
Happy Reading...
Part. 56
Sore itu, waktu yang seharusnya di gunakan untuk menikmati secangkir teh hangat dan di temani cake coklat. Atau bersantai di balkon atau teras rumah, menyaksikan burung-burung berkepak lelah menuju peraduannya setelah seharian lelah terbang mengitari angkasa.
Tapi tidak dengan sosok pria bernama Zavaldi almeida. Pria itu masih setia dengan benda pipih di depannya. Jemarinya masih lincah memainkan keybord di atas mejanya.
"Apa kau tidak punya pekerjaan?" Semprotnya pada pemilik tubuh tegap yang menyandarkan tubuhnya pada kusen pintu ruang kerja Aldi. Namun matanya masih menatap pada layar monitor di depannya tanpa menoleh sedikitpun.
Kai terkekeh, ia berjaalan mendekat lantas duduk dengan antengnya di depan meja aldi dan memperhatikan raut muka sahabat sekaligus saudaranya itu.
"Apa kau sudah jatuh miskin, sehingga sampai sekarang kau masih saja sibuk dengan istrimu itu?" Sindir kai menunjuk pada berkas-berkas di atas meja Aldi.
"Aku hanya tidak ingin membuang waktu dengan melakukan hal-hal konyol sepertimu, Kai." Timpal Aldi. sedangkan kai menggidikkan bahu.
Tanpa menghentikan aktifitasnya, aldi melirik ke arah kai yang terdiam. Entah apa yang di pikirkan pemuda itu.
Sama halnya dengan Aldi, akhir-akhir ini pemuda itu lebih banyak menghabiskan waktu di depan laptop.
Selain mengelilingi jalanan dengan mobilnya untuk mencari zahra, kai hanya akan berada di meja kerjanya. Menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengingat dan merenung.
Lebih dari 6 bulan lamanya ia seperti terkungkung dalam ruangan tanpa oksigen. Sesak dan hampir mati.
Jika boleh memilih, mungkin kai akan lebih memilih untuk mati atau tertidur panjang dengan nyawa yang masih melekat di dalam raganya, dengan nafas yang keluar dari rongga dadanya meski harus menggunakan alat bantu. Daripada ia harus terbangun dan hidup dalam kerinduan, keputus asaan dan siksa batinnya.
"Kai..." karena tak merespon ucapannya aldi memanggil kai dengan sedikit menaikkan suaranya.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya aldi lagi.
Kai membuang nafas kasar. "Katakan sebenarnya apa yang terjadi." Kai menatap aldi dengan penuh pertanyaan.
"Maksudmu?" Aldi bingung dengan keambiguan kai.
"Aku yakin ada yang terjadi selama aku koma, apa ini tentang zahra?" Aldi tak menjawab. Ia malah kembali fokus pada layar laptopnya.
"Sekarang daddy lebih banyak bicara padamu, apa yang kalian sembunyikan dariku." Kai mendesak.
"Lalu, ada masalah apa antara orang tua kita." Kai mendengus kesal. " Keysia menelponku, sepertinya mereka bertengkar."
"Apa yang ia katakan" tanya aldi.
"Dia bilang mommy bertingkah aneh dan berkata tentang melenyapkan seseorang." Kai menyandarkan tubuhnya.
"Lalu apa rencanamu?" Tanya aldi selanjutnya.
Kai mengangkat bahu, ia bingung harus berlaku apa.
"KAI.." Aldi ragu-ragu."ada hal yang harus kau tau." Aldi terdiam.
"Apa?" Kai tidak sabar.
"Dan itu atas permintaan mommy sofia." Kai mengeratkan rahang. Pria itu berdiri dari kursinya dengan wajah memerah.
"Aku harap kau tidak bercanda." Ucap kai dingin.
"Kau bisa menanyakannya nanti, jika kau bertemu zahra." Putus aldi akhirnya.
Kai berdiri mematung. Ia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Tanpa banyak bicara, kai melangkahkan kakinya meninggalkan Aldi.
Melihat kai yang pergi dengan kemarahan aldi sedikit khawatir. Ia kemudian mengejar kai yang sudah jauh meninggalkan kantor aldi.
"Kai, tunggu kai!" Seru aldi namun kai tak menghentikan langkahnya. Pemuda itu terus berjalan tanpa mau mendengarkan seruan aldi yang memintanya menghentikan langkah.
Dengan langkah lebar dan sedikit berlari, aldi berhasil mensejajarkan langkahnya. Ia mencekal lengan kai agar pemuda itu berhenti.
"Mau apa kau?" Tanya aldi kesal.
"Menyelesaikan masalah". Jawab kai.
"Apa yang akan kau lakukan?" Aldi berusaha meredam emosi kai yang sudah sampai di ubun-ubun.
" Melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang ayah dan seorang suami." Ucap kai dingin.
Aldi tak berkata apapun, ia juga tak berusaha untuk menghentikan kai. sedangkan kai yang diliputi amarah tak menghentikan langkahnya sampai tubuhnya hilang di balik pintu mobil.
Dengan mobil sportnya, kai menuju ke kediaman Almeida. pria yang sedang naik darah itu tak mempedulikan umpatan dan makian yang di lontarkan oleh pengendara lain karena caranya mengemudinya yang ugal-ugalan.
setelah memarkir mobilnya asal-asalan kai masuk kedalam rumahnya dengan tanpa menyapa penjaga di depan seperti biasa.
"dad... daddy..." teriaknya.
namun tak ada suara sahutan dari orang yang di panggil dengan sebutan daddy.
"dad..." kai masuk menelusuri tiap ruangan masih dengan terus memanggil.
"kemana daddy." tanya kai pada salah satu maid yang berada di rumah itu.
"Tuan besar sudah kembali ke london tuan." maid menjawab dengan sedikit gemetar karena melihat kai yang tengah gusar.
Kai mendengus kesal. tak ada pilihan lain selain ia juga menyusul albert ke london.
...kira-kira, di london kai dapat kejutan apa yah pemirsahhh 🤔🤔🤔...
Ritualnya gengs...
jangan lupa pencet jempolnya. dan kalau menurut kaluan ceritaku bagus, boleh dong votenya.
lots if luv chanda 💕💕💕