Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part. 73



Happy Reading...


Pekatnya malam kini berangsur memudar bias cahaya keemasan dari sang surya yang terbit di ufuk timur menerobos melalui kaca jendela yang tertutup tirai.


Udara pagi berhembus pelan menerbangkan tirai kamar dimana tiga orang masih terlelap di atas ranjang di dalam kamar dengan cat bernuansa biru laut. warna favorit rain.


Zahra mengerjapkan mata, menyesuaikan pandangannya dengan sinar yang menyilaukan. ia menoleh sesaat, mendapati dua sosok pria masih terlelap.


Senyum terbit di bibir zahra melihat putranya berada dalam dekapan ayahnya. untuk pertama kalinya mereka melewati malam bertiga. Rain berada di antara kedua orang tuanya. suatu kebahagiaan yang sangat zahra nantikan. lalu ia menyibakkan selimut dan turun dari tempat tidur.


Zahra melangkahkan kaki, membuka jendela kamar agar udara segar bisa masuk kedalam kamar. lalu ia melangkah menuju balkon. menikmati udara pagi yang menyapa wajah cantiknya.


"Morning". sepasang lengan kekar melingkar di perut ramping zahra dan sebuah kecupan lembut pun ia dapatkan di pipi sebelah kiri.


Zahra terkesiap. ia tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan manis di pagi ini. "Kai..". zahra mengusap punggung tangan kai dengan lembut. sejenak ia lupa bahwa saat ini ia berada di kamar putranya.


"Lepaskan kai!" zahra tersadar saat mendengar lenguhan kecil dari rain yang menggeliat. bukannya melepaskan, kai justru semakin mengeratkan pelukannya.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya kai di antara kecupannya di pelipis zahra.


"Tidak ada." jawabnya lembut. "Apa kau akan pergi?" zahra melepas pelukan kai dan berbalik untuk menatap wajah kekasihnya.


"aku akan menemani kalian." jawab kai. "bukankah hari ini kita akan bertemu daddy?" zahra mengangguk samar sambil menunduk.


Kai memandang intens zahra yang masih menunduk, lalu mengangkat dagu zahra agar dapat memandang wajahnya. kai semakin mendekat, dan beberapa inci lagi bibir ranum zahra sudah dapat di pastikan menjadi santapan pagi kai. namun,


"Kalian sedang apa?" tanya rain dengan polosnya sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.


Kai dan sarah terlonjak bersamaan. wajah zahra memerah karena malu. "Rain..."


"Ehemm.." sedangkan kai berdehem untuk mengusir rasa malunya.untuk yang kedua kalinya mereka kepergok hampir bermesraan.


Kai menghampiri rain yang berjalan ke arah balkon lalu menggendongnya. "morning prince." sapa kai sambil mencium pipi rain dengan gemas.


Dan pagi itu, terasa jauh lebih indah dari biasanya. karena dua orang yang saling mencintai dalam diam berada dalam satu ruang penuh cinta dengan keberadaan Rain yang menjadi pengikat keduanya.


***


Pagi berlalu disambut teriknya siang yang berkilau. awan putih menggantung indah di atas cakrawala. angin berhembus pelan menerbangkan dedaunan kering yang putus dari tangkainya.


Suasana indah di siang hari itu, sama sekali tak menggambarkan perasaan zahra saat ini.


Resah itulah yang di rasakan saat ini. beberapa menit lagi, ia akan bertemu dengan orang yang menghantarkannya melihat indahnya dunia.


Albert, ayah kandung dari gadis cantik bernama Khanifah zahra, orang yang menjadi satu-satunya pemilik hati dari mendiang ibunya yang juga menjadi satu-satunya pematah hati ibu dan dirinya.


Ragu, apakah Albert bisa menerima kehadirannya? pertanyaan itu kerap hadir dalam benak zahra selama ini. atau justru dia sendiri yang tak mampu menerima maaf dari ayahnya, mengingat perlakuan jahatnya pada ibunya puluhan tahun yang lalu.


Meski saat ini ia telah melupakan dan memaafkan kesalahan albert yang telah mengusirnya namun hati zahra terasa tercubit saat mengingat bagaimana dirinya yang masih dalam kandungan ibunya terusir dari rumah.


Sebuah penghianatan, apapun alasannya adalah tindakan tak manusiawi yang tak patut untuk di maafkan. namun disisi lain zahra juga merindukan sosok ayahnya.


"Apa kau sudah siap?" tanya kania menghampiri zahra di dalam kamarnya.


Sedangkan kai yang berdiri beberapa langkah di samping zahra hanya terdiam. ia cukuo mengerti situasi seperti ini tidak akan mudah untuk di lewati.


"Sudah tante." ucapnya tanpa ragu. namun tak ada yang tau jika saat ini zahra sangat gugup. jantungnya derdetak sangat keras.


Kai berjalan kearah zahra yang masih termanggu di tempatnya. ia mengambil tangan zahra dan mengenggamnya erat lalu mencium punggung tangan zahra untuk memberinya semangat.


"Apa kau gugup?" tanya kai masih dengan mengenggam erat tangan zahra. dan zahra mengangguk pelan. fikirannya terpecah karena memikirkan saat nanti bertemu dengan albert sehingga ia tak fokus pada kai.


"Apa kau mau aku memberikan sesuatu yang membuat keraguanmu hilang?" tanya kai dengan senyum manisnya. entah apa yang ada di fikirannya saat itu.


"Bagaimana?" tanya zahra polos.


"Tutup matamu." ujar kai dengan senyum tercetak semakin lebar di bibirnya.


Dan dengan bodohnya zahra menuruti keinginan kai untuk menutup matanya.


Tangan kai melepaskan genggaman tangannya pada zahra. lalu jemarinya meraih dagu zahra dan mengangkatnya sehingga zahra menengadah masih dengan menutup matanya.


Tangan kiri kai memeluk pingganng zahra dan mendekatkannya dengan tubuhnya. sehingga posisi mereka sangat intim.


Dengan tanpa ragu kai memajukan wajahnya sehingga beberapa centi lagi bibirnya akan bersentuhan dengan bibir zahra.


Cup.


Kai mencium zahra sekilas membuat zahra tersentak dan membuka matanya lebar.


"I Love You." ucapnya di depan bibir zahra namun masih dapat di dengar oleh zahra.


Dengan cepat Kai menyambar bibir zahra yang ranum dan sangat menggoda. ********** perlahan mencecap dan menghisap. kai mengambil kesempatan saat mereka hanya berdua di dalam kamar.


Zahra terkesiap. dia memberontak, berusaha untuk melepadkan diri dari pelukan kai. sekilas bayangan pemerkosaan yang dilakukan kai beberapa tahun lalu melintas di benaknya. trauma itu madih ada.


Namun lengan kekar kai yang memeluknya erat tak membiarkan zahra lepas. kai menciumnya intens. meruntuhkan segala ketakutan dan trauma yang di radakan oleh zahra.


Kai menciumnya dengan sangat lembut, berusaha meyakinkan bahwa ia tak akan menyakiti hati zahra lagi.


Akhirnya pertahanan zahra runtuh, Zahra pasrah dengan semua yang dilakukan kai terhadapnya. dan kini ia begitu menikmati sentuhan lembut kai di bibirnya. namun ia tak membalas ciuman kai karena zahra yang polos dan ini adalah first kiss nya.


Kai melepaskan pagutannya karena merasa kehabisan pasokan oksigen di paru-parunya.


Zahra tertunduk malu, wajahnya memerah. dan kai sangat menyukai pemandangan itu. kai tersenyum. 'I love you so mauch" ucapnya lagi membuat zahra semakin merona.


"Ingat yang kita lakukan beberapa saat lalu saat keraguan menghinggapi hatimu. aku selalu mendukungmu." ucapnya penuh arti.


Xahra dan kai berjalan beriringan turun dari lantai atas. keduanya berjalan dengan bergandengan tangan. sesekali mereka saling mencuri pandang dan saling melempar senyum.


***


Rituanya gengs. .


episode selanjutny banyak mengandung bawang. jadi siapkan tissu ya gengs...


👍👍👍 jangan sampai lupa.


vote.. vote.. vote..


lots of luve chanda 💕💕💕