I want you my queen" bisiknya di sela-sela ciumannya pada ceruk leher zahra.


"As you want my king" lirih zahra sebagai jawaban bahwa ia tengah siap saat ini.


Nafas mereka semakin memburu beriringan dengan hentakan-hentakan yang kai berikan pada inti zahra.


Sepoi angin malam yang dingin menerobos masuk melalui kaca jendela yang hanya tertutup tirai tak mempu mendinginkan panasnya gelora dua insan yang tengah terbakar gairahh.


***


Kaburlah!!!


udah ah! takut kena semprot si mimin. silahkan lanjutkan dengan imajinasi kalian sendiri.


Part selanjutnya kita buka rahasia lama, tentang sofia kenapa dia durjana banget, apa tentang pak rapi amat?


jadi lanjut terus ya readers sayang...


lots of luv chanda 💕💕💕