Daddy'S Love

Daddy'S Love
Part.35



Happy Reading...


Hati zahra hancur lebur, harga dirinya benar-benar terkoyak lebih dari sebelumnya.


"Sehina inikah diriku sekarang?" teriaknya dalam tangis.


Luka batinnya sungguh tidak dapat di deskripsikan lagi, hamil dengan kakak sendiri? selain memalukan apalagi yang lebih pantas untuk menyebut masalah yang di alami gadis muda itu.


"Bahkan tempat ini pun tak menginginkan keberadaanku." lirihnya pilu.


Dengan langkah gontai, zahra masuk kedalam kamar. ia mengambil secarik kertas untuk menulis surat.


For. pak aldi dan lovely Dea


Sepertinya saya tidak punya waktu untuk menunggu anda pulang. meskipun sebenarnya saya sangat ingin memeluk dan berlindung pada kasih sayang anda.


maaf, saya harus pergi. ada yang harus saya lakukan. satu hal yang sangat saya inginkan yaitu saya ingin memanggil anda dengan sebutan kakak. dan itupun jika anda mengizinkannya.


dan tolong jaga Dea untuk saya. saya titipkan sahabat terbaik saya .suatu saat mungkin saya akan kembali. tapi saya tidak janji.


terima kasih untuk semua, terima kasih untuk kasih sayang kalian dan terima kasih untuk perlindungan kalian. aku menyayangi kalian.


Zahra


Zahra meletakkan surat yang ia tulis di dalam laci nakas kamar tidurnya,bersama dengan surat peninggalan ibunya.


"Maaf." hanya satu kata yang sanggup ia ucapkan.


Zahra memantapkan diri untuk menghilang dari kehidupan mereka. ia merasa sudah memenuhi wasiat ibunya yaitu dengan menyerahkan surat terakhir yang di tulis oleh mendiang ibunya.


Meskipun zahra tidak menyerahkan surat itu langsung, namun saat aldi atau dea yang menemukan surat yang zahra tinggalkan pasti akan menyerahkan surat wasiat itu pada tuannya.


"Terima kasih untuk smua yang kalian lakukan, terima kasih telah menyayangiku, terima kasih telah menerimaku, dan terima kasih untuk cinta kalian. mulai sekarang, kalian tidak perlu sakit karena kehadiran ku." pamit Zahra di depan foto mereka bertiga. foto yang di ambil dari kamera dea saat mereka melewati sore bersama.


Tanpa pamit, tanpa ucapan selamat tinggal, tanpa peluk perpisahan, zahra keluar dari apartemen kai dengan luka menganga di hatinya.


Meski berat, tapi zahra harus kuat. ia tidak akan sanggup jika harus berlama-lama tinggal di apartemen itu. terlalu banyak luka yang tertoreh.


Hanya jaket kai yang ia bawa bersamanya, karena ia sangat membutuhkannya mungkin juga untuk sebuah kenangan pahit yang akan menjadi cambuk penyemangatnya dalam mengarungi hidup selanjutnya menjadi seorang single mother.


Terminal adalah tujuanya saat ini, ia tidak mungkin kembali ke kampung halamannya karena di sana ia juga tidak memiliki siapapun.


Tanpa tujuan, Zahra memasuki bus sembarangan tanpa tau kemana bus akan berjalan. yang di pikirkan saat ini adalah pergi secepatnya dan sejauh mungkin dari keluarga Almeida.


Perjalanan yang jauh dan kehamilannya membuat Zahra kelelahan. gadis malang itu tertidur di dalam bis. gadis itu tidak menyadari bahwa ia telah jauh terbawa dari kota jakarta. kota dimana yang ia bayangkan dapat memberinya kebahagiaan.


***


Bandung.


Zahra menuruni bis yang ia naiki, dan di sinilah ia di kota yang tidak pernah ia pijak sebelumny. Zahra yang tidak tau hendak kemana terduduk di kursi kayu ruang tunggu.


Perutnya lapar dan kepalanya pusing. karena Zahra melewatkan makan siangnya dan dan sekarang sudah waktunya makan malam. tapi gadis yang tidak tau arah itu kebingungan hendak mencari makan dimana.


Hari yang semakin gelap dan hampir larut, dan langitpun agaknya mendukung perasaan zahra saat ini, turut serta menurunkan hujan seolah menutupi air matayang sedang mengalir di pipinya.


Perih, sakit yang zahra rasakan di perutnya namun hatinya lebih perih dan sakit karena beban hidup yang tidak seharusnya ia tanggung sendiri.


Dengan berjalan kaki yang terseok di antara derasnya air hujan, zahra membelah malam dingin untuk mencari tempat berlindung.


"Wahai sang hujan luruhkanlah luka ini hanyutkanlah duka ini, bawa aku dalam damai alirmu agar tak lagi kurasa lara dalam diriku." Zahra


Suara hujan yang deras membuat Zahra tak mampu mendengar apapun yang menyapa gendang telinganya. gadis itu berjalan dan berjalan terus sehingga suara klakson mobil di belakangnya pun tak ia hiraukan. dan....


Brakkkk...


***


**Apalagi ini thooor,


brak...bruk... brak...bruk...


Neng zahra, minta dikirimi bunga keknya 🤔🤔🤔**