
Happy Reading...
Terdengar suara pintu apartemen terbuka, siapa lagi pelakunya kalau bukan aldi.
Kai sedang duduk di sofa dengan menselonjorkan kakinya di atas meja sambil menonton tv yang acaranya sama sekali tak menarik menurutnya.
Meskipun ia mendengar ada orang yang masuk, Kai tak perduli sedikitpun. ia tau yang datang pastilah aldi karena hanya aldi yang tau pasword apartemen kai.
"Lagi galau bang?" canda aldi meski tau kai tak akan menanggapi candaan garingnya.
Kai hanya mendengus dan menurunkan kakainya tanpa berniat membalas candaan aldi.
"Mau apa kesini?" sinis kai.
"Aku cuma khawatir adek aku yang imut dan manja ini melakukan percobaan bunuh diri, ya kali aja kamu nyemplung ke dalam gayung." dengan muka khawatir di buat-buat.
"Geli aku liat muka kamu, gila aja kalau seorang kai bunuh diri. gak mungkinlah." kai berdecih.
Hening sejenak, dua orang pemuda itu diam dengan fikiran masing-masing.
"Bagaimana sekarang, apa yang akan kau lakukan pada mommy sofia?" tanya aldi.
Kai menoleh sejenak, "sewaktu kamu bilang zahra pergi karena mommy, aku pikir itu mimpi yang mengharuskan aku untuk bangun. dan setelah sadar aku mendengar mommy mengatakannya lagi, aku masih tidak mempercayainya. tapi setelah aku mendengarnya lagi dalam keadaanku yang sekarang, mau tak mau aku harus mempercayainya." kai tersenyum kecut mengingat bahwa orang yang paling di sayanginya berkontribusi membuatnya menderita.
"Apa rencanamu?" tanya aldi lagi.
kai mengedikkan bahu, "Tidak ada." jawabnya singkat.
"Hanya itu?" tanya aldi kecewa.
"Aku memang marah sama mereka, tapi mereka adalah orang tua kita. aku tak bisa begitu saja membenci mommy. aku akan menghukumnya dengan caraku" jawab kai ringan.
"Kai," sang pemilik nama menoleh. "Kenapa kamu gak berhenti mengejar zahra dan melanjutkan hidup seperti kai yang dulu." pancing aldi menunggu reaksi dari kai.
"Dan menjadi pecundang seperti yang kau katakan, itu hanya akan membuatmu menjadi semakin lebih baik dari aku." sindir kai sinis sedang aldi terbahak mentertawakan kai yang selalu saja ingin mengungguli aldi dalam hal apapun.
"Bagaimana jika saat zahra kembali, ia sudah menjadi milik pria lain. apa yang akan kau lakukan." aldi semakin memancing emosi kai.
Rahang kai mengeras, nampak kecemburuan dan tidak suka dengan ucapan aldi.
"Aku tidak mungkin memaksa hatinya menerimaku, dia berhak memilih dan menentukan hidupnya." kai terdiam sambil menoleh singkat ke arah aldi yang sedang menantikan jawaban. "Tapi aku bisa memaksanya memberikan anakku, aku akan membawa rain bersamaku dan jauh darinya." ucap aldi berapai-api.
Aldi tersenyum penuh arti. tanpa kai katakan, aldi tau bahwa kai sudah terpikat dan jatuh cinta pada zahra.
"Kau harus bisa menjamin bahwa mommy mu tak akan membuatnya terluka lagi." aldi menyemangati.
"Aku pastikan tidak akan ada yang bisa melukainya lagi, termasuk mereka." janji kai.
"Kalau begitu lakukan yang terbaik, buktikan bahwa kau layak mendapatkan adikku. buktikan kau bisa menjaga mereka dengan baik." pinta aldi.
"Hanya aku yang pantas memiliki zahra. aku pastikan itu." ucap kai yakin.
"Cepat atau lambat zahra pasti akan kembali. jika tidak, aku yang akan membawanya kembali. dan sementara itu jangan berhenti untuk berusaha mencarinya. buat dia merasa benar-benar di inginkan." ucap aldi penuh makna. pria itu berdiri dan menepuk pundak kai dua kali "Aku pergi, pesawatku menungguku." lalu melangkahkan kakinya keluar dari apartemen kai. malam itu juga aldi segera kembali ke indonesia,
Kai masih mematung di tempatnya. Pria itu mencerna tiap kata yang di ucapakan aldi barusan.
Apa mungkin aldi sudah tau dimana zahra. batin aldi.
***
"Aku senang aunty datang." sambut zahra saat kania datang mengunjunginya. zahra seolah memiliki seorang ibu yang selama ini tak pernah ada bersamanya.
"Dimana pangeranku?" kania tak menanyakan kabar zahra sedikitpun. yang di cari petama kali adalah bayi kecil itu. dan selalu rain yang di tanyakan setiap orang termasuk renita saat mereka sedang mengobrol di telpon.
Rain adalah sebuah anugrah, pencarian terhadap zahra selama bertahun-tahun membawa kebahagiaan saat menemukannya dan di tambah kehadiran rain merupakan suatu keberkahan tersendiri. meskipun tau bayi itu adalah cucu dari musuh besar kania, tapi itu tak mengurangi sedikit pun kasih sayang kania terhadap bayi tak berdosa itu.
"Apa kau tak merindukanku aunty?" protes zahra karena kania langsung berjalan menuju kamar dan mengambil rain dari boxnya, meski bayi itu sedang tertidur.
"Aku merindukanmu, tapi apa aku harus menggendongmu juga? lagian sebentar lagi tubuhmu itu akan sama dengan tubuh aunty.
Zahra mencebik mendengar penuturan kania. wanita itu terus saja berulah mencium dan menganggu tidur rain, sehingga membuat bayi itu terbangun.
"Oh kau bangun sayang?, bagus kita bisa bersenang senang sekarang." ucap kania sambil menggelitiki perut gendut rain dan membuat bayi itu tertawa riuh.
"Apa kau merindukan grandma, hmm? tanya kania pada rain.
"Grandma? apa panggilan itu tidak terlalu tua untukku?" tanyany pada diri sendiri dan membuat zahra yang berada di sampingnya terkekeh mendengarnya.
"kalu begitu kau panggil mommy saja, aunty kan masih muda, ya kan zahra?" tanyanya pada zahra.
Zahra tertawa kecil mendengar ocehan kania " terserah aunty saja, lagian aunty memang neneknya kan?" goda zahra yang membuatnya mendapatkan tatapn horor dari kania.
Kania, wanita tangguh dan arogan berubah menjadi sangat manis dan penuh kasih terhadap zahra dan bayinya.
Kehandalannya dalam berbisnis tak dapat di ragukan lagi. siapa sangka wanita yang dulu hanya anak yang di pungut dari jalanan menjadi bisnis women yang sangat sukses.
Kania terus saja bermain dan bercengkerama dengan rain sehingga ia mengabaikan zahra di sampingnya.
"Tadi aku bertemu dengan kak aldi." ucap zahra sedikit ragu.
"Hah apa? ucapan zahra mengejutkan kania.
"Dan dia sudah tau tempat ini." imbuh zahra menunduk menghindari tatapan tajam kania.
"Bagaimana bisa? apa dia sengaja mencarimu?" tanya kania.
Zahra menggeleng, "Dia tak sengaja melihatku keluar dari kampus, lalu mengikutiku."
"Apa yang dia katakan?" kania sedikit gusar.
"Tidak ada, dia disini karena mencari kai." jawab zahra dengan nada biasa. ia lega karena kania tidak memarahinya.
Kai, siap kai ini sebenarnya. apa dia anak albert yang lain atau anak dari sofia dan mantan suaminya? tanya kania dalam hati.
"Aku sudah memintanya untuk merahasiakan tempat ini dari siapapun." zahra terdiam "termasuk dari ayah." lanjutnya.
"Baguslah kalau begitu." ucap kania lega. "Setelah dari sini aunty akan mengunjungi mbak renita, aunty kangen sama mereka. Apa kau mau ikut?" tawar kania.
"Tentu aunty, aku juga merindukan cindy." antusias zahra. "kapan kita berangkat, besok aku akan minta cuti dari kelas." ucapnya riang. gadis itu tidak sabar untuk kembali mengunjungi tanah air meskipun ia baru sebentar meninggalkan indonesia.
***
jejaknya jangan lupa... 👍👍👍
lots of luv chanda 💕💕💕