Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part.30



Setelah mimpi buruk itu menghampiri zahra, gadis itu tidak dapat lagi melanjutkan tidurnya. matanya menolak untuk terpejam. kantuknya seakan pergi terganti rasa gelisah dan panik.


Pagi itu Zahra berniat menemui Aldi, dia berfikir mungkin aldi mengetahui apa yang terjadi dengan kai.


Setelah melihat Aldi masuk ke dalam kantornya, Zahra dengan cepat menyusulnya. tak ada lagi rasa takut terhadap omongan orang lain yang akan berbicara macam-macam tentangnya. yang terpenting saat ini adalah ia mengetahui kabar tentang Kai.


Zahra mengetuk pintu ruang kerja aldi, tapi tidak ada jawaban. mungkin saja aldi sedang sibuk saat ini, batin Zahra.


Tapi saat ketukan kedua, suara aldi terdengar menyuruhnya masuk.


Zahra perlahan mendekati meja kerja aldi, gadis itu terlihat gugup. zahra meremas ujung bajunya dengan kedua tangannya.


wajahnya pucat, terlihat sekali bahwa saat ini gadis itu sedang cemas.


"Selamat pagi pak." sapanya.


"Pagi Zahra, ada apa pagi-pagi kau menemuiku." Aldi bicara biasa saja seolah tidak terjadi apapun. ia hanya tidak ingin melihat Zajra syok karena pasti akan berpengaruh pada janin yang ia kandung. pasti itu bisa membahayakannya.


"Boleh saya bertanya sesuatu." ucapnya ragu. ia masih meremah ujung kemejannya. wajahnya makin pucat. ia tidak bisa lagi menahan untuk tidak bertanya pada Aldi.


"Bukankah kau sedang bertanya?" godanya. sebenarnya itu hanya untuk menutupi bahwa dirinya juga segang khawatir.


"Itu, tentang kai." Zahra menjeda kata-katanya. "Apa anda tau apa yang terjadi dengannya? " tanyanya lagi. Zahra tidak tau bagaimana cara menceritakannya. namun ia harus mengetahui apa yang sebenarnya trjadi.


"Memangnya ada àpa Zahra?" tanyanya pura-pura tidak tau.


"Itu,"zahra kembali menjeda ucapannya. lidahnya terasa kaku untuk di gerakkan.


"Semalam Kai menelponku tapi entah kenapa panggilan terputus dan saat aku menelponnya kembali nomornya sudah tidak aktif." wajah Zahra menampakkan kekhawatiran dan Aldi mengetahui itu.


"Tapi sebelum ia menutup telponnya, aku mendengar suara dentuman yang sangat keras." kali ini ia tidak dapat menahan lagi tangisnya pecah.


Aldi segera menghampiri gadis itu.ia memegang kedua bahu Zahra untuk menenangkannya. "Kau tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa pada kai." ucapnya menenangkan.


"Tapi aku takut, aku takut terjadi apa-apa padanya." ucapnya di sela tangisnya."Aku yakin telah terjadi sesuatu, aku bisa merasakannya. suara ledakan itu sangat keras dan aku juga mendengar ia berteriak."Zahra semakin tetisak.


Aldi membawa Zahra ke dalam pelukannya. "Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi tenanglah. aku segera akan mencari tau. jadi tenangkan dirimu." ucapnya sembari mengelus kepala Zahra untuk menenangkannya. ada rasa yang tak biasa yang dirasakan Aldi saat ia memeluk Zahra. sebuah tali tak kasat mata yang akan mengikat mereka nantinya.


Aldi membawa Zahra duduk di sofa ruang kerjanya. lalu ia pergi ke meja kerjanya dan menelpon seseorang.


"Naiklah keruanganku segera." titahnya


Tak lama kemudian Dea masuk kedalam ruang Aldi tanpa mengetuk pintu. dan dia terkejut mendapati Zahra berada di sana sedang menangis. lalu ia mendekati Zahra dan duduk di sampingnya.


sementara Aldi seperti sedang menelpon seseorang dan berbicara serius. terlihat dari wajahnya yang menegang.


'"Halo, apa yang terjadi?" suara Aldi meninggi, sangat kentara bahwa saat ini ia mendengar berita mengejutkan.


"...."


"Baiklah aku akan berangkat siang ini." Aldi mematikan panggilannya. lalu beranjak ke arah dua gadis yang sedang duduk bersama.


"Zahra, kau benar. sepertinya telah terjadi sesuatu. mereka mengatakan mobil kai mengalami kecelakaan. tapi kau tenang saja siang ini juga aku akan kesana untuk mencari tahu.dan aku segera mengabarimu."


"Dea, kau antar Zahra pulang. dia tidak mungkin bekerja dengan keadaan seperti itu. dan tolong temani dia sampai semua baik-baik saja." titah Aldi kepada Dea yang terdengar sangat mengkhawatirkannya. entah kenapa hati Dea merasa tercubit karena melihat Aldi yang begitu mengkhawatirkan keadaan Zahra.


Dan siang itu juga Aldi berangkat ke london.


"Coba ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana keadaannya." tanya Aldi pada orang yang menungginya di sana.


"mobil kai di tabrak dari belakang tapi aku yakin itu ada unsur kesengajaaan." ucap pria di sana yang adalah asisten Kai.


"Apa maksudmu?" Aldi menajamkan pendengarannya memastikan bahwa yang di dengarnya adalah tidak benar.


"Waktu itu kami sedang menghadiri rapat, tapi kai terlihat gelisah saat itu. dia segera pergi saat rapat usai." sambungnya.


"Mobilku tepat di belakangnya tapi tiba- tiba ada mobil lain mendahuluiku dan menabrak mobil kai dengan cepat hingga mobil kai terjungkal."pria itu berusaha menjelaskan.


"Tapi sebelum mobil Itu terbakar ia sudah berusaha keluar dari mobilnya, tapi naasnya ada mobil lain yang menabraknya hingga ia terlempar beberapa meter. pria tersebut kembali menceritakan kejadian yang di alami kai.


" apa kau sudah menghubungi papi? tanya Aldi pada pria yang tinggi tubuhnya lebih pendek darinya.


"Belum tuan, saya sedang menunggu anda." sambung pria tersebut.


Dan setelah itu pintu kamar rawat Kai terbuka. dokter keluar dengan wajah lelahnya. karena kamar kai sudah di pindahkan ke kamar khusus perawatan.


"Bagaimana dokter" tanyanya cemas pada dokter. sedangkan Aldi hanya mendengarkannya.


"Maaf, kami harus mengatakan ini, tapi kalian harus siap. pasien sangat buruk dia mengalami pendarahan hebat pada otaknya. dan sekarang pasien mengalami koma. dokter menjelaskan.


Aldi seperti di hantam ribuan batu mendengar penuturan dokter.


"lalu kapan dia akan sadar dokter? tanya Aldi kemudian.


"Tak ada yang tau. bisa satu bulan, dua bulan bahkan setahun. atau mungkin tak akan pernah sadar." ucap dokter selanjutnya.


Mendadak Aldi seperti kehilangan otot-otot di tubuhnya. ia limbung terduduk di kursi ruang tunggu. tak terasa air matanya meleleh. tiba- tiba ia teringat dengan Zahra.


Entah bagaimana nasib gadis itu selanjutnya. ribuan pikiran berkecamuk dalam kepala Aldi.


Ingatannya kembali saat terakhir ia berbicara pada Kai. kai menitipkan Zahra padanya. kai meminta Aldi untuk menjaga Zahra.


Mungkinkah ini pertanda bahwa kai akan meninggalkan Zahra.


"Zahra." lirihnya tanpa sadar.


"Bagaimana caranya aku menjelaskan keadaan kai yang sebenarnya?" kai bertanya pada dirinya.


"Apa kau akan sanggup menerima ini semua, apa aku harus membohongimu dengan mengatakan kai baik-baik saja?"


Ribuan pertanyaan berputar di kepala Aldi, ia bingung harus melakukan apa. ia tidak ingin tejadi apa-apa pada kehamilan Zahra saat ia mengetahui bahwa ayah biologis dari calon bayinya sedang koma dan tidak dapat di pastikan kesembuhannya.


Ia harus memikirkan cara untuk memberintahu zahra tanpa melukai perasaannya. bagaimanapun zahra harus tau keadaan yang sebenarnya.bahwa Kai mungkin tidak akan pernah kembali.


****


Hayo sapa tadi yang minta Kai di bikin hidup tadi??? nih udah tak kabulin. boleh dong bunganya sekebon wkkkk


ini udah panjang banget ya readers sayang.


saya sudah double up hari ini, boleh minta kopi gak nih???


Happy aReading...