
Happy Reading...
Sudah dua bulan lamanya kinan di bawa oleh kania dan aldi dari bali, dan selama itu pula ia hanya berada di dalam rumah tanpa melakukan apapun.
Kinan yang setiap harinya berada di dalam rumah dan hanya di temani oleh beberapa asisten rumah tangga merasa sangat bosan.
Hanya sesekali ia di bawa oleh kinan untuk sekedar jalan-jalan ke taman untuk menghilangkan kebosanan.
Sedangkan aldi hanya beberapa kali terlihat karena ia juga di sibukkan oleh pekerjaan dan mwngurusi Dea yang sudah mendekati waktunya melahirkan.
Dan selama dua bulan itu pun tak menampakkan tanda-tanda kinan akan mengingat masa lalunya.
Ada tanda tanya besar dalam benaknya, kenapa ia di bawa oleh dua orang asing ketempat asing namun ia merasa seperti mengenal tempat ini.
Ya benar, kania membawanya ketempat yang pernah ia singgahi bertahun yang lalu bersama kinan.
Rumah yang menyimpan kenangan manis dan pahit secara bersamaan. rumah yang menjadi tempat terakhir kinan menemaninya sebelum ia di kirim ke paris untuk melanjutkan studinya.
Di tengah kebosanannya, dan tak tau harus melakukan apa karena kania benar-benar memberi wejangan kepada asisten rumah tangganya untuk tak membiarkan kinan melakukan hal lain selain bersantai. ia berniat untuk pergi keluar dari rumah secara diam-diam. namun niat itu ia urungkan karena tiba-tiba saja langit menggelap. awan hitam menggantung dengan gagahnya.
Lalu dengan amat terpaksa kinan hanya duduk di sofa dan menonton televisi yang sedang menampilkan sebuah film action dimana dalam film itu terdapat adegan yang menampilkan kekerasan.
Dan siang ini, tiba-tiba kinan merasakan nyeri yang sangat luar biasa. setelah ia menonton film yang baru beberapa detik ia perhatikan.
Ia berteriak dan mengerang disertai peluh bercucuran di keningnya sambil memegang erat kepalanya yang seperti mau pecah.
Kilas balik masa lalu yang selama ini menjadi kepingan-kepingan gambar semakin jelas terlihat seiring dengan teriak kesakitan yang ia lakukan.
"aarght..." jeritnya tertahan sambil terus memegang kepala dan membungkukkan badannya pada lutut yang bertekuk.
Wajah dari orang-orang di masa lalunya bagai rekaman video rusak yang terus tersendat melintasi ingatannya.
"Pergi... pergi..." ucapnya histeris dengan memegang kepalanya sambil terduduk bersimpuh di lantai ruang keluarga.
Perawat yang bertugas untuk mengawasi kinan berlari setelah mendengar teriakan kinan yang memekakkan telinga.
Ia berusaha menolong namun tak ada yang bisa ia lakukan karena saat ini ia sedang sendiri sedang kania dan aldi sedang tak berada di tempat.
"Lari... lari... cepat! bawa dia..." ucapnya lagi semakin histeris. membuat perawat yang menemaninya menjadi kewalahan karena kinan yang terus berteriak dan meronta.
"Nyonya... nyonya.. kau kenapa nyonya." ucap sang perawat sambil terus memeluk majikannya yang terus berteriak. tak kuasa melihat kinan yang seperti sangat kesakitan dia sampai menitikkan air mata.
"kai... kai..." di jeritan terakhir kinan meneriakkan nama kai dan setelah itu dia terkulai tak sadarkan diri di pangkuan sang asisten.
Melihat majikannya yang pingsan, dan asisten itu pun berniat menghubungi kania, namun kania yang sangat jauh di seberang benua tak mungkin datang dengan cepat.
Sedangkan aldi yang saat itu sedang berada di kantornya dengan cepat meluncur ke kediaman kinan yang hanya di tempuh dalam waktu satu jam. setelah ia mendapat kabar dari perawat kinan yang mengatakan keadaan kinan.
Dengan langkah panjangnya aldi masuk kedalam rumah tanpa memarkirkan mobilnya dengan benar.
Wajah paniknya tak dapat di tutupi lagi setelah mendengar cerita dari perawat mominya yang mengatakan bahwa kinan seperti sangat ketakutan.
"mommy.. mommy.." aldi menggenggam erat tangan kinan yang terpejam namun terlihat sangat gelisah.
Kinan yang mendengar suara aldi memanggilnya mengerjapkan matanya pelahan. tapi ia juga tak segera membuka matanya.
Kinan mendengar suara yang sangat familiar di telinganya, yang sedang meneriakkan namanya. berusaha untuk membangunkan nya. ia mengenali suara itu.
Kinan seperti terlempar ke kejadian beberapa tahun silam. dimana ia mendengar suara anak kecil yang sedang menjerit ketakutan. suara terakhir yang ia dengar sebelum kejadian mengerikan itu terjadi.
"Kai... kai..." lirihnya namun terdengar sangat menyayat. kinan bergumam dalam pejamnya dengan peluh yang semakin mengucur deras melewati pelipisnya.
Aldi yang semula hanya duduk di samping kinan sambil memegang tangannya, terhenyak mendengar igauan dari mulut kinan bersamaan dengan semakin eratnya genggaman tangan kinan pada telapak tangan Aldi.
Dada aldi bergemuruh penuh tanya. adakah hubungan kai dengan kejadian masa lalu ibunya yang menyebabakan ibunya menjadi amnesia.
Di tengah kebingungan aldi tiba-tiba mata kinan terbuka lebar. namun ia tak mengatakan apapun. pandangannya kosong menatap keatas langit-langit kamar.
Namun hanya sejenak karena setelahnya bola mata kinan berotasi menelisik sekelilingnya.
Pandangan matanya berhenti tepat saat aldi yang juga tengah menatapnya.
"Siap kau?" tanyanya cepat dengan mata yang menyorot tajam penuh intimidasi.
Hey, apa lagi ini. bukankah selama dua bulan ini aldi kerap menemaninya. apakah ia lupa atau kasus amnesianya bertambah satu lagi.
Aldi tak tau harus menjawab apa "mom, kau melupakanku? lagi?" jawaban yang tak mungkin membuat kinan puas.
Bukankah saat ini ibunya masih amnesia.
"Dimana aku?" kinan bertanya seolah ia baru sadar. bukankah ia memang baru sadar dari pingsannya?
"Dimana mereka?" sarkasnya. pandangannya menyapu seisi kamar.
Aldi semakin tak mengerti apa yang di ucapkan oleh ibunya. "siapa?" ucap aldi dengan wajah semakin bingung.
Suasana hening. tak ada lagi kata yang terucap dari mulut kinan maupun aldi. keduanya seperti terhanyut dalam fikiran masing-masing.
Kembali kinan merotasikan matanya menelisik keberadaannya. lalu ia bangkit dari rebahnya berjalan keluar kamar yang di ikuti aldi di belakangnya dengan perasaan tak menentu.
Kenapa lagi dengan ibunya?
Kinan membawa langkahnya semakin jauh kebelakang dan berhenti di sebuah ruang yang tak terpakai.
Ruang dimana ia sering menghabiskan waktu. sepertinya.
"mom.." panggil aldi.
Kinan terhenti dan berbalik menghadap aldi yang berdiri hanya beberapa langkah darinya.
Pandangan yang semula tajam mengintimidasi tiba-tiba berubah sendu penuh kerinduan.
Kinan melangkah mendekati aldi mengikis jarak diantara mereka. sehingga hanya sejengkal antara jarak mereka.
Kinan mengulurkan tangan. membelai pipi aldi dengan sayang. matanya berkaca-kaca menyiratkan kerinduan yang mendalam.
Dan tanpa dapat di duga ucapan kinan membuat aldi kembali terhenyak. "aldi..." lirihnya nyaris tak terdengar. namun suasanya yang sepi siang itu membuat aldi dapat mendengar jelas, wanita di depannya itu memanggilnya.
"Aldi..." ucapnya lagi lebih jelas menyapa gendang telinga aldi.
***
jeng... jeng.. jeng...
Gantuuung...
next malem gengs...
kita eksekusi sofia, itupun jika mak othor gak ketiduran 😁😁😁
sipain kopi njih...
👍👍👍👍 pencet banyak-banyak.